Wawasan Utama
ONDO bertahan di atas dukungan kunci Fibonacci, karena pembeli menyerap tekanan jual, mempertahankan higher lows dan menandakan permintaan yang stabil meski kelemahan altcoin yang lebih luas.
Kemitraan dengan Franklin Templeton memperluas akses ke ETF tokenized, memperkuat peran ONDO dalam adopsi aset dunia nyata yang nyata secara institusional dan arus masuk modal.
Lonjakan permintaan untuk aset berbasis imbal hasil mendorong nilai aset terdistribusi Ondo melewati $2.65 miliar, didukung oleh transfer yang konsisten dan pertumbuhan sektor di atas $12 miliar.
ONDO diperdagangkan di sekitar $0.277 setelah memantul dari $0.242, ketika pembeli masuk dan menyerap tekanan jual yang kuat. Akibatnya, token membangun kembali struktur jangka pendeknya dan menandakan permintaan yang stabil meski pasar secara umum masih ragu.
Saat harga bergerak lebih tinggi, harga menguji zona resistensi $0.291, yang memicu penolakan tajam karena para penjual mempertahankan level tersebut. Namun, koreksi ke arah $0.279 mencerminkan pengambilan keuntungan, bukan penurunan struktur.
Harga terus bertahan di dekat level Fibonacci 23,6% pada $0.2799, yang kini bertindak sebagai dukungan langsung bagi pembeli. Selain itu, level ini menandakan bahwa higher lows tetap utuh sementara pengendalian range tetap berada di pihak permintaan.
Jika dukungan ini melemah, harga bisa turun menuju $0.2668, diikuti level yang lebih dalam di sekitar $0.255 dan $0.242. Karena itu, tekanan jual yang berkelanjutan dapat menggeser struktur jangka pendek ke fase retracement yang lebih luas.
Relative strength index (RSI) sempat bertahan di sekitar 56, yang menunjukkan momentum netral dan keyakinan arah yang terbatas di antara para trader. Selain itu, pembacaan ini sejalan dengan pergerakan harga baru-baru ini yang menunjukkan adanya keseimbangan antara pembeli dan penjual.
Sumber: TradingView
Pergerakan di atas $0.291 dapat membuka jalan menuju $0.305 dan $0.315 saat pembeli berupaya memperpanjang kenaikan. Namun, kegagalan untuk merebut kembali zona ini dapat membuat harga tetap terkurung dalam range saat ini.
Ondo Finance melangkah maju dengan strategi aset dunia nyatanya melalui kemitraan dengan Franklin Templeton untuk tokenisasi lima exchange-traded funds. Secara signifikan, langkah ini memperluas akses ke sekitar $1.7 triliun dalam aset kelolaan melalui infrastruktur blockchain.
Perkembangan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas, di mana modal institusional menargetkan aset tokenized yang menawarkan imbal hasil yang konsisten, bukan paparan spekulatif. Selain itu, ONDO terus bertahan di dekat resistensi karena permintaan menyerap pasokan, bukan memudar.
Produk yang berfokus pada imbal hasil seperti USDY naik hingga sekitar $1.337 miliar, sementara OUSG bertahan di dekat $681 juta, memperkuat arus masuk yang stabil. Akibatnya, nilai aset terdistribusi Ondo melampaui $2.65 miliar, didukung oleh aktivitas transfer bulanan yang kuat.
Treasury tokenized kini telah melampaui $12 miliar di seluruh sektor, menandakan partisipasi institusional yang berkelanjutan. Selain itu, tren ini memposisikan ONDO untuk menangkap arus masuk lebih lanjut saat permintaan terhadap produk imbal hasil berbasis blockchain terus meningkat.
Stabilitas harga di dekat resistensi menunjukkan akumulasi yang terkendali, karena pembeli mempertahankan posisi sambil menyerap order jual. Karena itu, penawaran beli yang berkelanjutan dapat mendukung kenaikan bertahap jika kondisi pasar yang lebih luas stabil pada sesi-sesi mendatang. Volume perdagangan tetap konsisten di seluruh sesi.