Prinsip Kehidupan Berkelanjutan berasal dari sabda Raja Bhumibol Adulyadej, Raja Rama IX, yang mengusulkan panduan hidup yang mengedepankan keseimbangan sebagai prinsip utama, bukan mengejar kekayaan tanpa batas. Individu, keluarga, komunitas, dan lembaga negara semuanya dapat menerapkan konsep ini untuk menciptakan kehidupan yang stabil tanpa bergantung pada orang lain atau sumber daya eksternal yang tidak pasti.
Kerangka pemikiran tersebut didasarkan pada pengamatan kondisi ekonomi sejak dekade 2510, ketika negara berkembang melalui peminjaman uang dari luar negeri dan mengandalkan ekspor produk pertanian, yang menghasilkan perusakan alam dan ketimpangan pendapatan yang parah. Raja kemudian membimbing untuk mencari cara membangun keberlanjutan atas dasar kepuasan dan perencanaan yang rasional.
Sejarah Konsep Ekonomi Cukup
Tahun Anggaran 2517 dianggap sebagai titik awal ketika Raja Bhumibol Adulyadej, Raja Rama IX, memberikan sabda kepada mahasiswa Universitas Pertanian, menekankan pentingnya menciptakan “cukup memiliki, cukup makan, cukup digunakan” untuk berbagai tingkat masyarakat.
Pada akhir tahun 2539, Raja memberikan sabda yang bersifat pengingat, mengatakan bahwa menjadi pemimpin negara tidak sepenting memiliki fondasi ekonomi yang stabil. Raja memberikan contoh bahwa seorang desa atau distrik harus memiliki tingkat kecukupan tertentu, beberapa produk mungkin dapat diproduksi lebih dari yang diperlukan dan dijual, tetapi tidak boleh membawanya sejauh harus menanggung biaya pengangkutan yang besar. Krisis ekonomi Mangga pada tahun Anggaran 2540 yang tersebut membuat prinsip ini mendapat pengakuan luas dan diterapkan secara meluas.
Kemudian, Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun Anggaran 2549 mengakui nilai konsep ekonomi cukup dan menyebut Raja Bhumibol Adulyadej, Raja Rama IX sebagai “Raja Pengembang”, sekaligus memberikan penghargaan Human Development Lifetime Achievement Award.
Kerangka Inti Konsep: 3 Cincin 2 Syarat
Inti dari konsep tersebut terletak pada menjalankan kehidupan di jalan tengah, yang terdiri dari mekanisme dasar sebagai berikut:
Komponen Utama (3 Cincin)
1. Kesederhanaan
Adalah mengetahui cara mengendalikan diri dalam mencari penghasilan dan pengeluaran agar sesuai dengan status hidup seseorang, tidak berburu keuntungan hingga menggunakan metode tidak jujur, tidak terbawa nafsu untuk uang, atau berhutang lebih dari kebutuhan sampai terjerat utang jangka panjang. Menemukan keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran ini adalah fondasi stabilitas.
2. Rasionalitas
Bukan mengambil keputusan berdasarkan emosi, tetapi belajar, menganalisis, dan merencanakan sebelum bertindak. Contohnya, sebelum memasuki profesi baru, harus mengevaluasi kemampuan diri sendiri, pasar, risiko, dan tujuan. Berpikir tentang situasi yang mungkin terjadi dan menyiapkan cara penanganannya.
3. Sistem Perlindungan Diri Sendiri
Sistem ini berarti kesiapan untuk beradaptasi ketika melihat sinyal bahaya atau perubahan pasar yang bergejolak. Apakah ekonomi mengalami penurunan atau bisnis tidak berjalan sesuai rencana, individu atau organisasi harus memiliki cadangan lain atau jalan keluar lain untuk tidak kehilangan semuanya.
