Berita Gate News, pada 28 Maret, di Amerika Serikat sedang berkembang suatu budaya kripto ala Kristen-Asia yang berpusat pada fenomena-fenomena seperti gereja yang menerima pembayaran persepuluhan menggunakan mata uang digital, serta para blogger yang mempromosikan bahwa Bitcoin selaras dengan ajaran-ajaran dalam Alkitab. Organisasi nirlaba Thank God for Bitcoin, yang berupaya memperkenalkan aset digital kepada gereja, menyatakan bahwa skala konferensi tahunannya telah hampir dua kali lipat sejak tahun 2022. Meskipun harga Bitcoin telah turun dari puncaknya sebesar 126.000 dolar AS pada 12 Oktober 2025 menjadi sekitar 69.000 dolar AS saat ini, aktivitas komunitas tersebut tetap sangat terlihat. Para pendukung terkait menganggap Bitcoin sebagai salah satu cara untuk lepas dari inflasi dan intervensi The Fed; sebagian pengembang menyatakan bahwa minat terhadap Bitcoin sebagian berasal dari kekhawatiran para penganut bahwa mereka akan dinonbankkan karena keyakinan agama atau posisi politik mereka. Sementara itu, tren ini juga disertai kontroversi dan risiko. Jaksa penuntut negara bagian Colorado sebelumnya menuduh seorang pendeta menipu para investor lebih dari 3 juta dolar AS melalui mata uang kripto yang ia ciptakan. Selain itu, pakar keuangan tradisional Dave Ramsey bersikap kritis terhadap tren ini, dengan mengibaratkannya dengan investasi Beanie Babies (istilah untuk gelembung spekulasi era 90-an di AS).