Zakat adalah salah satu rukun Islam yang lima, dan merupakan kewajiban finansial yang membersihkan jiwa dan harta secara bersamaan. Ketika berhubungan dengan emas khususnya, pemahaman yang benar tentang hukum zakatnya menjadi penting bagi siapa saja yang memiliki logam mulia ini, baik yang disimpan maupun yang digunakan untuk perhiasan. Dalam panduan ini, kita akan fokus pada aspek praktis menghitung zakat emas secara langsung dan jelas.
Batas Minimum Zakat: Memahami Nisab Emas
Nisab emas adalah batas minimum yang mewajibkan pengeluaran zakat. Para ulama menetapkannya sebesar 85 gram emas murni (berat 24 karat). Jumlah ini bukan pilihan, melainkan berdasarkan petunjuk Nabi ﷺ yang menetapkan standar keharusan finansial yang jelas.
Jika kepemilikanmu kurang dari batas ini, maka tidak wajib zakat. Tetapi jika jumlahnya mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun hijriyah (hijriyah), maka menjadi wajib mengeluarkan zakat.
Hal ini berlaku untuk semua bentuk emas: batang, koin, perhiasan yang disimpan, atau bahkan investasi digital seperti dana indeks emas (ETFs).
Cara Menghitung Zakat: Rumus Dasar
Rumusnya sederhana dan mudah diterapkan:
Zakat emas = 2.5% × nilai pasar emas murni
Persentase ini tetap dan tidak berubah, dan nilai pasar dihitung berdasarkan harga per gram pada hari saat akan mengeluarkan zakat.
###Praktik sesuai kadar emas
Emas yang diperdagangkan di pasar berbeda tingkat kemurniannya. Berikut cara mengelolanya untuk setiap kadar:
Kadar 24 (Emas murni 100%):
Jika kamu memiliki 100 gram emas kadar 24, dan harga per gram di pasar 400 riyal Saudi, maka perhitungannya:
Berat bersih = 100 × 1 = 100 gram
Nilai total = 100 × 400 = 40.000 riyal
Zakat = 40.000 × 2.5% = 1.000 riyal
Kadar 21 (Emas murni 87.5%):
Jumlah yang sama (100 gram) dari kadar 21:
Berat bersih = 100 × 0.875 = 87.5 gram
Nilai total = 87.5 × 400 = 35.000 riyal
Zakat = 35.000 × 2.5% = 875 riyal
Kadar 18 (Emas murni 75%):
100 gram dari kadar 18:
Berat bersih = 100 × 0.75 = 75 gram
Nilai total = 75 × 400 = 30.000 riyal
Zakat = 30.000 × 2.5% = 750 riyal
Perhatikan bahwa contoh terakhir tidak mencapai nisab (75 gram murni < 85 gram), sehingga tidak wajib zakat.
###Tabel cepat nisab emas berdasarkan kadar
Kadar emas
Persentase kemurnian
Nisab emas
24K
100%
85 gram
21K
87.5%
97 gram
18K
75%
113 gram
Kelompok yang Bertanggung Jawab Mengeluarkan dan Berhak Menerima Zakat
###Siapa yang wajib mengeluarkan zakat emas?
Zakat wajib atas setiap Muslim atau Muslimah yang memenuhi tiga syarat:
Baligh dan berakal (Tidak wajib zakat bagi anak kecil atau orang gila)
Memiliki nisab syar’i dari emas
Telah berlalu satu tahun hijriyah atas kepemilikan tersebut
###Siapa yang berhak menerima zakat emas?
Allah SWT telah menetapkan delapan golongan yang hanya boleh menerima zakat:
1. Fakir dan Miskin: Mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.
2. Amil zakat: Petugas pengumpul dan pengelola zakat, berhak mendapatkan upah dari zakat meskipun mereka kaya.
3. Muallaf: Orang yang diberikan untuk memperkuat iman mereka atau mendapatkan kedekatan dengan Islam.
4. Riqab dan budak: Mereka yang ingin membebaskan diri dari perbudakan.
5. Gharimun: Mereka yang terbebani hutang dan tidak mampu membayar.
6. Fi Sabilillah: Untuk menyebarkan agama dan membela umat Islam.
7. Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan harta di perjalanan.
8. Muallaf yang baru masuk Islam: Khusus dalam kondisi tertentu.
###Siapa yang tidak berhak menerima zakat?