Syarat Pendukung (2 Syarat)
Pengetahuan dan Pemahaman
Pekerjaan yang efektif harus mengandalkan pengetahuan baik dari segi akademis maupun pengalaman yang terakumulasi. Pengusaha harus belajar dari diri sendiri dan dari mereka yang berpengalaman, agar dapat membuat keputusan dan menyelesaikan masalah dengan tepat. Sistem pembelajaran ini menjadi perisai pelindung bagi diri kita sendiri.
Moral dan Keadilan
Melakukan profesi dengan kejujuran, tidak memanfaatkan pelanggan, karyawan, atau penjual bahan baku, dan bekerja dengan ketekunan, kejujuran terhadap tanggung jawab mereka sendiri, tidak hanya membangun reputasi baik, tetapi juga menjadi fondasi kepercayaan diri dan kepercayaan yang melekat selamanya.
Penerapan di Sektor Pertanian
Pertanian Campuran
Masih menjadi format yang populer karena dapat membagi risiko. Jika padi yang ditanam tidak bagus, masih ada sayuran kebun, ikan, dan ternak lainnya, dalam rumah tangga contoh ini keluarga dapat membangun pendapatan dari berbagai sumber dan mengurangi ketergantungan pada struktur pasar yang tidak aman.
Pertanian Menurut Prinsip Ilmiah (Teori Baru)
Pada tingkat dasar, petani membagi lahan 1 hectare menjadi 4 bagian, menurut proporsi 30 : 30 : 30 : 10 untuk bertanam, menggali kolam, ternak, dan bagian lain masing-masing. Metode ini dihitung dari data dan kebutuhan nyata, bukan coba-coba.
Pada tingkat yang lebih tinggi, kelompok petani berkumpul, menciptakan pasar, menegosiasikan kekuatan dengan pedagang pengantara, agar harga komoditas tidak ditekan terlalu rendah, atau bahkan mendirikan koperasi untuk memiliki modal berputar bagi tetangga.
Penerapan di Sektor Bisnis dan Industri
Pengusaha yang menerapkan prinsip cukup biasanya tidak hanya memikirkan keuntungan maksimal, tetapi stabilitas jangka panjang, memilih teknologi dan sumber daya yang berbiaya rendah tetapi berkualitas, mengelola produksi sesuai dengan kemampuan mereka sendiri.
Contohnya, pengusaha dapat memilih memproduksi lebih sedikit tetapi berkualitas tinggi, agar roda mesin perusahaan tidak rusak dan dapat membangun reputasi merek dengan kuat, daripada memproduksi banyak tetapi produk cacat beribu-ribu.
Selain itu, masih ada penggunaan bahan baku lokal untuk mendukung ekonomi komunitas, menciptakan logistik yang sederhana, dan menciptakan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan dengan cepat.
Cara Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagi individu biasa, menerapkan konsep Ekonomi Cukup dalam kehidupan berarti:
Belajar dan mengembangkan keterampilan secara berkelanjutan untuk meningkatkan nilai diri sendiri, bukan duduk diam menunggu keberuntungan atau dukungan yang tidak pasti
Menabung dan merencanakan keuangan secara memadai untuk jangka waktu 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun untuk memiliki kemandirian keuangan
Memilih profesi yang bermoral, bukan penyuapan, tidak memanfaatkan pelanggan, atau mencari penghasilan dengan cara yang tidak benar
Menyeimbangkan antara bekerja, istirahat, belajar, dan kegiatan pribadi untuk mencegah stres dan kesehatan yang memburuk
Membuat keputusan yang bijaksana sebelum setiap pergerakan besar, seperti mengganti pekerjaan, mengevaluasi aset, atau investasi baru
Penerapan di Tingkat Masyarakat dan Negara
Ekonomi cukup tidak hanya untuk individu, tetapi juga dapat dikenai ke tingkat masyarakat, komunitas, dan bahkan kebijakan nasional. Menciptakan pasar lokal, perlindungan tarif untuk memungkinkan pengusaha kecil mendapat ruang, tidak harus dibanjiri oleh asing sepenuhnya.
