Integrasi USDC ke Sasai menandai meningkatnya permintaan stablecoin untuk perdagangan lintas batas dan stabilitas FX di Afrika.
Circle Internet Group menyepakati kemitraan penting dengan Sasai Fintech, unit dari Cassava Technologies. Kesepakatan ini memberikan pelanggan Sasai cara untuk membayar menggunakan stablecoin USDC Circle di seluruh jaringan yang terkait dengan USDC. Bagi banyak pengguna, ini membuka opsi baru untuk transfer lokal dan lintas batas.
Platform Sasai dari Cassava menjalankan aplikasi pengiriman uang di sekitar 30 pasar Afrika. Melalui integrasi ini, pelanggan dapat melakukan transaksi dalam USDC, koin digital berbasis dolar yang diterbitkan oleh Circle.
Menurut perusahaan, perubahan ini mendukung aktivitas bisnis baru bagi pelanggan yang membutuhkan nilai stabil selama pembayaran.
Strive Masiyiwa, pendiri dan ketua Cassava, mengaitkan langkah ini dengan tujuan akses keuangan yang lebih luas. Dia mencatat bahwa menambahkan fungsi stablecoin dapat mendukung perdagangan dan membantu pengguna mengelola biaya terkait perdagangan lintas batas.
“Ekonomi digital Afrika memasuki era baru, didorong oleh generasi yang mengutamakan ponsel dan meningkatnya perdagangan lintas batas serta kewirausahaan. Dengan mengintegrasikan stablecoin USDC Circle ke platform Sasai, ini akan membuka lebih banyak peluang bisnis dan mendorong inklusi keuangan di benua ini,” kata Masiyiwa kepada Bloomberg.
Populasi muda Afrika yang mengutamakan ponsel semakin bergantung pada layanan digital. Banyak penduduk juga menghadapi biaya remitansi yang tinggi dan fluktuasi mata uang, terutama saat dolar AS langka.
Stablecoin seperti USDC dapat membantu mengurangi tekanan tersebut sekaligus berfungsi sebagai lindung nilai terhadap devaluasi mata uang lokal.
Jeremy Allaire, salah satu pendiri Circle, menambahkan bahwa jalur pembayaran yang berkembang menawarkan permintaan besar untuk transfer terkait dolar. Dia mengatakan bahwa pengaturan ini juga membawa infrastruktur stablecoin Circle lebih dekat ke pasar dengan pertumbuhan tinggi.