BlockBeats melaporkan, pada 26 Maret, mengutip dari The New York Times yang menyebutkan dua pejabat tinggi Israel dan dua orang yang mengetahui situasi, bahwa seiring meningkatnya kemungkinan negosiasi antara AS dan Iran, militer Israel berusaha keras untuk menargetkan sebanyak mungkin sasaran penting karena mereka khawatir perang bisa segera berakhir.
Menurut keempat pejabat tersebut, pada hari Selasa, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan dalam 48 jam ke depan untuk melakukan segala upaya guna menghancurkan sebanyak mungkin industri senjata Iran. Para pejabat menyatakan bahwa setelah pemerintah Netanyahu menerima sebuah rencana perang yang disusun oleh Amerika Serikat dan telah dikirim ke Iran yang berisi 15 poin, mereka langsung mengeluarkan perintah tersebut.