Dalam konteks “Sustainable Development Goals” Perserikatan Bangsa-Bangsa, prinsip cukup ini menjawab pertanyaan dengan sempurna, karena merupakan pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa menghancurkan peluang generasi mendatang, berbeda dengan pembangunan gaya “mengambil semuanya” era lalu.
Kesimpulan
Konsep cukup telah berlari bersama rakyat Thailand selama lebih dari 30 tahun, bukan hanya prediksi yang muncul kemudian hilang, tetapi kerangka pemikiran yang benar-benar dapat digunakan dalam membangun stabilitas baik individu, keluarga, komunitas, dan negara.
Thailand dengan banyak pengusaha pertanian mungkin perlu kembali melihat konsep ini lagi untuk membuat sektor pertanian berkembang secara berkelanjutan, tidak hanya per tahun tetapi per dekade.
Akhirnya, konsep Ekonomi Cukup tidak terbatas hanya pada sektor pertanian, setiap sektor ekonomi, dari keuangan, industri, real estat, hingga perdagangan dan investasi internasional, semuanya dapat menerapkan prinsip jalan tengah ini, asalkan mematuhi prinsip kesederhanaan, rasionalitas, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai situasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apa itu prinsip cukup: makna mendalam dan penerapannya di era modern
Prinsip Kehidupan Berkelanjutan berasal dari sabda Raja Bhumibol Adulyadej, Raja Rama IX, yang mengusulkan panduan hidup yang mengedepankan keseimbangan sebagai prinsip utama, bukan mengejar kekayaan tanpa batas. Individu, keluarga, komunitas, dan lembaga negara semuanya dapat menerapkan konsep ini untuk menciptakan kehidupan yang stabil tanpa bergantung pada orang lain atau sumber daya eksternal yang tidak pasti.
Kerangka pemikiran tersebut didasarkan pada pengamatan kondisi ekonomi sejak dekade 2510, ketika negara berkembang melalui peminjaman uang dari luar negeri dan mengandalkan ekspor produk pertanian, yang menghasilkan perusakan alam dan ketimpangan pendapatan yang parah. Raja kemudian membimbing untuk mencari cara membangun keberlanjutan atas dasar kepuasan dan perencanaan yang rasional.
Sejarah Konsep Ekonomi Cukup
Tahun Anggaran 2517 dianggap sebagai titik awal ketika Raja Bhumibol Adulyadej, Raja Rama IX, memberikan sabda kepada mahasiswa Universitas Pertanian, menekankan pentingnya menciptakan “cukup memiliki, cukup makan, cukup digunakan” untuk berbagai tingkat masyarakat.
Pada akhir tahun 2539, Raja memberikan sabda yang bersifat pengingat, mengatakan bahwa menjadi pemimpin negara tidak sepenting memiliki fondasi ekonomi yang stabil. Raja memberikan contoh bahwa seorang desa atau distrik harus memiliki tingkat kecukupan tertentu, beberapa produk mungkin dapat diproduksi lebih dari yang diperlukan dan dijual, tetapi tidak boleh membawanya sejauh harus menanggung biaya pengangkutan yang besar. Krisis ekonomi Mangga pada tahun Anggaran 2540 yang tersebut membuat prinsip ini mendapat pengakuan luas dan diterapkan secara meluas.
Kemudian, Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun Anggaran 2549 mengakui nilai konsep ekonomi cukup dan menyebut Raja Bhumibol Adulyadej, Raja Rama IX sebagai “Raja Pengembang”, sekaligus memberikan penghargaan Human Development Lifetime Achievement Award.
