Aset tokenisasi digital saat ini hanya memiliki pangsa yang sangat kecil dalam total kapitalisasi pasar saham dan obligasi global—hanya 0,01%. Angka ini terlihat kecil, namun mengandung ruang imajinasi yang besar. Para ahli memperkirakan bahwa angka ini bisa naik 100 kali lipat di masa depan, apa logika di baliknya?
Kendala yang dihadapi aset keuangan tradisional sangat nyata: ukurannya besar tetapi likuiditasnya sangat kurang, struktur transaksinya kompleks dengan ambang batas akses yang sangat tinggi, dan biaya penyelesaian antar wilayah yang mahal. Banyak aset berkualitas tinggi terjebak di brankas lembaga lokal, dalam keadaan tidak terpakai.
Munculnya RWA (tokenisasi aset riil) telah mengubah situasi ini. Ia seperti alat efisiensi, melakukan hal-hal yang tampak sederhana namun mendalam. Melihat kembali sejarah, ETF menyederhanakan proses alokasi aset, internet memecahkan monopoli informasi yang memungkinkan replikasi dengan biaya rendah, dan stablecoin membawa dolar tradisional ke dalam jaringan global yang selalu aktif. RWA pada dasarnya adalah kelanjutan dari serangkaian inovasi ini.
Ketika pemisahan dengan granularitas halus, penyelesaian dalam detik, dan partisipasi tanpa hambatan menjadi norma baru, migrasi aset tradisional ke blockchain hanyalah masalah waktu. Sorotan sebenarnya adalah: siapa yang pertama menyelesaikan penataan infrastruktur, dan bagaimana sikap regulator terhadap jalur RWA tahun depan akan langsung menentukan siapa yang tertawa terakhir.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
10 Suka
Hadiah
10
3
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
NotSatoshi
· 2025-12-23 20:55
0,01% hingga 1%, yang jelas adalah menunggu lampu hijau dari regulator, sekarang semua orang sedang mempertaruhkan.
Lihat AsliBalas0
BasementAlchemist
· 2025-12-23 16:28
0,01% hingga 1%, mudah diucapkan sulit dilakukan, kuncinya masih pada pengawasan.
Lihat AsliBalas0
BearMarketMonk
· 2025-12-22 17:59
0,01% mengalikan 100 kali atau 1%, rasanya tidak ada apa-apanya... yang menjadi kendala sebenarnya adalah regulasi.
Aset tokenisasi digital saat ini hanya memiliki pangsa yang sangat kecil dalam total kapitalisasi pasar saham dan obligasi global—hanya 0,01%. Angka ini terlihat kecil, namun mengandung ruang imajinasi yang besar. Para ahli memperkirakan bahwa angka ini bisa naik 100 kali lipat di masa depan, apa logika di baliknya?
Kendala yang dihadapi aset keuangan tradisional sangat nyata: ukurannya besar tetapi likuiditasnya sangat kurang, struktur transaksinya kompleks dengan ambang batas akses yang sangat tinggi, dan biaya penyelesaian antar wilayah yang mahal. Banyak aset berkualitas tinggi terjebak di brankas lembaga lokal, dalam keadaan tidak terpakai.
Munculnya RWA (tokenisasi aset riil) telah mengubah situasi ini. Ia seperti alat efisiensi, melakukan hal-hal yang tampak sederhana namun mendalam. Melihat kembali sejarah, ETF menyederhanakan proses alokasi aset, internet memecahkan monopoli informasi yang memungkinkan replikasi dengan biaya rendah, dan stablecoin membawa dolar tradisional ke dalam jaringan global yang selalu aktif. RWA pada dasarnya adalah kelanjutan dari serangkaian inovasi ini.
Ketika pemisahan dengan granularitas halus, penyelesaian dalam detik, dan partisipasi tanpa hambatan menjadi norma baru, migrasi aset tradisional ke blockchain hanyalah masalah waktu. Sorotan sebenarnya adalah: siapa yang pertama menyelesaikan penataan infrastruktur, dan bagaimana sikap regulator terhadap jalur RWA tahun depan akan langsung menentukan siapa yang tertawa terakhir.