Dalam hal analisis teknis, Banyak orang mungkin tidak tahu dari mana dasar prediksi pasar berasal. Sebenarnya Teori Dow Ini masih merupakan salah satu alat paling efektif bagi mereka yang ingin memahami pergerakan pasar.
Apa itu Teori Dow dan dari mana asalnya?
Pada awal abad ke-20, Charles H. Dow dan William Peter Hamilton mengembangkan konsep yang memandang pasar sebagai sistem dinamis, bukan hanya seperangkat angka acak. Mereka melihat naik turunnya harga mencerminkan semua informasi yang tersedia di pasar. Teori Dow Ini adalah dasar analisis teknis.
Teori ini tidak hanya berbicara tentang grafik harga, tetapi juga mencakup perilaku pasar. Psikologi investor dan sifat tren yang dapat dideteksi dengan pasti.
##6 Prinsip Kunci yang Mendasari Teori Dow
1. Pasar telah menyerap semua informasi.
Baik itu berita, informasi, Perkiraan keuntungan atau faktor fundamental semuanya tercermin dalam harga.
2. Ada 3 tingkat kecenderungan pada saat yang bersamaan.
Setiap produk, dari besar hingga kecil, bergerak dengan cara lemur. (tren bersarang)
3. Volume perdagangan harus sesuai dengan harga.
Jika harga naik tetapi volumenya lebih sedikit, atau harga turun tetapi volumenya tenang, itu adalah tanda peringatan bahwa trennya mungkin tidak kuat.
4. Indeks harus dikonfirmasi.
Jika pasar utama naik, Sinyal dukungan harus muncul dalam beberapa cara secara bersamaan.
5. Setiap tren memiliki 3 periode yang berbeda.
Periode akumulasi, periode reli utama, dan periode distribusi.
6. Tren akan berlanjut sampai ada sinyal break yang pasti.
Perubahan arah harus memiliki bukti yang jelas, seperti tinggi yang lebih rendah atau terendah yang lebih rendah dalam tren naik.
3 tingkat struktur tren
Tren Utama (Tren utama)
Durasinya 1 tahun atau lebih. Terkadang selama 4 tahun.
Tren Menengah (Tren sekunder)
Dibutuhkan antara 3 minggu dan 3 bulan.
Tren Kecil (Sub-tren)
Jangka pendek yang tidak melebihi 3 minggu, pergerakan kecil pada grafik.
Setiap level menunjukkan karakteristik yang sama, yaitu Uptrend. (Tren naik) Tren turun (Kelemahan) Atau menyamping (Pintu keluar samping) dengan perbedaan yang jelas.
Metode Arah: Tinggi Tinggi vs Rendah Rendah
Ketika itu adalah tren naik
Buat tertinggi baru yang lebih tinggi dari sebelumnya. (Tinggi Tinggi)
Naikkan bagian bawah lebih tinggi. (Lebih Tinggi Rendah)
Terlihat seperti “W” yang mengembang.
Ketika tren turun
Buat tertinggi baru yang diturunkan. (Tinggi Bawah)
Titik terendah lebih rendah dari sebelumnya. (Rendah Rendah)
Penampilan seperti “M” yang diciutkan
Ketika itu menyamping
Harga beralih bolak-balik. Tidak ada ketinggian yang jelas atau daya angkat rendah, seperti divisi standar.
Double Bottom dan Double Top: Sinyal Perubahan Tren
Bagian bawah ganda (Titik terendah ganda)
Itu muncul ketika harga turun ke level rendah dan kemudian naik lagi, dan kemudian turun untuk menyentuh level terendah yang sama lagi. Tanda ini menunjukkan bahwa tren bearish akan segera berakhir. Pasar akan berubah menjadi bullish.
Atas ganda (Puncak ganda)
Sebaliknya. Ketika harga mencapai tertinggi dan kemudian turun, harga menyentuh level tertinggi yang sama lagi. Ini dapat menyebabkan perubahan bearish.
