Platinum menembus rekor sejarah, bagaimana seharusnya investor memanfaatkan tren ini?

Dalam pasar logam mulia yang sedang menghebohkan, platinum menunjukkan performa yang sangat mencolok pada tahun 2025. Dari tren yang stabil di awal tahun hingga mencapai puncak sejarah sebesar 2381.25 dolar AS di akhir tahun, kenaikan ini membuat banyak pengamat merasa bersemangat sekaligus cemas—apakah harus ikut serta saat ini atau menunggu peluang? Apakah ini sebenarnya gelombang spekulasi jangka pendek, atau tren nyata yang didorong oleh permintaan jangka menengah dan panjang?

Beberapa Cara Wajib Dipahami Sebelum Berinvestasi di Platinum

Sebelum memutuskan untuk masuk ke pasar, investor perlu memahami berbagai metode transaksi yang tersedia. Berdasarkan toleransi risiko dan skala dana, ada berbagai solusi fleksibel untuk berpartisipasi dalam pasar platinum.

Pembelian langsung platinum fisik adalah cara yang paling tradisional. Ini berarti Anda benar-benar memiliki logam tersebut, tetapi ada biaya tambahan seperti pajak penjualan, asuransi, penyimpanan, dan lain-lain. Dibandingkan emas, proses peleburan dan biaya produksi platinum lebih tinggi, sehingga investor biasanya harus membayar premi ini.

Jika tidak ingin repot mengurus logam fisik, ETF platinum menawarkan opsi yang lebih praktis. Dengan membeli dana indeks yang mengikuti harga platinum, Anda bisa mendapatkan eksposur harga dengan biaya pengelolaan yang lebih rendah tanpa harus menanggung biaya penyimpanan dan asuransi. Metode ini relatif ramah untuk investor ritel.

Kontrak berjangka cocok untuk trader yang sensitif terhadap fluktuasi harga. Melalui kontrak standar di bursa, investor dapat mengunci harga beli atau jual platinum di masa depan, menciptakan peluang lindung nilai dan trading spread. Dengan peluncuran resmi kontrak berjangka platinum dan palladium di Bursa Berjangka Guangzhou pada akhir tahun, partisipasi pasar Asia meningkat secara signifikan.

Kontrak selisih harga (CFD) akhir-akhir ini menjadi instrumen trading yang paling fleksibel. Produk derivatif keuangan ini memungkinkan investor untuk mengontrol posisi besar dengan margin relatif kecil, bisa melakukan posisi long maupun short. Dengan cukup margin di akun, trader dapat dengan cepat membuka dan menutup posisi. Namun, perlu diingat bahwa leverage memperbesar potensi keuntungan dan kerugian, sehingga manajemen risiko sangat penting.

Mengapa Platinum Mengalami Kenaikan Harga Kolektif di 2025?

Memahami alasan mendalam di balik lonjakan harga sangat penting untuk menilai keberlanjutan tren.

Kekurangan struktural dari sisi pasokan adalah faktor utama yang mendukung kenaikan ini. Afrika Selatan sebagai produsen terbesar di dunia (lebih dari 70% produksi) menghadapi krisis listrik, penuaan tambang, dan perubahan iklim ekstrem, sehingga produksi tahun 2025 diperkirakan turun sekitar 6.4%. Ini menyebabkan kekurangan struktural di pasar global selama tiga tahun berturut-turut, dengan estimasi kekurangan tahun ini antara 50.000 hingga 70.000 ons. Stok di pasar fisik telah turun ke level terendah dalam sejarah, cukup untuk memenuhi hanya 5 bulan konsumsi, dan kekhawatiran terhadap pasokan nyata ini sudah tercermin dalam harga pasar spot dan berjangka.

Revolusi energi hijau juga menciptakan permintaan baru untuk platinum. Dengan infrastruktur hidrogen hijau yang akan berkembang pesat mulai 2026, platinum sebagai katalisator penting dalam elektroliser membran pertukaran proton (PEM) dinilai kembali strateginya. Penyesuaian kebijakan di Uni Eropa terkait larangan mesin pembakaran internal juga meningkatkan permintaan mobil hybrid, memperkuat ketergantungan industri otomotif terhadap katalis platinum.