Ada kelompok tertentu yang tidak boleh diberi zakat:
Keluarga Nabi dan Banu Hasyim (Memiliki harta sendiri dari baitul mal)
Mereka yang mampu bekerja tetapi malas
Orang kaya dan mampu mencari nafkah
Kafir (Kecuali muallaf)
Orang tua, istri, dan anak-anak (Kewajiban nafkah mereka dari harta pribadi, bukan dari zakat)
Jenis-jenis emas dan hukum zakatnya yang berbeda
###Emas untuk perdagangan dan investasi
Jika emas disiapkan untuk dijual atau investasi, maka zakatnya wajib secara ijma’. Ini berlaku untuk:
Batang emas yang disimpan untuk dijual
Emas yang dibeli dengan niat mencari keuntungan
Dana indeks emas (ETFs)
Saham perusahaan pertambangan emas
Zakat dihitung dari nilai penuh dengan persentase 2.5% saat waktu haul tiba.
###Emas perhiasan pribadi
Terkait jenis ini, para ulama berbeda pendapat:
Mayoritas (Mazhab Maliki, Syafi’i, Hanbali):
Perhiasan yang digunakan sehari-hari untuk berhias (cincin, gelang, kalung) tidak wajib zakat, karena digunakan untuk keperluan bukan untuk disimpan.
Hanafi:
Wajib zakat atas semua perhiasan emas, bahkan yang digunakan untuk berhias.
Pendapat lain dari Maliki:
Zakat dikeluarkan sekali saja saat membeli.
###Emas pria
Dilarang bagi pria memakai perhiasan emas, tetapi ini tidak menghapus kewajiban zakat. Jika pria memiliki emas dalam bentuk apapun (disimpan atau dipertahankan tanpa dipakai), dan mencapai nisab serta telah haul, maka zakat tetap wajib.
Syarat dan ketentuan syar’i
Agar zakat yang dikeluarkan sah, harus memperhatikan beberapa ketentuan:
Tidak menunda: Saat zakat wajib, harus segera dikeluarkan setelah haul selesai. Menunda tanpa alasan yang dapat diterima adalah dosa.
Tidak menipu: Tidak boleh mengurangi berat emas atau harga secara bohong untuk menghindari zakat.
Tidak menghitung dari hutang lama: Zakat tidak gugur karena hutang lama kepada fakir; harus dibayar dari harta baru.
Niat ikhlas: Zakat tidak diterima jika ria atau pamer; harus ikhlas karena Allah.
Tidak mengeluarkan dari harta haram: Emas yang bercampur dengan harta haram atau riba tidak sah zakatnya.
Tidak mengutamakan yang berhak: Tidak boleh memberi zakat kepada kerabat atau teman sebagai rasa hormat jika mereka bukan dari delapan golongan yang berhak.
Tidak memaksa dan memberi imbalan: Tidak boleh mengaitkan pengeluaran zakat dengan permintaan jasa duniawi dari penerima.
Pertanyaan praktis umum
###Bagaimana jika membeli emas baru?
Jika membeli emas baru, zakat tidak wajib kecuali setelah satu tahun hijriyah berlalu. Tetapi jika sudah memiliki emas lama, emas baru dihitung bersamaan dan haul dihitung dari waktu kepemilikan emas lama.
###Apakah harus mengeluarkan zakat secara langsung atau uang?
Boleh memilih: mengeluarkan emasnya langsung, atau membayar nilai uangnya sesuai harga pasar hari pengeluaran.
###Bagaimana dengan dana indeks emas dan saham?
Ya, zakat wajib atas keduanya:
Dana indeks yang didukung emas nyata: Diperlakukan sebagai kepemilikan langsung emas, dan zakat 2.5% dari nilai pasar harus dikeluarkan.
Saham perusahaan pertambangan: Zakat dihitung sesuai niat. Jika untuk spekulasi (jual cepat), zakat 2.5% dari nilai penuh. Jika untuk investasi jangka panjang, zakat hanya dari keuntungan.
###Bagaimana menghitung zakat dari keuntungan investasi emas?
Gabungkan pokok dan keuntungan, lalu keluarkan 2.5% dari total saat haul tiba. Jika saham pertambangan tidak mewakili kepemilikan langsung emas, keluarkan 2.5% dari keuntungan yang diperoleh saja.
###Apakah ada pengecualian zakat?
Tidak ada pengecualian syar’i nyata. Namun beberapa ulama mengecualikan perhiasan yang dipakai sehari-hari oleh wanita, ini berbeda pendapat di antara madzhab.
Manfaat nyata dari mengeluarkan zakat
Mengeluarkan zakat emas bukan sekadar kewajiban finansial teoritis, tetapi proses nyata yang memiliki dampak praktis dan spiritual:
Membersihkan harta dan jiwa: Zakat membersihkan harta dari keraguan dan menghilangkan sifat kikir dari hati.
Barakah nyata: Harta yang dizakati tetap berkah dan terus berkembang.
Keadilan sosial: Distribusi kekayaan dari yang kaya ke yang miskin mengurangi kesenjangan dan ketegangan sosial.