Kekuatan Teori Dow yang Harus Diketahui Trader
✓ Sistem Dasar yang Stabil - Prinsipnya jelas. Mudah dipahami dan diterapkan
✓ Mengidentifikasi arah pasar secara efektif - Bantu investor membuat rencana perdagangan yang lebih baik
✓ Menunjukkan kekuatan tren. - Melihat volume perdagangan mengkonfirmasi apakah trennya meyakinkan atau tidak.
✓ independen dari data ekonomi; - Dapat digunakan dalam kondisi pasar yang tidak menentu
Batasan yang perlu diperhatikan
✗ Penundaan konfirmasi - Terkadang, sebelum mengonfirmasi sinyal, harga mungkin sudah bergerak jauh.
✗ Tidak termasuk faktor fundamental - Terkadang data penting dari perusahaan atau ekonomi tidak tercermin dalam harga segera.
✗ Memerlukan beberapa verifikasi. - Tidak ada sinyal pemisahan yang jelas Terkadang Anda bisa membeli ke arah yang salah.
Menggunakan Teori Dow dalam Perdagangan CFD
Saat Anda belajar Teori Dow Anda kemudian dapat menerapkannya ke perdagangan CFD, karena jenis komoditas ini memungkinkan Anda untuk berdagang baik ke atas maupun ke bawah.
Contoh perencanaan:
Mempelajari grafik emas, jelas dalam tren naik dengan pola tinggi dan rendah yang lebih tinggi.
Rencanakan perdagangan terbalik Pilih Pesanan Beli.
Atur ukuran lot yang sesuai Pilih leverage berdasarkan toleransi risiko
Tetapkan take profit dan stop loss dengan ketat.
Analisis berdasarkan prinsip-prinsip Teori Dow Ini membantu pedagang untuk memiliki rencana yang jelas. Ketahui di mana pasar berada dan ke mana ia akan bergerak pada peluang tertinggi.
Kesimpulan: Mengapa Belajar Teori Dow?
Teori ini terbentuk lebih dari seabad yang lalu, tetapi masih diperlukan hingga saat ini karena menjelaskan perilaku pasar dengan mudah dan efektif. Apakah Anda seorang investor jangka panjang atau trader jangka pendek. Memahami prinsip Teori Dow Ini akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih cerdas.
Menggabungkan Teori Dow dengan Manajemen Uang dan Risiko yang Tepat Ini akan menciptakan fondasi yang kuat untuk perdagangan jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Teori Dow Theory yang harus diketahui trader: dari masa lalu hingga praktik
Dalam hal analisis teknis, Banyak orang mungkin tidak tahu dari mana dasar prediksi pasar berasal. Sebenarnya Teori Dow Ini masih merupakan salah satu alat paling efektif bagi mereka yang ingin memahami pergerakan pasar.
Apa itu Teori Dow dan dari mana asalnya?
Pada awal abad ke-20, Charles H. Dow dan William Peter Hamilton mengembangkan konsep yang memandang pasar sebagai sistem dinamis, bukan hanya seperangkat angka acak. Mereka melihat naik turunnya harga mencerminkan semua informasi yang tersedia di pasar. Teori Dow Ini adalah dasar analisis teknis.
Teori ini tidak hanya berbicara tentang grafik harga, tetapi juga mencakup perilaku pasar. Psikologi investor dan sifat tren yang dapat dideteksi dengan pasti.
##6 Prinsip Kunci yang Mendasari Teori Dow
1. Pasar telah menyerap semua informasi. Baik itu berita, informasi, Perkiraan keuntungan atau faktor fundamental semuanya tercermin dalam harga.
2. Ada 3 tingkat kecenderungan pada saat yang bersamaan. Setiap produk, dari besar hingga kecil, bergerak dengan cara lemur. (tren bersarang)
3. Volume perdagangan harus sesuai dengan harga. Jika harga naik tetapi volumenya lebih sedikit, atau harga turun tetapi volumenya tenang, itu adalah tanda peringatan bahwa trennya mungkin tidak kuat.