Efek rebound dari valuasi relatif juga tidak bisa diabaikan. Pada semester pertama 2025, harga emas dan perak sudah melonjak tajam, sementara platinum yang selama ini kurang diperhatikan pasar menunjukkan valuasi relatif yang sangat rendah. Hal ini menarik dana safe haven yang mencari peluang rebound, mendorong harga platinum mendekati rata-rata logam mulia.

Perubahan kebijakan makro juga memberi latar belakang kenaikan ini. Siklus penurunan suku bunga global menurunkan biaya peluang memegang platinum. Di sisi lain, meningkatnya risiko geopolitik membuat negara-negara meninjau kembali keamanan rantai pasokan. AS dan negara lain memasukkan platinum ke dalam daftar mineral penting, memperkuat statusnya sebagai aset safe haven sekaligus cadangan strategis.

Investigasi perdagangan berdasarkan Pasal 232 di AS juga menyebabkan banyak stok platinum terkunci di bursa, memperparah kekurangan di pasar spot.

Logika Investasi Berbeda untuk Platinum, Palladium, dan Emas

Banyak investor cenderung menganggap ketiga logam mulia ini sama, tetapi sebenarnya pasar mereka sangat berbeda.

Emas adalah aset safe haven. Ketika ketidakpastian ekonomi meningkat, inflasi diperkirakan naik, atau risiko geopolitik muncul, emas sering menjadi pilihan utama. Hubungannya yang terbalik dengan indeks dolar dan tingkat suku bunga riil memberikan perlindungan hedging yang kuat. Aktivitas pembelian emas oleh bank sentral juga terus mendukung permintaan.

Palladium justru sebaliknya, sangat bergantung pada regulasi emisi mobil bensin dan adopsi mobil hybrid. Ketika industri otomotif sedang berkembang, permintaan palladium tinggi; saat terjadi gangguan rantai pasok atau penurunan produksi mobil, harga palladium bisa jatuh paling tajam. Lebih dari 80% produksinya berasal dari Rusia dan Afrika Selatan, dengan pasokan yang sangat terkonsentrasi dan stok yang terus menurun, sehingga spekulasi sangat tinggi.

Platinum berada di tengah-tengah, memiliki karakteristik industri dan perhiasan. Ketergantungannya terhadap pasar mobil diesel, katalis kimia, dan industri elektronik cukup tinggi, sekaligus menyimpan permintaan safe haven. Berbeda dari emas yang sepenuhnya didorong oleh sentimen, harga platinum lebih mencerminkan ketidakseimbangan nyata antara pasokan dan permintaan. Ini menjelaskan mengapa investor platinum relatif lebih sedikit, tetapi kemampuan analisis teknikalnya lebih tajam—mereka fokus pada data keras, bukan psikologi pasar.

Meninjau Jejak Harga Platinum 50 Tahun Terakhir

Memahami masa lalu membantu memperkirakan masa depan. Perjalanan harga platinum penuh dengan fluktuasi dramatis.

Sejak akhir 1970-an, permintaan katalis mobil meningkat pesat, mendorong kenaikan harga. Ketidakstabilan politik di Afrika Selatan pada 1980-an mengganggu pasokan, menyebabkan volatilitas besar pertama. Di tahun 1990-an, selama ekspansi ekonomi global, harga platinum secara bertahap naik.

Periode 2000–2008 adalah siklus kenaikan yang jelas, dengan harga mencapai lebih dari 2000 dolar AS per ons sebelum krisis keuangan 2008. Resesi global kemudian menekan harga, tetapi perlahan pulih kembali.

2011–2015, karena perlambatan ekonomi global dan menurunnya permintaan dari China, platinum memasuki tren bearish selama bertahun-tahun.

