Cara Menggunakan Correlation Forex dalam Pengambilan Keputusan Trading yang Cerdas

Forex Correlation adalah apa dan mengapa itu penting

Ketika Anda memasuki pasar Forex untuk pertama kalinya, Anda akan menemukan bahwa mata uang tidak bergerak secara terpisah. Ada hubungan antara beberapa pasangan mata uang yang disebut Correlation, yang merupakan salah satu alat penting yang digunakan oleh trader profesional dalam menganalisis pasar.

Correlation adalah studi tentang bagaimana dua atau lebih variabel berkaitan satu sama lain. Dalam konteks Forex, correlation menunjukkan apakah dua pasangan mata uang bergerak ke arah yang sama atau berlawanan, dan seberapa kuat hubungan tersebut. Memahami hal ini akan membantu Anda menghindari investasi yang tumpang tindih dan mengalokasikan dana secara lebih efisien.

Mengukur hubungan dengan Correlation Coefficient

Variabel yang digunakan untuk mengukur tingkat hubungan disebut Correlation Coefficient, yang berkisar antara -1 hingga 1. Setiap nilai memiliki arti sebagai berikut:

  • Nilai +1: Kedua mata uang bergerak ke arah yang sama sepenuhnya (jika satu naik, yang lain juga selalu naik)
  • Nilai -1: Kedua mata uang bergerak secara berlawanan sepenuhnya
  • Nilai 0: Tidak ada hubungan antara kedua mata uang

Dalam praktiknya, correlation forex di atas 50% dianggap cukup kuat, dan jika melebihi 80%, hubungan tersebut sangat dekat.

Fenomena yang dapat Anda amati di pasar

Ketika mata uang memiliki Correlation Coefficient positif

Perhatikan pasangan EUR/USD, GBP/USD, AUD/USD, dan NZD/USD. Mereka cenderung bergerak ke arah yang sama karena mata uang belakangnya adalah USD semua. Misalnya, jika ekonomi AS memburuk dan USD melemah, EUR, GBP, AUD, NZD akan menguat secara bersamaan.

Ketika correlation menunjukkan nilai negatif

Di sisi lain, pasangan AUDUSD dan USDCAD memiliki correlation sebesar -89.6%, yang berarti pergerakan mereka hampir sepenuhnya berlawanan. Ketika AUD menguat, CAD biasanya melemah. Pengetahuan ini membantu Anda menghindari risiko tumpang tindih.

Kasus tanpa hubungan

Pasangan AUDNZD dan USDJPY memiliki correlation sekitar -0.5%, yang menunjukkan bahwa pergerakan mereka hampir independen satu sama lain. Dalam situasi ini, Anda dapat berinvestasi di keduanya tanpa khawatir saling mempengaruhi.

Risk-On dan Risk-Off: Fenomena yang Menggerakkan Correlation

Perubahan correlation Forex sering terkait dengan tingkat risiko pasar:

Sentimen Risk-On terjadi ketika investor merasa percaya diri dan mengalihkan dana dari aset aman ke aset berisiko tinggi. Pada saat ini, mata uang berisiko seperti AUD, NZD, dan CAD biasanya menguat, sementara JPY (mata uang yang menghindari risiko) melemah.

Sentimen Risk-Off adalah kebalikannya. Ketika kekhawatiran meningkat, investor beralih ke aset aman seperti USD dan JPY, yang menguat, sementara AUD, NZD, CAD, dan emas (XAU/USD) cenderung melemah.

Contoh singkatnya, antara AUDJPY dan EURJPY memiliki correlation sebesar 80.3%, karena keduanya didorong oleh risiko dan suasana pasar yang sama.

Pertanyaan penting: Mengapa mempelajari Forex Correlation?

Q: Apakah mengetahui ini benar-benar membantu saya mendapatkan keuntungan?

A: Tidak secara langsung, tetapi membantu Anda menghindari risiko yang tidak perlu. Jika Anda membeli EUR/USD dan GBP/USD secara bersamaan (keduanya memiliki correlation tinggi), Anda secara tidak sadar berinvestasi di hal yang sama. Ketika pasar berbalik, kedua pasangan akan mengalami kerugian bersamaan.