Kebersamaan masyarakat: Zakat mewujudkan solidaritas sejati di antara anggota masyarakat Muslim.
Pahala akhirat: Mengeluarkan zakat dengan niat ikhlas mendekatkan hamba kepada Allah dan meningkatkan kebaikan.
Ringkasan praktis
Nisab emas dalam zakat dimulai dari 85 gram emas murni, dan mengeluarkan 2.5% dari nilai pasar setelah satu tahun hijriyah berlalu. Zakat mencakup semua jenis emas (batang, perhiasan disimpan, investasi), dan harus dikeluarkan kepada delapan golongan yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Mematuhi ketentuan ini memastikan keabsahan ibadah dan diterimanya, serta mewujudkan tujuan besar membersihkan harta dan jiwa secara bersamaan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Panduan Praktis Menghitung Zakat Emas: Semua yang Perlu Anda Ketahui
Zakat adalah salah satu rukun Islam yang lima, dan merupakan kewajiban finansial yang membersihkan jiwa dan harta secara bersamaan. Ketika berhubungan dengan emas khususnya, pemahaman yang benar tentang hukum zakatnya menjadi penting bagi siapa saja yang memiliki logam mulia ini, baik yang disimpan maupun yang digunakan untuk perhiasan. Dalam panduan ini, kita akan fokus pada aspek praktis menghitung zakat emas secara langsung dan jelas.
Batas Minimum Zakat: Memahami Nisab Emas
Nisab emas adalah batas minimum yang mewajibkan pengeluaran zakat. Para ulama menetapkannya sebesar 85 gram emas murni (berat 24 karat). Jumlah ini bukan pilihan, melainkan berdasarkan petunjuk Nabi ﷺ yang menetapkan standar keharusan finansial yang jelas.
Jika kepemilikanmu kurang dari batas ini, maka tidak wajib zakat. Tetapi jika jumlahnya mencapai nisab dan telah berlalu satu tahun hijriyah (hijriyah), maka menjadi wajib mengeluarkan zakat.
Hal ini berlaku untuk semua bentuk emas: batang, koin, perhiasan yang disimpan, atau bahkan investasi digital seperti dana indeks emas (ETFs).
Cara Menghitung Zakat: Rumus Dasar
Rumusnya sederhana dan mudah diterapkan:
Zakat emas = 2.5% × nilai pasar emas murni
Persentase ini tetap dan tidak berubah, dan nilai pasar dihitung berdasarkan harga per gram pada hari saat akan mengeluarkan zakat.
###Praktik sesuai kadar emas
Emas yang diperdagangkan di pasar berbeda tingkat kemurniannya. Berikut cara mengelolanya untuk setiap kadar:
Kadar 24 (Emas murni 100%): Jika kamu memiliki 100 gram emas kadar 24, dan harga per gram di pasar 400 riyal Saudi, maka perhitungannya:
Kadar 21 (Emas murni 87.5%): Jumlah yang sama (100 gram) dari kadar 21:
Kadar 18 (Emas murni 75%): 100 gram dari kadar 18:
Perhatikan bahwa contoh terakhir tidak mencapai nisab (75 gram murni < 85 gram), sehingga tidak wajib zakat.
###Tabel cepat nisab emas berdasarkan kadar
Kelompok yang Bertanggung Jawab Mengeluarkan dan Berhak Menerima Zakat
###Siapa yang wajib mengeluarkan zakat emas?
Zakat wajib atas setiap Muslim atau Muslimah yang memenuhi tiga syarat:
###Siapa yang berhak menerima zakat emas?
Allah SWT telah menetapkan delapan golongan yang hanya boleh menerima zakat:
1. Fakir dan Miskin: Mereka yang tidak mampu memenuhi kebutuhan pokoknya.
2. Amil zakat: Petugas pengumpul dan pengelola zakat, berhak mendapatkan upah dari zakat meskipun mereka kaya.
3. Muallaf: Orang yang diberikan untuk memperkuat iman mereka atau mendapatkan kedekatan dengan Islam.
4. Riqab dan budak: Mereka yang ingin membebaskan diri dari perbudakan.
5. Gharimun: Mereka yang terbebani hutang dan tidak mampu membayar.
6. Fi Sabilillah: Untuk menyebarkan agama dan membela umat Islam.
7. Ibnu Sabil: Musafir yang kehabisan harta di perjalanan.
8. Muallaf yang baru masuk Islam: Khusus dalam kondisi tertentu.
###Siapa yang tidak berhak menerima zakat?