Tahun 2019 menjadi titik balik. Perusahaan listrik nasional Afrika Selatan mengalami krisis utang dan tidak mampu pasok listrik, menyebabkan pemadaman bergilir yang berkepanjangan, hampir melumpuhkan fasilitas tambang platinum. Awal 2020, pandemi COVID-19 memperburuk situasi—penutupan paksa di Afrika Selatan dan penurunan produksi mobil di China menyebabkan permintaan dan harga anjlok bersamaan.

Antara pertengahan 2020 dan awal 2021, saat ekonomi global mulai pulih, aktivitas industri dan produksi mobil meningkat, serta stimulus pemerintah yang melimpah mendorong harga komoditas naik. Platinum mengalami rebound yang kuat.

Namun, pertengahan 2021 hingga pertengahan 2022, kekurangan chip di industri otomotif dan hambatan logistik melemahkan produksi. Saat tambang di Rusia dan Afrika Selatan kembali berproduksi, pasar sempat kelebihan pasokan, dan harga kembali tertekan.

Akhir 2022 hingga pertengahan 2023, ekspektasi pemulihan permintaan dari ekonomi China mendukung harga. Tetapi dari 2023 hingga pertengahan 2025, pasokan Afrika Selatan yang terus menurun, kekhawatiran resesi akibat kebijakan hawkish Federal Reserve, dan pertumbuhan ekonomi China yang tidak sesuai harapan menyebabkan platinum terjebak dalam kisaran harga yang berulang.

Perubahan besar terjadi lagi pada Mei 2025. Kekurangan pasokan global yang memburuk, meningkatnya permintaan investasi, dan munculnya skenario industri baru (terutama hidrogen hijau) memberi dorongan baru. Dari Mei hingga akhir tahun, harga spot platinum naik lebih dari 130%, menembus 2200 dolar AS dan mencapai 2381.25 dolar AS di akhir tahun.

Bagaimana Investor Harus Memutuskan di Situasi Saat Ini?

Bagi investor yang ingin berpartisipasi dalam investasi platinum saat ini, ada beberapa pertanyaan penting yang harus dijawab.

Pertama, sadari bahwa harga platinum saat ini sudah mengalami kenaikan besar dalam waktu singkat. Tanda-tanda overbought secara teknikal sudah muncul, dan pasar kemungkinan besar akan memasuki fase konsolidasi di level tinggi dalam waktu dekat. Ini berarti risiko membeli saat puncak sudah cukup tinggi.

Kedua, fundamental jangka panjang tetap kuat. Kekurangan pasokan struktural tidak akan terselesaikan dalam waktu dekat, dan permintaan industri baru (hidrogen hijau dan fuel cell) sedang berkembang dan diperkirakan akan meningkat pesat mulai 2026. Ini memberikan dasar dukungan harga jangka menengah dan panjang.

Ketiga, pilih instrumen trading yang sesuai dengan toleransi risiko Anda. Logam fisik cocok untuk alokasi jangka panjang, ETF cocok untuk yang ingin pengelolaan lebih simpel, sementara kontrak berjangka dan CFD menawarkan peluang lebih fleksibel tetapi dengan risiko lebih tinggi.

Berdasarkan prediksi Deutsche Bank, permintaan investasi platinum di 2026 diperkirakan akan kembali ke 50.000 ons, dengan kekurangan pasokan mencapai 13% dari total suplai. Ini menunjukkan bahwa kasus nilai jangka panjang tetap valid. Namun, koreksi teknikal jangka pendek adalah hal yang wajar, dan investor disarankan untuk melakukan pembelian bertahap saat koreksi, bukan langsung menaruh seluruh dana.

Bagi investor ritel yang kurang mampu melakukan analisis mendalam, memahami faktor pendorong platinum—krisis pasokan, transisi energi, geopolitik, kebijakan moneter—lebih penting daripada sekadar mengikuti tren harga. Ini adalah pasar yang membutuhkan pemikiran matang, bukan tempat spekulasi emosional.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • بالعربية
  • Português (Brasil)
  • 简体中文
  • English
  • Español
  • Français (Afrique)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • Português (Portugal)
  • Русский
  • 繁體中文
  • Українська
  • Tiếng Việt