Hentikan meratapi milenial dan Gen Z sejenak—lihat lebih dekat pada mereka yang berusia 50 tahun. Milenial hancur akibat 2008, Gen Z menghadapi inflasi dan stagnasi upah, tentu saja. Tapi inilah masalahnya: mereka yang berusia 50-an sedang menatap pensiun tanpa jaring pengaman pensiun yang dimiliki orang tua mereka. Inflasi menggerogoti pendapatan tetap mereka. Biaya perawatan kesehatan terus meningkat. Mereka juga terkena dampak pasar perumahan, hanya saja lebih awal. Gap kekayaan tidak baik untuk generasi manapun, tetapi beberapa hanya memiliki waktu yang lebih sedikit untuk pulih.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
7 Suka
Hadiah
7
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
DegenTherapist
· 2025-12-23 09:52
Sejujurnya, orang-orang yang berusia 50-an adalah yang paling menderita, benar-benar tidak ada yang peduli pada mereka.
Lihat AsliBalas0
FloorSweeper
· 2025-12-23 09:52
Dengan kehidupan pensiun yang tidak memiliki jaminan pensiun, itu benar-benar putus asa.
Lihat AsliBalas0
NoodlesOrTokens
· 2025-12-23 09:49
Jujur saja, orang-orang yang berusia 50-an adalah yang paling menderita, tidak ada yang memperhatikan mereka.
Generasi ini memang tidak memiliki pilihan, biaya medis menjadi beban berat.
Waktu tidak menunggu siapa pun, waktu pemulihan sudah tersita.
Daripada meratapi generasi muda, lebih baik melihat bagaimana mereka hidup.
Lihat AsliBalas0
zkNoob
· 2025-12-23 09:42
Wah, orang yang berusia lebih dari 50 tahun lebih menderita, tidak ada waktu untuk bangkit itu benar-benar putus asa.
Hentikan meratapi milenial dan Gen Z sejenak—lihat lebih dekat pada mereka yang berusia 50 tahun. Milenial hancur akibat 2008, Gen Z menghadapi inflasi dan stagnasi upah, tentu saja. Tapi inilah masalahnya: mereka yang berusia 50-an sedang menatap pensiun tanpa jaring pengaman pensiun yang dimiliki orang tua mereka. Inflasi menggerogoti pendapatan tetap mereka. Biaya perawatan kesehatan terus meningkat. Mereka juga terkena dampak pasar perumahan, hanya saja lebih awal. Gap kekayaan tidak baik untuk generasi manapun, tetapi beberapa hanya memiliki waktu yang lebih sedikit untuk pulih.