Sejak berakhirnya krisis COVID, pasar pariwisata global sedang menuju era baru pertumbuhan. Data dari (WTTC) pada April 2025 menunjukkan bahwa industri ini akan menghasilkan nilai ekonomi hingga 11,7 triliun dolar, mewakili 10,3% dari PDB global.
Pariwisata internasional akan mencapai puncak tertinggi sebesar 2,1 triliun dolar, melampaui level sebelum COVID pada tahun 2019. Hal ini mencerminkan daya tahan sektor ini dan keinginan manusia untuk menjelajah dunia.
Dalam konteks investasi, saham pariwisata muncul sebagai bidang yang menarik, terutama mengingat peluang pertumbuhan jangka panjang. Namun, investor harus menyadari risiko yang dapat dihindari.
Kerangka Pertimbangan Memilih Saham Pariwisata dengan Baik
Pemilihan saham pariwisata bukan hanya mengikuti naluri saja, tetapi harus didukung oleh metodologi yang jelas.
1. Analisis kondisi ekonomi terlebih dahulu - Industri pariwisata mengikuti siklus ekonomi. Masa awal ekspansi ekonomi adalah waktu terbaik untuk masuk ke sektor ini.
2. Pantau dorongan pasar lapangan - Perubahan perilaku konsumen, seperti tren pemesanan akomodasi dan pola perjalanan, dapat mengungkap peluang tersembunyi dalam saham pariwisata.
3. Ukur potensi kompetitif - Pasar dengan tingkat persaingan rendah biasanya menghasilkan margin keuntungan yang luas. Evaluasi keunggulan perusahaan, seperti keahlian, merek, dan likuiditas di arena kompetisi.
4. Pertimbangkan posisi keuangan - Perusahaan dengan laporan keuangan yang kuat, arus kas yang stabil, dan rasio utang yang rendah akan lebih mampu bertahan dari guncangan pasar dan beradaptasi.
5. Nilai stabilitas terhadap risiko - Saham pariwisata rentan terhadap faktor eksternal seperti ketidakstabilan politik, bencana, dan kondisi iklim ekstrem. Periksa data historis dan strategi manajemen risiko masing-masing perusahaan.
9 Saham Pariwisata yang Berjalan Sesuai Tren Selain yang Banyak Dikulik
1. Trip.com Group Limited (TCOM) - Kuda pacu untuk perjalanan di Asia
Didirikan pada tahun 1999 untuk bersaing di bidang pemesanan perjalanan online, Trip.com berkembang menjadi platform lengkap untuk perjalanan, meliputi hotel, tiket pesawat, mobil sewaan, dan paket wisata lengkap.
Nilai pasar sebesar 43,45 miliar dolar. Perusahaan memiliki laba per saham sebesar 15,98 kali, EPS tertinggi 3,63, menunjukkan bahwa perusahaan sedang menciptakan nilai. Target harga sebesar $95,06 menunjukkan potensi 43% dari level saat ini $66,38.
Nilai pasar: $43,45 miliar
Forward P/E: 15,98x
EPS (TTM): 3,63
Harga saat ini: $66,38
2. Royal Caribbean Cruises Ltd (RCL) - Pembuat pengalaman laut
Didirikan sejak 1968 oleh pelopor kapal pesiar Norwegia, Royal Caribbean memiliki 67 kapal di bawah berbagai merek.
Laporan kuartal pertama 2025 menunjukkan kekuatan yang besar, dengan laba per saham mencapai $2,71 dan dividen kuartal sebesar $0,75 per saham. Permintaan kapal pesiar premium tetap tinggi. Target harga sebesar $272,78 menunjukkan kepercayaan terhadap pertumbuhan.
Harga saat ini: $251,36
Nilai pasar: $68,26 miliar
Forward P/E: 20,81x
EPS (TTM): 12,32
3. The Walt Disney Company (DIS) - Ratu hiburan
Raksasa hiburan ini didirikan pada tahun 1923 dan memiliki pendapatan dari berbagai bidang seperti pariwisata, konten, streaming, dan penjualan lainnya.