Q: Apakah correlation pasar Forex akan berubah?

A: Ya, tentu saja. Nilai correlation forex tidak tetap sepanjang waktu. Ia berubah sesuai situasi ekonomi, berita dari bank sentral, kebijakan fiskal, dan peristiwa politik. Ketika terjadi peristiwa ekonomi besar, korelasi forex bisa berbalik dengan cepat.

Q: Bagaimana hubungan USD/JPY dan emas XAU/USD?

A: Memiliki nilai -44.9%, yang berarti pergerakan mereka cukup berlawanan, tetapi tidak sepenuhnya. (-80% ke atas), ketika USD menguat, emas biasanya melemah.

Strategi Pairs Trading: Menghasilkan keuntungan dari hubungan

Pairs Trading atau perdagangan pasangan adalah memanfaatkan correlation forex untuk mencari peluang keuntungan.

Cara kerjanya: Jika EUR/USD dan GBP/USD biasanya memiliki correlation sebesar 0.85, tetapi karena peristiwa ekonomi tertentu, EUR melemah sementara GBP tetap, Anda bisa:

  • Membeli EUR/USD (dengan harapan kembali ke level normal)
  • Menjual GBP/USD (dengan harapan mengikuti kembali)

Ketika keduanya kembali ke tingkat correlation semula, Anda akan mendapatkan keuntungan dari kedua posisi tersebut.

Data dan peristiwa yang menentukan Correlation

Nilai correlation forex tidak terjadi secara kebetulan. Ia didorong oleh:

  1. Data ekonomi: PDB, inflasi, pengelolaan ekonomi. Data yang baik dari suatu negara biasanya memperkuat mata uang negara tersebut.

  2. Pertemuan dan pernyataan bank sentral: Pernyataan dari Fed, ECB, BOJ, atau bank sentral lain mempengaruhi ekspektasi suku bunga.

  3. Data perdagangan: Statistik impor dan ekspor, neraca perdagangan.

  4. Peristiwa politik: Pemilihan umum, perubahan kebijakan, ketidakpastian politik.

Cara memanfaatkan: Menggunakan Forex Correlation secara efektif

1. Kurangi risiko dengan membangun portofolio yang beragam

Alih-alih membeli EUR/USD, GBP/USD, dan AUD/USD (semua memiliki correlation tinggi), pertimbangkan menambahkan AUDJPY atau AUDNZD yang memiliki correlation berbeda.

2. Hindari duplikasi risiko

Periksa correlation sebelum membuka posisi baru. Jika Anda sudah memiliki posisi di EUR/USD, jangan langsung membeli GBP/USD.

3. Gunakan Risk-On/Risk-Off untuk menentukan arah

Saat pasar dalam fase Risk-Off, fokuslah pada mata uang yang aman (USD, JPY) dan hindari AUD, NZD, CAD sebagian besar waktu.

4. Gunakan sebagai alat pendukung, bukan satu-satunya

Correlation forex hanyalah salah satu alat. Gunakan bersama analisis teknikal, manajemen risiko, dan pemahaman kondisi ekonomi secara luas.

Peringatan: Jangan bergantung hanya pada Correlation

Correlation memiliki keterbatasan. Periode penghitungan correlation mempengaruhi nilainya. Baik correlation mingguan, bulanan, maupun tahunan memiliki nilai berbeda.

Selain itu, correlation bisa pecah saat terjadi peristiwa tak terduga (Black Swan Event), seperti keruntuhan bank, perang dagang, atau krisis keuangan. Dalam situasi ini, korelasi alami mungkin tidak berlaku lagi.

Kesimpulan: Forex Correlation adalah alat yang kuat

Ketika Anda benar-benar memahami correlation forex, Anda akan memiliki pandangan baru terhadap pasar. Mata uang tidak lagi tampak terpisah, melainkan saling terhubung melalui tali ekonomi, berita, dan kondisi pasar.

Kemampuan membaca correlation forex dengan tepat, disertai manajemen risiko yang baik, akan menjadikan Anda trader yang lebih cerdas. Strategi Anda akan berfokus pada menghindari kesalahan dan memastikan setiap trading didukung oleh data, bukan hanya keberuntungan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)