Pesan BlockBeats, 4 April, menurut Oxford Economics, angka penghitungan tenaga kerja AS untuk bulan Maret sangat melebih-lebihkan kekuatan pasar tenaga kerja sebelum perang, karena data tersebut sekaligus mencerminkan penurunan baik jumlah orang dalam angkatan kerja maupun jumlah orang yang bekerja di rumah tangga. Seiring perang Iran berdampak pada aktivitas ekonomi riil, pertumbuhan pekerjaan akan melambat. Dampak perang terhadap inflasi terlihat jelas secara langsung, tetapi dampak negatifnya terhadap belanja konsumen, investasi perusahaan, dan perekrutan akan semakin nyata terlihat dalam beberapa bulan ke depan.
Prakiraan dasar Oxford Economics masih bahwa, tahun ini Federal Reserve akan mengabaikan guncangan sekali kali akibat kenaikan harga minyak, dan akan menurunkan suku bunga dua kali untuk mengantisipasi potensi pelemahan apa pun pada pasar tenaga kerja di masa mendatang. (Jin10)