Ada kelompok tertentu yang tidak boleh diberi zakat:
Jenis-jenis emas dan hukum zakatnya yang berbeda
###Emas untuk perdagangan dan investasi
Jika emas disiapkan untuk dijual atau investasi, maka zakatnya wajib secara ijma’. Ini berlaku untuk:
Zakat dihitung dari nilai penuh dengan persentase 2.5% saat waktu haul tiba.
###Emas perhiasan pribadi
Terkait jenis ini, para ulama berbeda pendapat:
Mayoritas (Mazhab Maliki, Syafi’i, Hanbali): Perhiasan yang digunakan sehari-hari untuk berhias (cincin, gelang, kalung) tidak wajib zakat, karena digunakan untuk keperluan bukan untuk disimpan.
Hanafi: Wajib zakat atas semua perhiasan emas, bahkan yang digunakan untuk berhias.
Pendapat lain dari Maliki: Zakat dikeluarkan sekali saja saat membeli.
###Emas pria
Dilarang bagi pria memakai perhiasan emas, tetapi ini tidak menghapus kewajiban zakat. Jika pria memiliki emas dalam bentuk apapun (disimpan atau dipertahankan tanpa dipakai), dan mencapai nisab serta telah haul, maka zakat tetap wajib.
Syarat dan ketentuan syar’i
Agar zakat yang dikeluarkan sah, harus memperhatikan beberapa ketentuan:
Tidak menunda: Saat zakat wajib, harus segera dikeluarkan setelah haul selesai. Menunda tanpa alasan yang dapat diterima adalah dosa.
Tidak menipu: Tidak boleh mengurangi berat emas atau harga secara bohong untuk menghindari zakat.
Tidak menghitung dari hutang lama: Zakat tidak gugur karena hutang lama kepada fakir; harus dibayar dari harta baru.
Niat ikhlas: Zakat tidak diterima jika ria atau pamer; harus ikhlas karena Allah.
Tidak mengeluarkan dari harta haram: Emas yang bercampur dengan harta haram atau riba tidak sah zakatnya.
Tidak mengutamakan yang berhak: Tidak boleh memberi zakat kepada kerabat atau teman sebagai rasa hormat jika mereka bukan dari delapan golongan yang berhak.
Tidak memaksa dan memberi imbalan: Tidak boleh mengaitkan pengeluaran zakat dengan permintaan jasa duniawi dari penerima.
Pertanyaan praktis umum
###Bagaimana jika membeli emas baru?
Jika membeli emas baru, zakat tidak wajib kecuali setelah satu tahun hijriyah berlalu. Tetapi jika sudah memiliki emas lama, emas baru dihitung bersamaan dan haul dihitung dari waktu kepemilikan emas lama.
###Apakah harus mengeluarkan zakat secara langsung atau uang?
Boleh memilih: mengeluarkan emasnya langsung, atau membayar nilai uangnya sesuai harga pasar hari pengeluaran.
###Bagaimana dengan dana indeks emas dan saham?
Ya, zakat wajib atas keduanya:
###Bagaimana menghitung zakat dari keuntungan investasi emas?
Gabungkan pokok dan keuntungan, lalu keluarkan 2.5% dari total saat haul tiba. Jika saham pertambangan tidak mewakili kepemilikan langsung emas, keluarkan 2.5% dari keuntungan yang diperoleh saja.
###Apakah ada pengecualian zakat?
Tidak ada pengecualian syar’i nyata. Namun beberapa ulama mengecualikan perhiasan yang dipakai sehari-hari oleh wanita, ini berbeda pendapat di antara madzhab.
Manfaat nyata dari mengeluarkan zakat
Mengeluarkan zakat emas bukan sekadar kewajiban finansial teoritis, tetapi proses nyata yang memiliki dampak praktis dan spiritual:
Membersihkan harta dan jiwa: Zakat membersihkan harta dari keraguan dan menghilangkan sifat kikir dari hati.
Barakah nyata: Harta yang dizakati tetap berkah dan terus berkembang.
Keadilan sosial: Distribusi kekayaan dari yang kaya ke yang miskin mengurangi kesenjangan dan ketegangan sosial.
Kebersamaan masyarakat: Zakat mewujudkan solidaritas sejati di antara anggota masyarakat Muslim.
Pahala akhirat: Mengeluarkan zakat dengan niat ikhlas mendekatkan hamba kepada Allah dan meningkatkan kebaikan.
Ringkasan praktis
Nisab emas dalam zakat dimulai dari 85 gram emas murni, dan mengeluarkan 2.5% dari nilai pasar setelah satu tahun hijriyah berlalu. Zakat mencakup semua jenis emas (batang, perhiasan disimpan, investasi), dan harus dikeluarkan kepada delapan golongan yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Mematuhi ketentuan ini memastikan keabsahan ibadah dan diterimanya, serta mewujudkan tujuan besar membersihkan harta dan jiwa secara bersamaan.