Pada periode 24 Maret 2026 pukul 07:45 hingga 24 Maret 2026 pukul 08:00 (UTC), BTC mengalami kenaikan imbal hasil dalam 15 menit sebesar +0,54%, dengan kisaran harga 70.835,5 hingga 71.401,7 USDT, volatilitas 0,80%. Selama pergerakan ini, perhatian pasar meningkat, dan fluktuasi sedikit membesar dibandingkan periode sebelumnya, menunjukkan sentimen jangka pendek investor yang bergejolak.
Faktor utama yang mendorong pergerakan ini adalah keluar lebih lanjut dari dana leverage di pasar futures dan peningkatan dominasi pasar opsi. Dari data keseluruhan bulan Maret, kontrak futures terbuka di bursa utama menurun 25%, volume perdagangan spot terus menyusut, rasio futures terhadap spot naik ke level tertinggi 1,5 tahun, dan keluar dana leverage menyebabkan likuiditas spot mengering, sehingga dana kecil pun mampu memicu pergerakan harga. Selain itu, total open interest (OI) pasar opsi secara keseluruhan tetap lebih tinggi dari futures dalam jangka panjang, menunjukkan bahwa pelaksanaan opsi besar atau jatuh tempo memiliki pengaruh lebih besar terhadap elastisitas harga jangka pendek.
Selain itu, volume penjualan bersih dari pemegang jangka panjang dan penambang secara signifikan menyusut, dengan penjualan terkait di bulan Maret turun hingga 87%, menyebabkan pengurangan pasokan pasar secara sementara. Pada saat yang sama, aliran dana ETF tetap stabil tanpa pembelian bersih besar-besaran, dan aktivitas on-chain tetap normal, dengan transaksi transfer sebesar hanya 42 juta dolar dalam 10 menit, tanpa adanya transfer besar yang mencurigakan. Buku pesanan di platform perdagangan utama menunjukkan konsentrasi penjualan di kisaran 71.000–74.000, dan lonjakan aliran dana jangka pendek menyebabkan eksekusi otomatis stop-loss dan order chasing yang terkonsentrasi, memperbesar pergerakan. Secara makro, peristiwa geopolitik dan arus dana global saling mempengaruhi, tetapi korelasi BTC dengan aset risiko utama menurun sepanjang tahun, menunjukkan karakter defensif tertentu.
Risiko utama pasar saat ini adalah peningkatan volatilitas akibat likuiditas spot yang mengering dan pendinginan leverage, sehingga perlu pengamatan ketat terhadap jatuh tempo opsi, perubahan level support utama, dan aliran dana ETF bersih. Dalam jangka pendek, juga perlu waspada terhadap gangguan dari peristiwa makro terhadap kondisi pasar dan rentang konsolidasi. Memantau dinamika transfer dana besar di on-chain dan struktur pasar derivatif dapat membantu memahami arah pergerakan pasar berikutnya.