Kuartal kedua 2025 mencerminkan pemulihan, dengan pendapatan meningkat 7% dan jumlah pelanggan Disney+ bertambah 1,4 juta orang. Diversifikasi sumber pendapatan membuat perusahaan lebih stabil secara bisnis.
Harga saat ini: $112,94
Nilai pasar: $203,24 miliar
Forward P/E: 22,75x
EPS (TTM): 4,91
4. Booking Holdings Inc (BKNG) - Pintu masuk pemesanan global
Didirikan kembali pada tahun 1997 dan sebelumnya bernama Priceline, saat ini mengelola banyak merek seperti Booking.com, Agoda, KAYAK, dan OpenTable. Ketat dalam pengelolaan.
Kuartal pertama 2025 menunjukkan pendapatan naik 8% dan laba per saham melonjak lebih dari 22%. Memiliki platform lengkap dengan 2,7 juta akomodasi di seluruh dunia dan basis pelanggan yang besar menempatkan perusahaan dalam posisi yang kuat.
Harga saat ini: $5.216,55
Nilai pasar: $169,75 miliar
Forward P/E: 32,74x
EPS (TTM): 162,76
5. Marriott International (MAR) - Kerajaan hotel
Didirikan sejak 1927 oleh J. Willard Marriott dan istrinya Alice, perusahaan ini bermula dari “Hot Shoppe” dan berkembang menjadi jaringan hotel global.
Kuartal pertama 2025 menunjukkan pertumbuhan stabil dengan RevPAR naik 4,1%. Selain itu, perusahaan mengumumkan kenaikan dividen kuartal sebesar 6,3% dan berencana memperluas cabang di Asia-Pasifik dan Timur Tengah.
Harga saat ini: $272,59
Nilai pasar: $74,66 miliar
Forward P/E: 31,22x
EPS (TTM): 8,81
6. Carnival Corporation & plc (CCL) - Raksasa kapal pesiar yang bangkit kembali
Perusahaan kapal pesiar terbesar di dunia ini didirikan oleh Ted Arison pada tahun 1972 dan saat ini memiliki lebih dari 10 merek kapal.
Setelah krisis, Carnival melakukan restrukturisasi utang dan kembali ke jalur pertumbuhan. Pada 2025, pemesanan di muka cukup baik, harga rata-rata meningkat, dan peluncuran kapal baru yang hemat energi menunjukkan potensi pertumbuhan dari harga saat ini $22,99.
Harga saat ini: $22,99
Nilai pasar: $29,87 miliar
Forward P/E: 15,14x
EPS (TTM): 1,62
7. Uber Technologies (UBER) - Pemimpin perjalanan digital
Dimulai dari aplikasi tahun 2008 karena frustrasi tidak bisa mencari taksi, Uber kini menawarkan layanan perjalanan dan pengantaran.
Kuartal pertama 2025 menunjukkan hasil yang melebihi ekspektasi, dengan laba per saham $0,83 dan lebih dari 150 juta pengguna aktif bulanan. Perusahaan juga mengembangkan teknologi kendaraan otomatis, yang CEO sebut sebagai “peluang” besar.
Harga saat ini: $90,41
Nilai pasar: $189,06 miliar
Forward P/E: 15,99x
EPS (TTM): 5,85
8. Expedia Group, Inc (EXPE) - Destinasi pemesanan perjalanan
Didirikan oleh Microsoft pada tahun 1996, Expedia memiliki banyak merek seperti Hotels.com, Vrbo, Orbitz, dan Travelocity.
Kuartal pertama 2025 menunjukkan peningkatan pemesanan 6%. Perusahaan mulai membayar dividen kuartal sebesar $0,40 sejak Maret 2025 dan berkomitmen mengembangkan AI untuk pengalaman pemesanan yang lebih baik.
