Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu mengumumkan di platform media sosial bahwa ia akan memberlakukan pungutan bea masuk (tarif) setinggi 50% yang tinggi untuk seluruh negara yang memasok persenjataan militer kepada Iran, dan “tidak pernah ada pengecualian”. Pada saat yang sama, ia mengungkapkan bahwa AS dan Iran telah mencapai kesepakatan gencatan senjata, dan sedang melakukan perundingan yang intens untuk menghentikan pengayaan uranium serta pencabutan sanksi.
(Pengantar latar belakang: Iran mengumumkan “kemenangan bersejarah” dengan 10 syarat: AS menarik pasukan, pencabutan sanksi, mengakui kendali Hormuz) (Tambahan konteks: Perang AS-Iran menghancurkan penambangan Bitcoin Iran sebesar 77% dari hashrate; laporan perusahaan penambang: mesin model lama merugi parah, pembunuh sebenarnya adalah harga koin)
Daftar isi
Toggle
Presiden AS Donald Trump kembali menerapkan langkah sanksi ekonomi yang tegas dalam menangani situasi Timur Tengah. Pada hari Rabu, Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, mengumumkan bahwa AS akan mengenakan tarif menyeluruh setinggi 50% terhadap negara mana pun yang memasok persenjataan militer ke Iran, untuk memutus total jalur pasokan senjata potensial Iran.
Dalam unggahan yang menarik perhatian global ini, Trump menulis dengan nada keras:
“Setiap negara yang memasok persenjataan militer ke Iran, untuk semua dan setiap barang yang dijual ke Amerika Serikat, akan segera dikenakan tarif sebesar 50%, berlaku segera. Tidak ada ketentuan pengecualian atau keringanan apa pun!”
Ancaman tarif tersebut yang bersifat menyeluruh tanpa perbedaan, tidak diragukan lagi akan menimbulkan tekanan baru terhadap rantai pasokan global dan perdagangan internasional, serta mengirimkan peringatan paling tegas kepada negara-negara yang memiliki hubungan militer dengan Iran.
Waktu keluarnya peringatan tarif ini sangatlah penting. Tepat pada hari Selasa, AS baru saja mengumumkan bahwa telah tercapai kesepakatan gencatan senjata dengan Iran. Dalam pernyataan berikutnya, Trump mengungkapkan lebih banyak detail; ia menggambarkan perkembangan situasi Timur Tengah dalam waktu dekat sebagai “pergantian rezim yang sangat efektif”, serta menyatakan bahwa setelah kesepakatan gencatan senjata dicapai, AS akan “bekerja sama secara erat” dengan otoritas Iran.
Mengenai isu pengembangan senjata nuklir yang paling dikhawatirkan pihak luar, Trump dalam unggahan Truth Social lainnya secara tegas menjamin: “Tidak akan ada aktivitas pengayaan uranium (no enrichment of uranium).” Ia juga menjelaskan bahwa dalam 15 poin rencana damai yang diajukan AS, kedua pihak sudah mencapai kesepakatan atas banyak di antaranya.
Seiring situasi yang bergeser dari ketegangan yang meningkat menjadi meja perundingan, Trump juga mengisyaratkan bahwa AS dan Iran selanjutnya akan melakukan pembahasan substantif mengenai isu-isu seperti tarif dan pencabutan sanksi ekonomi. Ini menandai kemungkinan terjadinya titik balik bersejarah dalam hubungan AS-Iran setelah menjalani ketegangan militer yang ekstrem.