
Maker fee dikenakan saat order Anda menambah likuiditas ke order book, sedangkan taker fee dikenakan ketika order Anda langsung dieksekusi terhadap likuiditas yang tersedia. Dengan kata lain, maker fee berlaku untuk order yang tetap berada di order book (seperti limit order yang menunggu terisi), dan taker fee berlaku untuk order yang mengurangi likuiditas dengan mencocokkan order yang sudah ada (seperti market order atau limit order yang langsung terisi).
Pada bursa berbasis order book, memasang limit order yang menunggu eksekusi diibaratkan seperti “meletakkan barang di rak”, sehingga platform mengenakan maker fee. Jika Anda mengirim market order atau limit order yang langsung terisi, artinya Anda “membeli dari rak”, sehingga dikenakan taker fee, sebagaimana dijelaskan dalam Maker vs. Taker Fees. Sebagian besar platform mengenakan taker fee yang lebih tinggi untuk mendorong penyediaan likuiditas. Pada decentralized exchange (DEX), meski tidak ada order book tradisional, konsep "taker" tetap berlaku untuk transaksi yang langsung dieksekusi pada liquidity pool. Struktur biaya di DEX biasanya mencakup biaya protokol dan biaya jaringan (gas).
Pemahaman tentang maker fee dan taker fee secara langsung memengaruhi biaya trading dan strategi Anda.
Untuk setiap transaksi, biaya bisa sangat berbeda tergantung Anda bertindak sebagai maker atau taker. Sebagai contoh, biaya trading spot umumnya berada di kisaran 0,1%–0,2%, sementara taker fee pada trading derivatif sekitar 0,05%. Bagi trader aktif, perbedaan ini sangat berpengaruh terhadap hasil bersih dalam jangka panjang. Struktur biaya juga memengaruhi penempatan order: trader momentum umumnya memilih taker order untuk kecepatan, sedangkan grid trader dan market maker memilih maker order untuk biaya lebih rendah atau bahkan rebate. Pengetahuan struktur biaya membantu Anda memilih waktu trading, pasangan trading, dan fitur platform (seperti exchange token atau fee voucher) untuk meminimalkan biaya tidak perlu.
Inti utamanya adalah apakah order Anda menambah atau mengurangi likuiditas.
Likuiditas adalah jumlah order yang tersedia untuk dieksekusi di pasar. Dengan memasang limit order, Anda menambah likuiditas dan menjadi liquidity provider (maker), sehingga Anda membayar maker fee dan bahkan bisa mendapatkan rebate (fee negatif) di beberapa platform sebagai insentif. Jika Anda mengirim market order atau limit order tipe "immediate or cancel" (IOC, FOK), Anda mengonsumsi likuiditas dan menjadi taker yang dikenakan taker fee.
Jenis dan parameter order menentukan klasifikasi. Contohnya, memilih Post-Only memastikan order Anda hanya akan masuk sebagai maker; jika order langsung dieksekusi, sistem otomatis membatalkannya. Tanpa Post-Only, limit order pun dapat menjadi taker order jika langsung cocok dengan harga di order book.
Rebate dan fee negatif adalah insentif untuk market making. Rebate mengembalikan sebagian biaya ke maker, sedangkan fee negatif memberikan pembayaran langsung saat order tereksekusi; ini biasanya diberikan ke akun tier tinggi atau saat promosi.
Perlu diperhatikan: Maker/taker fee berbeda dengan “slippage”. Slippage adalah biaya implisit akibat pergerakan harga dan kedalaman pasar yang tidak cukup, sedangkan maker/taker fee adalah biaya eksplisit dari platform—keduanya dapat memengaruhi total biaya Anda secara bersamaan.
Pada centralized exchange (CEX), tier dan tarif maker/taker untuk trading spot dan derivatif sudah menjadi standar; pada DEX, biaya protokol dan biaya jaringan adalah komponen utama biaya.
Misalnya, di Gate, trading spot memiliki tarif dasar tetap. Akun dengan volume trading atau saldo aset lebih tinggi dalam 30 hari dapat mencapai level VIP yang lebih tinggi, sehingga biaya maker dan taker menurun bertahap. Pada trading derivatif, tarif dasar biasanya menampilkan maker fee lebih rendah dan taker fee lebih tinggi. Token platform (GT) dan fee voucher dapat menurunkan biaya lebih jauh. Tarif aktual bisa berubah mengikuti pengumuman resmi; klasifikasi order bergantung pada cara eksekusi trading.
Pada DEX berbasis AMM (seperti Uniswap), tidak ada order book—“taker” berarti swap langsung dengan pool. Biaya terdiri dari tarif protokol (umumnya 0,05%, 0,3%, dst., ditetapkan oleh pool) ditambah biaya gas jaringan. Liquidity provider bertindak sebagai maker, memperoleh biaya protokol namun menanggung risiko seperti impermanent loss. Aggregator seperti 1inch mengarahkan transaksi ke berbagai pool untuk meminimalkan slippage dan mengoptimalkan total biaya.