Harga saat ini: $169,22
Nilai pasar: $21,51 miliar
Forward P/E: 19,95x
EPS (TTM): 8,97
9. United Airlines Holdings (UAL) - Maskapai nasional
Bermula dari tahun 1926 saat Walter Varney mendirikan Varney Air Lines, kini menjadi maskapai terkemuka di AS.
Kuartal pertama 2025, United Airlines tetap memproyeksikan laba per saham tahunan sebesar $11,50 hingga $13,50, meskipun ada kekhawatiran gangguan. Meskipun mengurangi penerbangan domestik sekitar 4% di kuartal ketiga, kekuatan di jalur internasional dan pasar premium tetap kuat. Rasio P/E yang rendah memberi potensi jika ekonomi tidak memburuk dari prediksi.
Harga saat ini: $78,99
Nilai pasar: $25,80 miliar
Forward P/E: 7,53x
EPS (TTM): 11,14
Tabel Perbandingan: Aspek Keuangan Utama
Nama Perusahaan
Kode Saham
Nilai Pasar (B USD)
Forward P/E
EPS (TTM)
Target Harga
Trip.com Group
TCOM
43,45
15,98
3,63
$95,06
Royal Caribbean
RCL
68,26
20,81
12,32
$272,78
Disney
DIS
203,24
22,75
4,91
$126,83
Booking Holdings
BKNG
169,75
32,74
162,76
$5.324,48
Marriott
MAR
74,66
31,22
8,81
$276,60
Carnival
CCL
29,87
15,14
1,62
$24,75
Uber
UBER
189,06
15,99
5,85
$96,95
Expedia
EXPE
21,51
19,95
8,97
$184,08
United Airlines
UAL
25,80
7,53
11,14
$106,08
Pasar Tahun 2025: Peluang dan Risiko
Bagian yang Berwarna Cerah
Permintaan perjalanan tidak bisa dihentikan: Meski ketergantungan tidak pasti, konsumen tetap memprioritaskan perjalanan. Diperkirakan pengeluaran perjalanan di AS akan meningkat 3,9% menjadi $1,35 triliun pada 2025.
Menciptakan peluang kerja: WTTC memperkirakan sektor ini akan mendukung 14 juta posisi baru, meningkat menjadi 371 juta posisi di seluruh dunia.
Pandangan jangka panjang yang cerah: Pada 2035, industri pariwisata akan bernilai 16,5 triliun dolar, (11,5% dari PDB), dengan pertumbuhan rata-rata 3,5% per tahun, berbeda dari pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,5%.
Tantangan yang Perlu Dipertimbangkan
Kekhawatiran gangguan: Ada kekhawatiran luas tentang kebijakan pajak baru yang dapat mempengaruhi permintaan perjalanan. Pada awal April 2025, indeks Skift Travel 200 turun 5%.
Pemulihan yang tidak merata: Sementara beberapa wilayah pulih sempurna, pasar besar seperti AS, China, dan Jerman melambat.
Faktor eksternal: Tingkat suku bunga dan inflasi yang tidak pasti, meskipun diperkirakan akan menurun di akhir 2025.
Rekomendasi: Saham Pariwisata Berdasarkan Kategori
Platform pemesanan online berkualitas:
Booking Holdings (BKNG) memiliki valuasi cukup tinggi tetapi merupakan pilihan jangka panjang yang baik.
Expedia (EXPE) pulih dari COVID, dengan rasio P/E yang menarik.
Penyedia kapal pesiar premium:
Royal Caribbean (RCL) memiliki posisi keuangan yang stabil dan dividen yang baik 1,19%.
Carnival (CCL) memiliki peluang meningkatkan laba dari harga saat ini.
Perusahaan perjalanan terintegrasi:
Disney (DIS) memiliki diversifikasi pendapatan yang mengurangi risiko.
