Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
## Kondisi Deflasi: Investor Perlu Tahu Bagaimana Mendapatkan "Emas" Saat Pasar Turun
Ketika harga barang dan jasa terus menurun, mata uang Anda justru meningkat nilainya—ini adalah **deflasi** yang berlawanan dengan inflasi umum. Terdengar baik untuk dompet, tetapi kenyataannya jauh lebih kompleks karena deflasi sering disertai krisis ekonomi dan pasar utang. Sebenarnya, apa itu deflasi, mengapa terjadi, dan apa yang harus dilakukan investor agar mendapatkan hasil di masa ekonomi yang sedang menurun ini?
### Deflasi adalah "penurunan" dari seluruh sistem
**Deflasi** adalah kondisi di mana tingkat harga secara keseluruhan menurun. Hal ini disebabkan oleh jumlah uang yang beredar dalam sistem ekonomi tidak cukup atau permintaan untuk membeli barang dan jasa menyusut. Ketika ini terjadi, nilai mata uang akan meningkat, daya beli tampak bertambah, tetapi sebenarnya bisnis kekurangan pendapatan, pengangguran meningkat, dan sistem ekonomi menjadi tertekan.
Contoh nyata terlihat saat resesi ekonomi, banyak orang mulai menabung uang, mengurangi konsumsi, bisnis melihat jumlah pembeli berkurang, lalu mengurangi produksi. Pengurangan produksi ini menyebabkan PHK, orang kehilangan pekerjaan, dan uang yang tersedia untuk membeli barang menjadi lebih sedikit. Harga harus turun untuk menarik pembeli, tetapi semakin banyak harga turun, semakin kecil keuntungan bisnis, dan mereka harus mem-PHK lagi—menciptakan siklus "deflasi" yang semakin dalam.
### Apa penyebab deflasi? Faktor yang perlu diketahui
**Faktor permintaan menurun**
Permintaan membeli barang dan jasa sangat rendah. Orang lebih memilih menabung daripada mengeluarkan uang. Selain itu, pengangguran dan utang rumah tangga meningkat, dan lembaga keuangan menjadi lebih ketat dalam memberikan kredit.
**Faktor penawaran berlebih**
Teknologi baru menurunkan biaya produksi. Produksi meningkat tetapi harga harus turun. Contoh nyata adalah krisis COVID-19, di mana pasar menahan diri, dan bank sentral harus menurunkan suku bunga untuk mengalirkan uang ke sistem.
**Kebijakan moneter yang salah**
Kenaikan suku bunga yang terlalu tinggi atau pajak yang berat menyebabkan uang tunai di tangan masyarakat tidak cukup.
### Terjadinya deflasi membuka "peluang" bagi investor
Sebagian besar menganggap deflasi sebagai hal buruk karena bisnis merugi dan saham jatuh, tetapi ini adalah momen di mana "investor cerdas" dapat membeli aset dengan harga murah.
**Instrumen utang: Suku bunga cenderung menurun**
Dalam masa deflasi, bank sentral biasanya menurunkan suku bunga untuk merangsang ekonomi. Instrumen utang yang dibeli (obligasi) akan nilainya meningkat karena bunga yang diterima lebih tinggi dari pasar saat itu.
**Saham barang konsumsi: Perusahaan yang tidak bisa diabaikan**
Perusahaan makanan, minuman, atau utilitas seperti (air dan listrik) tetap mendapatkan pendapatan. Bahkan saat pasar turun, harga saham mereka stabil, dan saat ekonomi pulih, harga saham ini akan naik dengan cepat.
**Properti: Harga "dijual" dengan pas**
Dalam pasar ekonomi yang melambat, mereka yang menghadapi deflasi akan menjual properti secara terburu-buru. Investor yang memiliki uang dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli tanah atau properti dengan harga 20-30% lebih rendah dari biasanya untuk spekulasi.
**Emas: Tempat berlindung bagi investor yang takut**
Pasar turun, harga emas naik, ini adalah "hedge" terbaik. Saat deflasi datang, harga emas cenderung turun, tetapi membeli dan menyimpannya akan menguntungkan saat pasar pulih dan dijual kembali.
### Investor harus membangun perlindungan diri
**Strategi 1: Mengumpulkan uang tunai**
Dalam masa deflasi, uang memiliki nilai. Tidak perlu berinvestasi secara agresif. Simpan 30-40% dari portofolio dalam bentuk uang tunai untuk membeli saat momentum tepat.
**Strategi 2: Membeli secara bertahap (Dollar Cost Averaging)**
Bukan investasi satu kali, tetapi membagi pembelian selama beberapa bulan. Saat pasar masih turun, Anda mendapatkan harga rata-rata yang lebih baik.
**Strategi 3: Trading CFD untuk meraih keuntungan saat pasar turun**
Tidak ingin menunggu ekonomi pulih? Trading CFD memungkinkan Anda "short selling". Jika saham terus turun, Anda tetap bisa meraih keuntungan. Platform seperti Mitrade menawarkan deposit minimum hanya 50 USD dan bonus 100 USD.
**Strategi 4: Memilih bisnis yang kuat, bukan seluruh pasar**
Pasar menurun, tetapi perusahaan yang kuat tetap bisa meraih laba. Saham-saham ini cenderung cepat pulih. Pelajari laporan keuangan tahunan dan lihat apakah perusahaan menghasilkan laba atau tidak.
### Apakah deflasi bisa terjadi di Thailand?
Pada April 2020, inflasi Thailand mencapai -2,99% (YoY), terendah dalam 10 tahun. Tetapi Thailand belum memenuhi definisi "deflasi" karena belum memenuhi 4 kriteria. Saat ini, tahun 2021, diperkirakan inflasi kembali ke 0,9%. Namun, risiko tetap ada, jika ekonomi global mengalami kontraksi lebih dalam, Thailand mungkin tidak bisa menghindarinya.
( Kesimpulan: Deflasi bukan akhir, tetapi awal bagi investor
Orang yang menabung sejak awal dan menunggu momentum akan mendapatkan keuntungan saat ekonomi pulih. Mereka yang tetap berinvestasi, tetapi memilih instrumen yang tepat )instrumen utang, barang konsumsi, emas###, tetap bisa meraih laba.
Akhirnya, investor yang berani "short selling" melalui trading CFD memiliki peluang meraih keuntungan baik saat pasar naik maupun turun—tidak perlu menunggu pasar pulih.
**Kondisi deflasi** bukanlah hal buruk, asalkan tahu cara mengelola dan mengambil keputusan yang tepat