4. Indeks harus dikonfirmasi. Jika pasar utama naik, Sinyal dukungan harus muncul dalam beberapa cara secara bersamaan.
5. Setiap tren memiliki 3 periode yang berbeda. Periode akumulasi, periode reli utama, dan periode distribusi.
6. Tren akan berlanjut sampai ada sinyal break yang pasti. Perubahan arah harus memiliki bukti yang jelas, seperti tinggi yang lebih rendah atau terendah yang lebih rendah dalam tren naik.
3 tingkat struktur tren
Tren Utama (Tren utama) Durasinya 1 tahun atau lebih. Terkadang selama 4 tahun.
Tren Menengah (Tren sekunder) Dibutuhkan antara 3 minggu dan 3 bulan.
Tren Kecil (Sub-tren) Jangka pendek yang tidak melebihi 3 minggu, pergerakan kecil pada grafik.
Setiap level menunjukkan karakteristik yang sama, yaitu Uptrend. (Tren naik) Tren turun (Kelemahan) Atau menyamping (Pintu keluar samping) dengan perbedaan yang jelas.
Metode Arah: Tinggi Tinggi vs Rendah Rendah
Ketika itu adalah tren naik
Ketika tren turun
Ketika itu menyamping Harga beralih bolak-balik. Tidak ada ketinggian yang jelas atau daya angkat rendah, seperti divisi standar.
Double Bottom dan Double Top: Sinyal Perubahan Tren
Bagian bawah ganda (Titik terendah ganda) Itu muncul ketika harga turun ke level rendah dan kemudian naik lagi, dan kemudian turun untuk menyentuh level terendah yang sama lagi. Tanda ini menunjukkan bahwa tren bearish akan segera berakhir. Pasar akan berubah menjadi bullish.
Atas ganda (Puncak ganda) Sebaliknya. Ketika harga mencapai tertinggi dan kemudian turun, harga menyentuh level tertinggi yang sama lagi. Ini dapat menyebabkan perubahan bearish.
Kekuatan Teori Dow yang Harus Diketahui Trader
✓ Sistem Dasar yang Stabil - Prinsipnya jelas. Mudah dipahami dan diterapkan
✓ Mengidentifikasi arah pasar secara efektif - Bantu investor membuat rencana perdagangan yang lebih baik
✓ Menunjukkan kekuatan tren. - Melihat volume perdagangan mengkonfirmasi apakah trennya meyakinkan atau tidak.
✓ independen dari data ekonomi; - Dapat digunakan dalam kondisi pasar yang tidak menentu
Batasan yang perlu diperhatikan
✗ Penundaan konfirmasi - Terkadang, sebelum mengonfirmasi sinyal, harga mungkin sudah bergerak jauh.
✗ Tidak termasuk faktor fundamental - Terkadang data penting dari perusahaan atau ekonomi tidak tercermin dalam harga segera.
✗ Memerlukan beberapa verifikasi. - Tidak ada sinyal pemisahan yang jelas Terkadang Anda bisa membeli ke arah yang salah.
Menggunakan Teori Dow dalam Perdagangan CFD
Saat Anda belajar Teori Dow Anda kemudian dapat menerapkannya ke perdagangan CFD, karena jenis komoditas ini memungkinkan Anda untuk berdagang baik ke atas maupun ke bawah.
Contoh perencanaan:
Analisis berdasarkan prinsip-prinsip Teori Dow Ini membantu pedagang untuk memiliki rencana yang jelas. Ketahui di mana pasar berada dan ke mana ia akan bergerak pada peluang tertinggi.
Kesimpulan: Mengapa Belajar Teori Dow?
Teori ini terbentuk lebih dari seabad yang lalu, tetapi masih diperlukan hingga saat ini karena menjelaskan perilaku pasar dengan mudah dan efektif. Apakah Anda seorang investor jangka panjang atau trader jangka pendek. Memahami prinsip Teori Dow Ini akan membantu Anda membuat keputusan yang lebih cerdas.
Menggabungkan Teori Dow dengan Manajemen Uang dan Risiko yang Tepat Ini akan menciptakan fondasi yang kuat untuk perdagangan jangka panjang.