Pasar niche:
Trip.com (TCOM) mendapatkan manfaat dari perjalanan di Asia, khususnya China.
Cara Investasi Saham Pariwisata: Dua Pilihan
Pilihan Pertama: Beli Saham Asli
Daftar melalui platform perdagangan saham luar negeri, transfer dana ke akun, dan kirim order. Cara ini memberi kepemilikan nyata, hak dividen, tetapi harus dana penuh dan hanya menguntungkan saat tren naik. Cocok untuk investor jangka panjang.
Pilihan Kedua: Gunakan Kontrak Derivatif (CFD)
Melalui broker yang kompeten, cara ini sangat sensitif, menggunakan leverage, menghasilkan keuntungan saat pasar naik maupun turun, tetapi risiko lebih tinggi. Cocok untuk trader jangka pendek.
Kesimpulan Akhir
Saham pariwisata sebaiknya menjadi bagian dari portofolio investor modern. Setelah COVID berakhir, banyak saham masih dalam proses pemulihan sesuai tren. Industri ini berubah mengikuti teknologi dan gaya hidup baru. Bagi investor yang mencari saham dengan potensi pertumbuhan, saham pariwisata tetap menjadi pilihan yang layak dan bernilai.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Saham Pariwisata 2025: Pilih yang mana untuk portofolio Anda? 9 yang harus diperhatikan
Cerita di Balik Pemulihan Saham Pariwisata
Sejak berakhirnya krisis COVID, pasar pariwisata global sedang menuju era baru pertumbuhan. Data dari (WTTC) pada April 2025 menunjukkan bahwa industri ini akan menghasilkan nilai ekonomi hingga 11,7 triliun dolar, mewakili 10,3% dari PDB global.
Pariwisata internasional akan mencapai puncak tertinggi sebesar 2,1 triliun dolar, melampaui level sebelum COVID pada tahun 2019. Hal ini mencerminkan daya tahan sektor ini dan keinginan manusia untuk menjelajah dunia.
Dalam konteks investasi, saham pariwisata muncul sebagai bidang yang menarik, terutama mengingat peluang pertumbuhan jangka panjang. Namun, investor harus menyadari risiko yang dapat dihindari.
Kerangka Pertimbangan Memilih Saham Pariwisata dengan Baik
Pemilihan saham pariwisata bukan hanya mengikuti naluri saja, tetapi harus didukung oleh metodologi yang jelas.
1. Analisis kondisi ekonomi terlebih dahulu - Industri pariwisata mengikuti siklus ekonomi. Masa awal ekspansi ekonomi adalah waktu terbaik untuk masuk ke sektor ini.
2. Pantau dorongan pasar lapangan - Perubahan perilaku konsumen, seperti tren pemesanan akomodasi dan pola perjalanan, dapat mengungkap peluang tersembunyi dalam saham pariwisata.
3. Ukur potensi kompetitif - Pasar dengan tingkat persaingan rendah biasanya menghasilkan margin keuntungan yang luas. Evaluasi keunggulan perusahaan, seperti keahlian, merek, dan likuiditas di arena kompetisi.
4. Pertimbangkan posisi keuangan - Perusahaan dengan laporan keuangan yang kuat, arus kas yang stabil, dan rasio utang yang rendah akan lebih mampu bertahan dari guncangan pasar dan beradaptasi.
5. Nilai stabilitas terhadap risiko - Saham pariwisata rentan terhadap faktor eksternal seperti ketidakstabilan politik, bencana, dan kondisi iklim ekstrem. Periksa data historis dan strategi manajemen risiko masing-masing perusahaan.
9 Saham Pariwisata yang Berjalan Sesuai Tren Selain yang Banyak Dikulik
1. Trip.com Group Limited (TCOM) - Kuda pacu untuk perjalanan di Asia
Didirikan pada tahun 1999 untuk bersaing di bidang pemesanan perjalanan online, Trip.com berkembang menjadi platform lengkap untuk perjalanan, meliputi hotel, tiket pesawat, mobil sewaan, dan paket wisata lengkap.
