Canary Capital mengajukan ETF PEPE ke SEC, dengan tujuan membawa memecoin ke Wall Street sambil menghadapi tantangan regulasi yang kuat.
Canary Capital telah melakukan langkah berani di pasar kripto. Perusahaan tersebut telah mengusulkan ETF baru yang diperdagangkan di bursa untuk PEPE. Dana ini akan melacak harga spot dari memecoin PEPE. Akibatnya, perkembangan baru ini dipantau secara ketat oleh para investor.
Pertama, perusahaan tersebut mengajukan aplikasi S-1 ke Komisi Sekuritas dan Bursa AS. Pengajuan ini memulai proses persetujuan untuk ETF tersebut. Sebelumnya, Canary juga telah mengajukan dana memecoin seperti MOG dan PENGU. Dengan demikian, perusahaan ini memperluas fokus aset kripto cerukannya.
Canary baru mengajukan ETF PEPE pic.twitter.com/9Pq0SGjIHZ
— Eric Balchunas (@EricBalchunas) 8 April 2026
Selain itu, ETF ini akan memberi investor akses yang mudah ke PEPE. Saham dapat dibeli oleh investor menggunakan akun pialang konvensional. Dengan cara itu, mereka tidak harus hold token secara langsung. Ini akan mendatangkan investor ritel dan institusional tambahan ke memecoin.
_Bacaan Terkait: _****Morgan Stanley Menurunkan Penilaian ETF Bitcoin BlackRock
Selain itu, dana ini akan hold token PEPE yang nyata. Dana ini tidak akan bergantung pada kontrak futures atau derivatif. Akibatnya, ETF akan melacak dengan saksama harga pasar token tersebut. Namun demikian, biaya kecil akan mengurangi imbal hasil secara marginal dalam jangka panjang.
Sementara itu, dukungan Ethereum disertakan dalam pengajuan. Dana tersebut dapat menginvestasikan hingga 5 persen ke Ethereum. Ini hanya untuk menutup biaya transaksi jaringan. Perlu dicatat, Ethereum tidak akan menjadi investasi di dalam dana.
Selain itu, ETF ini menggunakan pendekatan keranjang untuk perdagangan saham. Ada 10.000 saham di setiap keranjang. Struktur ini membantu investor besar untuk melakukan perdagangan secara efektif. Ini juga lazim di sebagian besar ETF yang sudah ada.
Namun, pengajuan tersebut merupakan peringatan yang jelas tentang risiko serius. PEPE tidak memiliki utilitas dan aplikasi praktis. Pada dasarnya, PEPE didasarkan pada tren dan hype di internet. Dengan demikian, harganya dapat naik atau turun sangat cepat.
Selain itu, pengajuan tersebut menyoroti risiko manipulasi. Pasar memecoin rentan terhadap pemegang besar. Akibatnya, regulator bisa khawatir tentang keamanan investor. Kekhawatiran ini dapat menunda atau memblokir persetujuan.
Sementara itu, Canary Capital terus mengajukan proposal ETF yang berani. Perusahaan ini fokus pada token kripto yang volatil dan ceruk. Misalnya, perusahaan telah mengajukan dana MOG, PENGU, dan yang terkait TRUMP. Ini menunjukkan adanya persaingan yang meningkat di arena ETF.
Sementara itu, ETF Bitcoin dan Ethereum sangat sukses. Investor menempatkan miliaran dolar ke dalam dana-dana tersebut. Karena itu, perusahaan saat ini sedang bereksperimen dengan ide-ide baru. Minat lapangan terbaru adalah memecoin.
Di sisi lain, prospek persetujuan ETF PEPE dipertanyakan. Pasar yang stabil dan informasi penetapan harga yang sehat sering diminta oleh regulator. Ini adalah faktor kunci yang biasanya tidak tersedia dalam memecoin. Dengan demikian, SEC bisa bersikap hati-hati.
Sementara itu, proposal ini tetap dapat berdampak pada pasar. Proposal ini dapat memperkenalkan kesadaran dan likuiditas tambahan ke memecoin. Proposal ini juga akan meningkatkan citra mereka di mata masyarakat jika disetujui. Akibatnya, lebih banyak investor mungkin mempertimbangkan aset-aset ini.
Kesimpulannya, proposal ETF PEPE oleh Canary Capital menunjukkan keuangan kripto yang berkembang cepat. Meskipun risikonya tinggi, minat terus meningkat. Dengan demikian, masa depan investasi memecoin akan dipengaruhi oleh keputusan SEC.