Dari sisi strategi, grid trading dan market making pasif lebih memilih maker order untuk biaya lebih rendah atau rebate; momentum trading dan strategi stop-loss lebih sering terkena taker fee karena membutuhkan eksekusi instan. Untuk NFT dan marketplace NFT berbasis order book, aksi listing (maker) dan beli instan (taker) mengikuti logika yang sama, dengan tarif biaya yang ditetapkan platform.
Tujuannya adalah menjadi liquidity provider bila memungkinkan, memanfaatkan diskon platform, dan menyeimbangkan efisiensi eksekusi.
Peringatan risiko: Terlalu memprioritaskan status maker dapat menyebabkan order tidak terisi; Post-Only dapat menyebabkan pembatalan order berulang di pasar volatil; pertimbangkan nilai waktu dan perubahan harga token saat menggunakan voucher atau potongan token exchange.
Dalam setahun terakhir, bursa semakin gencar melakukan kampanye “pemotongan biaya dan rebate”, sehingga selisih antara maker/taker fee semakin lebar untuk mendorong penyediaan likuiditas.
Pada 2025, tarif dasar trading spot di CEX terkemuka umumnya berkisar antara 0,1%–0,2%. Trading derivatif biasanya memiliki maker fee dasar sekitar 0,01%–0,02% dan taker fee 0,03%–0,06%. Rebate (maker fee negatif) semakin umum untuk akun tier atas atau selama periode promosi, biasanya di kisaran -0,005% hingga -0,02%. Tarif aktual berbeda-beda sesuai tier platform—selalu cek daftar resmi.
Pada semester II 2025, penggunaan diskon token exchange dan fee voucher terus meningkat di kalangan trader frekuensi tinggi, sehingga menurunkan tarif efektif. Trader kuantitatif yang mengombinasikan rebate maker dengan voucher dapat melihat biaya total mendekati nol—atau bahkan negatif—sementara strategi dengan rasio taker tinggi tetap didominasi oleh taker fee.
Untuk trading terdesentralisasi di 2025, tarif protokol AMM tetap bertingkat (misal, 0,05%, 0,3%), namun total biaya transaksi lebih dipengaruhi oleh gas dan optimasi routing. Dengan makin populernya Ethereum L2 dan chain berperforma tinggi lainnya, rata-rata biaya gas per pengguna turun dibanding L1—sehingga biaya relatif transaksi “taker” (swap instan) juga menurun. Untuk transaksi besar, aggregator dan eksekusi terpisah semakin banyak digunakan untuk meminimalkan biaya tersembunyi seperti slippage.
Secara umum: Platform mendorong market making dengan memperlebar spread maker/taker, menawarkan diskon token exchange, fee voucher, dan event fee negatif terbatas; sementara itu, biaya protokol DEX tetap stabil dan biaya jaringan menurun berkat alat serta optimasi routing yang lebih baik. Bagi trader, menilai kisaran biaya secara dinamis sesuai gaya trading sendiri tetap menjadi cara paling efektif untuk mengelola biaya di 2025.
Secara umum, maker fee lebih murah daripada taker fee. Bursa mendesain perbedaan ini untuk mendorong penyediaan likuiditas; taker membayar lebih mahal untuk eksekusi instan. Tarif aktual bervariasi di setiap platform—di bursa besar seperti Gate, maker fee biasanya 0,1%–0,2% lebih rendah dari taker fee. Selalu cek jadwal tarif terbaru sebelum trading.
Tergantung pada gaya dan tujuan trading Anda. Maker order cocok untuk trader yang sabar dan ingin menghemat biaya, namun order bisa saja tidak terisi; taker order cocok bagi yang ingin eksekusi instan dengan biaya lebih tinggi tanpa risiko kehilangan peluang. Pemula disarankan mencoba keduanya dengan nominal kecil sebelum menentukan mana yang paling sesuai kebutuhan.
Perbedaan biaya biasanya berasal dari jenis order (maker vs taker) dan level tier pengguna. Taker yang sering bertransaksi membayar lebih mahal; tier VIP lebih tinggi menawarkan tarif diskon. Aset berbeda juga bisa memiliki struktur biaya berbeda per trading pair. Di platform seperti Gate, meningkatkan volume trading atau memegang exchange token dapat membuka tarif lebih rendah.
Sangat berpengaruh—terutama bagi trader frekuensi tinggi atau volume kecil. Dalam jangka panjang, aktivitas taker yang sering dapat mengikis 5%–10% profit karena biaya kumulatif. Untuk mengoptimalkan hasil, gunakan lebih banyak maker order jika memungkinkan, ikuti promosi diskon platform, atau pegang governance token untuk manfaat tambahan.
Ya—“taker” adalah istilah bahasa Inggris untuk "吃单" (chi dan). “Maker” setara dengan "挂单" (gua dan). Ini adalah istilah standar dalam trading kripto: maker menambah likuiditas dengan memasang order; taker mengeksekusi secara instan melalui market order dan membayar biaya lebih tinggi. Memahami istilah ini membantu Anda menavigasi struktur biaya di bursa mana pun.