Nilai pasar sebesar 43,45 miliar dolar. Perusahaan memiliki laba per saham sebesar 15,98 kali, EPS tertinggi 3,63, menunjukkan bahwa perusahaan sedang menciptakan nilai. Target harga sebesar $95,06 menunjukkan potensi 43% dari level saat ini $66,38.
2. Royal Caribbean Cruises Ltd (RCL) - Pembuat pengalaman laut
Didirikan sejak 1968 oleh pelopor kapal pesiar Norwegia, Royal Caribbean memiliki 67 kapal di bawah berbagai merek.
Laporan kuartal pertama 2025 menunjukkan kekuatan yang besar, dengan laba per saham mencapai $2,71 dan dividen kuartal sebesar $0,75 per saham. Permintaan kapal pesiar premium tetap tinggi. Target harga sebesar $272,78 menunjukkan kepercayaan terhadap pertumbuhan.
3. The Walt Disney Company (DIS) - Ratu hiburan
Raksasa hiburan ini didirikan pada tahun 1923 dan memiliki pendapatan dari berbagai bidang seperti pariwisata, konten, streaming, dan penjualan lainnya.
Kuartal kedua 2025 mencerminkan pemulihan, dengan pendapatan meningkat 7% dan jumlah pelanggan Disney+ bertambah 1,4 juta orang. Diversifikasi sumber pendapatan membuat perusahaan lebih stabil secara bisnis.
4. Booking Holdings Inc (BKNG) - Pintu masuk pemesanan global
Didirikan kembali pada tahun 1997 dan sebelumnya bernama Priceline, saat ini mengelola banyak merek seperti Booking.com, Agoda, KAYAK, dan OpenTable. Ketat dalam pengelolaan.
Kuartal pertama 2025 menunjukkan pendapatan naik 8% dan laba per saham melonjak lebih dari 22%. Memiliki platform lengkap dengan 2,7 juta akomodasi di seluruh dunia dan basis pelanggan yang besar menempatkan perusahaan dalam posisi yang kuat.
5. Marriott International (MAR) - Kerajaan hotel
Didirikan sejak 1927 oleh J. Willard Marriott dan istrinya Alice, perusahaan ini bermula dari “Hot Shoppe” dan berkembang menjadi jaringan hotel global.
Kuartal pertama 2025 menunjukkan pertumbuhan stabil dengan RevPAR naik 4,1%. Selain itu, perusahaan mengumumkan kenaikan dividen kuartal sebesar 6,3% dan berencana memperluas cabang di Asia-Pasifik dan Timur Tengah.
6. Carnival Corporation & plc (CCL) - Raksasa kapal pesiar yang bangkit kembali
Perusahaan kapal pesiar terbesar di dunia ini didirikan oleh Ted Arison pada tahun 1972 dan saat ini memiliki lebih dari 10 merek kapal.
Setelah krisis, Carnival melakukan restrukturisasi utang dan kembali ke jalur pertumbuhan. Pada 2025, pemesanan di muka cukup baik, harga rata-rata meningkat, dan peluncuran kapal baru yang hemat energi menunjukkan potensi pertumbuhan dari harga saat ini $22,99.
7. Uber Technologies (UBER) - Pemimpin perjalanan digital
Dimulai dari aplikasi tahun 2008 karena frustrasi tidak bisa mencari taksi, Uber kini menawarkan layanan perjalanan dan pengantaran.
Kuartal pertama 2025 menunjukkan hasil yang melebihi ekspektasi, dengan laba per saham $0,83 dan lebih dari 150 juta pengguna aktif bulanan. Perusahaan juga mengembangkan teknologi kendaraan otomatis, yang CEO sebut sebagai “peluang” besar.
