
Advance-Decline Line (AD Line) adalah indikator market breadth yang digunakan untuk menilai apakah mayoritas aset individu bergerak searah dengan indeks pasar yang lebih luas. Indikator ini dihitung dengan mengurangi jumlah aset yang turun dari jumlah aset yang naik setiap hari, lalu memplot hasil kumulatifnya dalam bentuk garis. Cara ini memberikan gambaran tentang kesehatan partisipasi pasar secara keseluruhan.
Sederhananya, indeks berperan sebagai "pemimpin", sedangkan AD Line menunjukkan "besarnya kelompok" yang mengikuti. Jika pemimpin naik tetapi kelompok tertinggal, artinya kenaikan indeks tidak didukung secara menyeluruh. Hanya jika AD Line naik bersamaan dengan indeks, itu menandakan mayoritas aset ikut dalam tren naik. Jika indeks naik namun AD Line tidak, biasanya ini menjadi sinyal lemahnya momentum di bawah permukaan.
Inti AD Line adalah menggunakan "breadth" untuk mengonfirmasi "arah". Breadth mengacu pada rasio antara aset yang naik dan turun, yang mencerminkan tingkat partisipasi pasar. Dengan menambahkan secara kumulatif "jumlah aset naik dikurangi jumlah aset turun" setiap hari, Anda dapat memantau perubahan sentimen bullish atau bearish dalam jangka menengah hingga panjang.
Jika mayoritas aset bergerak naik bersama, AD Line kumulatif akan terus menanjak. Namun, jika kenaikan hanya didorong oleh beberapa aset big cap, nilai kumulatif bisa stagnan atau menurun. Perbedaan ini membantu trader menilai apakah pergerakan indeks didukung secara luas atau hanya terbatas pada segmen tertentu.
Menghitung dan memplot AD Line cukup mudah, namun konsistensi pemilihan sampel dan integritas data sangat penting.
Langkah 1: Tentukan Sampel. Untuk pasar saham, gunakan seluruh saham yang terdaftar di bursa atau satu set tetap dari komponen indeks. Kriteria pemilihan harus konsisten.
Langkah 2: Hitung Advancers dan Decliners. Untuk setiap hari perdagangan, hitung jumlah aset yang ditutup pada atau di atas nol persen perubahan (advancers), dan yang ditutup di bawah nol (decliners). Aset dengan perdagangan disuspensi atau volume nol dapat dikecualikan.
Langkah 3: Hitung Nilai Bersih. Kurangi jumlah decliners dari advancers setiap hari. Contoh: jika ada 300 advancers dan 200 decliners, nilai bersih hari itu adalah 100.
Langkah 4: Penjumlahan Kumulatif. Mulai dari baseline (umumnya nol), tambahkan nilai bersih harian secara berurutan untuk membentuk time series AD Line.
Langkah 5: Plot Bersama Indeks. Plot AD Line bersamaan dengan indeks target untuk mengidentifikasi tren, korelasi, dan divergensi secara visual.
Tips: Anda juga dapat memakai metode proporsional—[(jumlah advancers/jumlah sampel) – (jumlah decliners/jumlah sampel)]—untuk meminimalkan distorsi akibat perubahan ukuran sampel.
Divergensi antara AD Line dan indeks biasanya mengindikasikan perubahan momentum tren. Sering kali terjadi saat indeks mencetak level tertinggi baru, namun AD Line gagal mengikutinya—menandakan kenaikan hanya didorong oleh beberapa aset big cap dan breadth pasar kurang luas, sehingga meningkatkan risiko volatilitas atau koreksi.
Divergensi dapat bersifat jangka pendek maupun menengah. Divergensi jangka pendek umumnya dipicu oleh peristiwa tertentu atau aktivitas tidak biasa pada aset berat. Divergensi jangka menengah lebih signifikan karena menunjukkan kelemahan berkelanjutan pada banyak komponen. Sebaliknya, jika indeks mencetak level terendah baru tetapi AD Line tidak, ini bisa menjadi tanda tekanan jual mulai berkurang.
Catatan: Divergensi bukan sinyal trading langsung, melainkan alat peringatan risiko. Kombinasikan dengan pola harga, volume perdagangan, dan level kunci untuk akurasi lebih baik.
Walaupun pasar kripto tidak memiliki data “advancer/decliner” standar, Anda dapat memperkirakan AD Line dengan memantau jumlah cryptocurrency yang naik atau turun harga dalam periode tertentu, sehingga memperoleh gambaran sentimen dan risiko pasar secara keseluruhan.
Langkah 1: Tentukan Sampel. Misalnya, gunakan seluruh koin yang dapat diperdagangkan di pasar spot Gate, dengan memperhatikan listing dan delisting secara berkala untuk menjaga konsistensi.
Langkah 2: Tentukan Periode Observasi. Karena kripto diperdagangkan 24/7, tentukan potongan waktu (misal, harian pada UTC 00:00) dan gunakan perubahan 24 jam tiap aset di waktu tersebut untuk klasifikasi.
Langkah 3: Hitung Advancers/Decliners & Nilai Bersih. Hitung semua koin dengan return positif atau nol sebagai advancers, return negatif sebagai decliners, lalu kurangi decliners dari advancers untuk nilai bersihnya.
Langkah 4: Akumulasi dan Analisis. Mulai dari nol, tambahkan nilai bersih harian untuk membangun AD Line pasar kripto, lalu plot bersamaan dengan total market cap atau indeks kripto utama sebagai perbandingan.
