
Perusahaan manajemen aset kripto Canary Capital pada 8 April mengajukan dokumen permohonan S-1 kepada Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC), dengan tujuan memperoleh persetujuan untuk mencatatkan sebuah exchange-traded fund (ETF) yang melacak harga spot dari koin meme populer PEPE. Ini merupakan langkah terbaru para penerbit ETF kripto untuk menguji batas toleransi regulator, setelah ETF spot Bitcoin dan ETF spot Ethereum berhasil disetujui.
Setelah ETF spot Bitcoin dan ETF spot Ethereum berturut-turut memperoleh persetujuan dari SEC AS, pasar kini memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap sikap baru regulator. Pengajuan ETF PEPE Canary Capital merupakan aksi terbaru dalam gelombang pengujian ini—penerbit sedang secara sistematis menguji sejauh mana SEC, dalam lingkungan regulasi yang baru, akan memperluas batas persetujuan untuk berbagai jenis aset digital.
Perlu dicatat bahwa pada hari yang sama, ETF Bitcoin spot Morgan Stanley (MSBT) juga resmi mulai diperdagangkan di pasar Arca Bursa Efek New York, yang menunjukkan bahwa proses institusionalisasi pasar ETF kripto sedang didorong secara bersamaan pada beberapa jalur.
Dalam dokumen S-1, Canary Capital secara tegas menyatakan bahwa PEPE adalah koin meme, “tidak memiliki kegunaan nyata apa pun”, namun ukuran kapitalisasi pasar dan pengenalan mereknya membuatnya menjadi salah satu kandidat utama untuk diformasikan menjadi ETF koin meme.
Waktu peluncuran: April 2023
Total pasokan token: lebih dari 420 triliun token
Kapitalisasi pasar: sekitar 1,5 miliar dolar AS (data dari The Block Price Page)
Harga transaksi: sekitar 0,0000036 dolar AS
Kegunaan aktual: koin meme yang Canary Capital nyatakan secara tegas dalam dokumen permohonan sebagai “tidak memiliki kegunaan nyata”
Tipe pengajuan ETF: ETF spot, melacak harga spot token PEPE
ETF PEPE bukanlah percobaan pertama Canary Capital di jalur koin meme. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah mengajukan permohonan ETF yang melacak harga MOG (sebuah koin meme dengan tingkat popularitas yang relatif lebih rendah), serta permohonan pencatatan untuk Pengu ETF yang pertama.
Serangkaian langkah ini menunjukkan konteks strategi yang jelas: Canary Capital sedang menjadikan ETF koin meme sebagai penetapan diferensiasi, dengan secara sistematis membangun posisi pada kategori aset kripto yang belum tersentuh oleh manajer aset institusional arus utama. Jika ETF PEPE akhirnya disetujui, itu akan menjadi produk dana terdaftar pertama di dunia yang melacak harga spot koin meme yang terkenal, dengan makna percontohan pasar yang penting.
Pengajuan tersebut tidak berarti adanya niat persetujuan dari SEC; itu hanya menandakan bahwa penerbit secara resmi masuk ke proses peninjauan regulasi. Setelah ETF spot Bitcoin dan ETF spot Ethereum disetujui satu demi satu, pasar dipenuhi ekspektasi terhadap batas regulasi SEC, namun karakteristik koin meme yang tidak memiliki kegunaan nyata dapat menjadi titik kontroversi utama dalam peninjauan.
PEPE adalah koin meme yang diluncurkan pada April 2023, dengan total pasokan token lebih dari 420 triliun token, kapitalisasi pasar sekitar 1,5 miliar dolar AS, serta memiliki popularitas tinggi dan basis kepemilikan ritel yang luas di komunitas kripto. Canary Capital dalam dokumen permohonannya menjelaskan secara tegas bahwa PEPE tidak memiliki kegunaan nyata, merupakan koin meme murni, dan logika investasinya dibangun berdasarkan sentimen pasar serta efek merek.
Sebelumnya, Canary Capital telah mengajukan permohonan pencatatan untuk ETF koin meme MOG dan Pengu ETF. Hingga saat laporan ini diterbitkan, permohonan di atas masih berada pada tahap peninjauan regulasi, dan belum ada contoh persetujuan apa pun dari SEC untuk ETF spot koin meme.