8. Expedia Group, Inc (EXPE) - Destinasi pemesanan perjalanan
Didirikan oleh Microsoft pada tahun 1996, Expedia memiliki banyak merek seperti Hotels.com, Vrbo, Orbitz, dan Travelocity.
Kuartal pertama 2025 menunjukkan peningkatan pemesanan 6%. Perusahaan mulai membayar dividen kuartal sebesar $0,40 sejak Maret 2025 dan berkomitmen mengembangkan AI untuk pengalaman pemesanan yang lebih baik.
9. United Airlines Holdings (UAL) - Maskapai nasional
Bermula dari tahun 1926 saat Walter Varney mendirikan Varney Air Lines, kini menjadi maskapai terkemuka di AS.
Kuartal pertama 2025, United Airlines tetap memproyeksikan laba per saham tahunan sebesar $11,50 hingga $13,50, meskipun ada kekhawatiran gangguan. Meskipun mengurangi penerbangan domestik sekitar 4% di kuartal ketiga, kekuatan di jalur internasional dan pasar premium tetap kuat. Rasio P/E yang rendah memberi potensi jika ekonomi tidak memburuk dari prediksi.
Tabel Perbandingan: Aspek Keuangan Utama
Pasar Tahun 2025: Peluang dan Risiko
Bagian yang Berwarna Cerah
Permintaan perjalanan tidak bisa dihentikan: Meski ketergantungan tidak pasti, konsumen tetap memprioritaskan perjalanan. Diperkirakan pengeluaran perjalanan di AS akan meningkat 3,9% menjadi $1,35 triliun pada 2025.
Menciptakan peluang kerja: WTTC memperkirakan sektor ini akan mendukung 14 juta posisi baru, meningkat menjadi 371 juta posisi di seluruh dunia.
Pandangan jangka panjang yang cerah: Pada 2035, industri pariwisata akan bernilai 16,5 triliun dolar, (11,5% dari PDB), dengan pertumbuhan rata-rata 3,5% per tahun, berbeda dari pertumbuhan ekonomi global sebesar 2,5%.
Tantangan yang Perlu Dipertimbangkan
Kekhawatiran gangguan: Ada kekhawatiran luas tentang kebijakan pajak baru yang dapat mempengaruhi permintaan perjalanan. Pada awal April 2025, indeks Skift Travel 200 turun 5%.
Pemulihan yang tidak merata: Sementara beberapa wilayah pulih sempurna, pasar besar seperti AS, China, dan Jerman melambat.
Faktor eksternal: Tingkat suku bunga dan inflasi yang tidak pasti, meskipun diperkirakan akan menurun di akhir 2025.
Rekomendasi: Saham Pariwisata Berdasarkan Kategori
Platform pemesanan online berkualitas:
Penyedia kapal pesiar premium:
Perusahaan perjalanan terintegrasi:
Pasar niche:
Cara Investasi Saham Pariwisata: Dua Pilihan
Pilihan Pertama: Beli Saham Asli
Daftar melalui platform perdagangan saham luar negeri, transfer dana ke akun, dan kirim order. Cara ini memberi kepemilikan nyata, hak dividen, tetapi harus dana penuh dan hanya menguntungkan saat tren naik. Cocok untuk investor jangka panjang.
Pilihan Kedua: Gunakan Kontrak Derivatif (CFD)
Melalui broker yang kompeten, cara ini sangat sensitif, menggunakan leverage, menghasilkan keuntungan saat pasar naik maupun turun, tetapi risiko lebih tinggi. Cocok untuk trader jangka pendek.
Kesimpulan Akhir
Saham pariwisata sebaiknya menjadi bagian dari portofolio investor modern. Setelah COVID berakhir, banyak saham masih dalam proses pemulihan sesuai tren. Industri ini berubah mengikuti teknologi dan gaya hidup baru. Bagi investor yang mencari saham dengan potensi pertumbuhan, saham pariwisata tetap menjadi pilihan yang layak dan bernilai.