Di Gate, Anda dapat memanfaatkan daftar “Top Gainers/Losers” dan pengumuman listing/delisting di halaman Markets untuk menghitung advancers/decliners harian dan membuat tracker sendiri. Pastikan memperhitungkan koin baru listing atau delisting agar data tetap akurat.
AD Line berbeda dari indikator seperti volume perdagangan, On-Balance Volume (OBV), atau pengukur volatilitas dari segi fokus. AD Line mengukur jumlah aset yang bergerak searah; volume perdagangan mengukur tingkat aktivitas; OBV menggabungkan volume dengan arah harga.
Keunggulan utama AD Line adalah kemampuannya menghilangkan efek pembobotan dan secara langsung menampilkan breadth. Ketika kenaikan indeks hanya didorong oleh sedikit aset big cap, AD Line dapat menjadi sinyal awal divergensi struktural. Namun, indikator ini tidak mengukur besaran harga atau arus modal, sehingga paling efektif jika digunakan bersama indikator harga dan volume.
Langkah 1: Sebagai Filter Lingkungan. Tingkatkan eksposur hanya saat AD Line naik dan sejalan dengan indeks target; kurangi posisi atau tetap waspada saat garis melemah atau menyimpang dari indeks.
Langkah 2: Konfirmasi dengan Price Action. Kombinasikan dengan level support/resistance, moving average, atau pola chart. Masuk posisi hanya jika harga dan AD Line sama-sama menembus level kunci; utamakan stop-loss atau scaling out saat terjadi divergensi disertai breakdown.
Langkah 3: Penyesuaian Ukuran Posisi. Atur ukuran posisi berdasarkan kemiringan dan level tinggi/rendah relatif AD Line—hindari posisi besar saat breadth melemah.
Langkah 4: Validasi Lintas Timeframe. Setelah konfirmasi di chart harian, cek ulang dengan chart mingguan atau empat jam untuk menyaring noise.
Peringatan Keamanan Modal: Tidak ada indikator yang menjamin profit. Kendalikan leverage, gunakan stop-loss, lakukan diversifikasi risiko, dan pastikan kondisi pemicu serta risiko slippage saat memakai fitur exchange (seperti price alert atau conditional order di Gate) sudah jelas.
Advance-Decline Line menggunakan perhitungan kumulatif “advancers dikurangi decliners” untuk mengungkap breadth pasar dan sangat efektif untuk memvalidasi apakah tren indeks didukung mayoritas aset. Salah satu sinyal terpenting adalah divergensi dari indeks utama—sebagai peringatan risiko awal dan filter lingkungan. Di pasar kripto, gunakan jumlah harian koin naik versus turun pada waktu tetap sebagai proksi, lalu bandingkan dengan total market cap atau indeks koin utama untuk konteks. Selalu perhatikan pemilihan sampel, potongan waktu, dan kualitas data; kombinasikan analisis breadth dengan aksi harga/volume dan kontrol risiko untuk insight yang dapat dieksekusi.
Nilai AD Line negatif menunjukkan lebih banyak aset yang turun daripada yang naik—tanda sentimen pasar bearish. Ini indikator penting suasana pasar. Di pasar kripto, jika AD Line tetap negatif dan terus menurun dari waktu ke waktu, biasanya menandakan potensi tren turun ke depan dan perlu kewaspadaan ekstra.
Mulai dengan tiga langkah: Pertama, temukan chart AD Line di software trading Anda dan amati hubungannya dengan indeks pasar; kedua, pelajari cara mengidentifikasi sinyal divergensi (AD Line turun saat indeks naik), yang sering menjadi tanda titik balik; ketiga, kombinasikan dengan level support/resistance dan volume trading untuk keputusan yang lebih komprehensif. Latih di akun demo pada platform profesional seperti Gate sebelum trading live.
AD Line di pasar kripto lebih volatil dan berubah cepat karena perdagangan 24/7 dan perubahan sentimen yang lebih ekstrem. Sementara di pasar saham tradisional garis breadth lebih stabil, di kripto AD Line bisa berfluktuasi tajam dalam hitungan jam. Selain itu, berita kebijakan lebih cepat memengaruhi breadth kripto—membuatnya lebih sensitif namun juga lebih rentan sinyal palsu—sehingga konfirmasi tambahan sangat diperlukan.
Skenario divergensi ini umumnya memperingatkan potensi pembalikan tren. Percayalah pada sinyal breadth—AD Line—karena mencerminkan partisipasi seluruh aset, bukan hanya harga utama. Jika hanya beberapa koin besar yang mendorong indeks naik sementara mayoritas lain turun, ada risiko struktural di bawah permukaan—pertimbangkan untuk mengurangi posisi atau memperketat stop daripada mengejar rekor baru.
Tidak disarankan mengandalkan indikator ini saja. AD Line berfungsi sebagai alat referensi; menggunakannya sendiri meningkatkan risiko keputusan trading yang kurang optimal. Kombinasikan sinyal breadth dengan price action, tren volume, dan indikator teknikal lain seperti MACD atau RSI untuk konfirmasi multidimensi. Misalnya, konfirmasi ganda dari divergensi AD Line dan pola harga topping membuat sinyal trading lebih andal—penting untuk strategi yang robust di platform seperti Gate.


