【Malaise Chief Economist Warning: Ekonomi AS Menghadapi Tekanan pada 2026】
Malaise Chief Economist David Rosenberg dari Merrill Lynch baru-baru ini merilis prediksi ekonomi yang menarik perhatian, yang melibatkan perubahan besar di pasar tenaga kerja dan kebijakan moneter di Amerika Serikat.
**Tingkat Pengangguran Mungkin Meningkat Signifikan**
Rosenberg menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di AS dalam jangka pendek mungkin menembus angka 5%, dan pada akhir 2026 bahkan berpotensi naik hingga 6%. Perubahan drastis di pasar tenaga kerja ini akan langsung mempengaruhi momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan risiko resesi.
**Pemotongan Suku Bunga oleh Federal Reserve Melebihi Ekspektasi**
Yang lebih penting, analis senior ini memprediksi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan memangkas suku bunga sebesar 125 basis poin hingga akhir 2026, menurunkan suku bunga acuan menjadi sekitar 2,25%. Ini menandakan kemungkinan datangnya periode pelonggaran likuiditas secara besar-besaran.
**Mengapa Perlu Memperhatikan Sinyal Ini?**
Rosenberg berasal dari institusi keuangan top seperti Merrill Lynch, dan prediksinya didasarkan pada pengalaman pengamatan siklus ekonomi selama puluhan tahun. Bagi pelaku pasar, peringatan ini menyangkut tiga isu utama:
Pertama, lingkungan kebijakan moneter yang longgar akan menekan hasil aset tradisional, meningkatkan daya tarik relatif aset berisiko. Kedua, likuiditas yang melimpah biasanya menciptakan peluang untuk aset alternatif (termasuk mata uang kripto). Ketiga, ketidakpastian ekonomi yang meningkat menyoroti pentingnya diversifikasi portofolio aset.
Investor cerdas sudah mulai memikirkan perubahan jangka panjang ini. Bagaimana pandangan Anda tentang prediksi ini?
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
25 Suka
Hadiah
25
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
SnapshotDayLaborer
· 01-07 20:42
Pemotongan suku bunga sebesar 125 basis poin? Itu sama saja memberi angin segar ke dunia kripto, saya sudah memperkirakannya sejak lama
Lihat AsliBalas0
TokenSherpa
· 01-06 05:13
lihat, jika Anda benar-benar memeriksa pola pemungutan suara historis tentang pemotongan suku bunga, preseden di sini cukup jelas—125 bps pada tahun 2026 sesuai dengan apa yang telah kita lihat dalam siklus sebelumnya, ngl
Lihat AsliBalas0
MEVSandwichVictim
· 01-05 01:50
Pemotongan suku bunga sebesar 125bp? Lalu bagaimana dengan penghasilan stablecoin saya, seharusnya sudah menimbun BTC sejak lama
Lihat AsliBalas0
governance_ghost
· 01-05 01:49
Penurunan suku bunga sebesar 125 basis poin? Jadi BTC seharusnya mulai naik, ya. Saya sudah terlalu sering mendengar argumen bahwa likuiditas melimpah ini.
Lihat AsliBalas0
ForumMiningMaster
· 01-05 01:28
125bp penurunan suku bunga? Itu berarti sinyal positif untuk dunia kripto, likuiditas akan datang
#比特币与黄金战争 $BTC $SUI $JOE
【Malaise Chief Economist Warning: Ekonomi AS Menghadapi Tekanan pada 2026】
Malaise Chief Economist David Rosenberg dari Merrill Lynch baru-baru ini merilis prediksi ekonomi yang menarik perhatian, yang melibatkan perubahan besar di pasar tenaga kerja dan kebijakan moneter di Amerika Serikat.
**Tingkat Pengangguran Mungkin Meningkat Signifikan**
Rosenberg menunjukkan bahwa tingkat pengangguran di AS dalam jangka pendek mungkin menembus angka 5%, dan pada akhir 2026 bahkan berpotensi naik hingga 6%. Perubahan drastis di pasar tenaga kerja ini akan langsung mempengaruhi momentum pertumbuhan ekonomi, meningkatkan risiko resesi.
**Pemotongan Suku Bunga oleh Federal Reserve Melebihi Ekspektasi**
Yang lebih penting, analis senior ini memprediksi bahwa Federal Reserve kemungkinan akan memangkas suku bunga sebesar 125 basis poin hingga akhir 2026, menurunkan suku bunga acuan menjadi sekitar 2,25%. Ini menandakan kemungkinan datangnya periode pelonggaran likuiditas secara besar-besaran.
**Mengapa Perlu Memperhatikan Sinyal Ini?**
Rosenberg berasal dari institusi keuangan top seperti Merrill Lynch, dan prediksinya didasarkan pada pengalaman pengamatan siklus ekonomi selama puluhan tahun. Bagi pelaku pasar, peringatan ini menyangkut tiga isu utama:
Pertama, lingkungan kebijakan moneter yang longgar akan menekan hasil aset tradisional, meningkatkan daya tarik relatif aset berisiko. Kedua, likuiditas yang melimpah biasanya menciptakan peluang untuk aset alternatif (termasuk mata uang kripto). Ketiga, ketidakpastian ekonomi yang meningkat menyoroti pentingnya diversifikasi portofolio aset.
Investor cerdas sudah mulai memikirkan perubahan jangka panjang ini. Bagaimana pandangan Anda tentang prediksi ini?