Kerangka Inti Konsep: 3 Cincin 2 Syarat
Inti dari konsep tersebut terletak pada menjalankan kehidupan di jalan tengah, yang terdiri dari mekanisme dasar sebagai berikut:
Komponen Utama (3 Cincin)
1. Kesederhanaan Adalah mengetahui cara mengendalikan diri dalam mencari penghasilan dan pengeluaran agar sesuai dengan status hidup seseorang, tidak berburu keuntungan hingga menggunakan metode tidak jujur, tidak terbawa nafsu untuk uang, atau berhutang lebih dari kebutuhan sampai terjerat utang jangka panjang. Menemukan keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran ini adalah fondasi stabilitas.
2. Rasionalitas Bukan mengambil keputusan berdasarkan emosi, tetapi belajar, menganalisis, dan merencanakan sebelum bertindak. Contohnya, sebelum memasuki profesi baru, harus mengevaluasi kemampuan diri sendiri, pasar, risiko, dan tujuan. Berpikir tentang situasi yang mungkin terjadi dan menyiapkan cara penanganannya.
3. Sistem Perlindungan Diri Sendiri Sistem ini berarti kesiapan untuk beradaptasi ketika melihat sinyal bahaya atau perubahan pasar yang bergejolak. Apakah ekonomi mengalami penurunan atau bisnis tidak berjalan sesuai rencana, individu atau organisasi harus memiliki cadangan lain atau jalan keluar lain untuk tidak kehilangan semuanya.
Syarat Pendukung (2 Syarat)
Pengetahuan dan Pemahaman Pekerjaan yang efektif harus mengandalkan pengetahuan baik dari segi akademis maupun pengalaman yang terakumulasi. Pengusaha harus belajar dari diri sendiri dan dari mereka yang berpengalaman, agar dapat membuat keputusan dan menyelesaikan masalah dengan tepat. Sistem pembelajaran ini menjadi perisai pelindung bagi diri kita sendiri.
Moral dan Keadilan Melakukan profesi dengan kejujuran, tidak memanfaatkan pelanggan, karyawan, atau penjual bahan baku, dan bekerja dengan ketekunan, kejujuran terhadap tanggung jawab mereka sendiri, tidak hanya membangun reputasi baik, tetapi juga menjadi fondasi kepercayaan diri dan kepercayaan yang melekat selamanya.
Penerapan di Sektor Pertanian
Pertanian Campuran Masih menjadi format yang populer karena dapat membagi risiko. Jika padi yang ditanam tidak bagus, masih ada sayuran kebun, ikan, dan ternak lainnya, dalam rumah tangga contoh ini keluarga dapat membangun pendapatan dari berbagai sumber dan mengurangi ketergantungan pada struktur pasar yang tidak aman.
Pertanian Menurut Prinsip Ilmiah (Teori Baru) Pada tingkat dasar, petani membagi lahan 1 hectare menjadi 4 bagian, menurut proporsi 30 : 30 : 30 : 10 untuk bertanam, menggali kolam, ternak, dan bagian lain masing-masing. Metode ini dihitung dari data dan kebutuhan nyata, bukan coba-coba.
Pada tingkat yang lebih tinggi, kelompok petani berkumpul, menciptakan pasar, menegosiasikan kekuatan dengan pedagang pengantara, agar harga komoditas tidak ditekan terlalu rendah, atau bahkan mendirikan koperasi untuk memiliki modal berputar bagi tetangga.
Penerapan di Sektor Bisnis dan Industri
Pengusaha yang menerapkan prinsip cukup biasanya tidak hanya memikirkan keuntungan maksimal, tetapi stabilitas jangka panjang, memilih teknologi dan sumber daya yang berbiaya rendah tetapi berkualitas, mengelola produksi sesuai dengan kemampuan mereka sendiri.
Contohnya, pengusaha dapat memilih memproduksi lebih sedikit tetapi berkualitas tinggi, agar roda mesin perusahaan tidak rusak dan dapat membangun reputasi merek dengan kuat, daripada memproduksi banyak tetapi produk cacat beribu-ribu.
Selain itu, masih ada penggunaan bahan baku lokal untuk mendukung ekonomi komunitas, menciptakan logistik yang sederhana, dan menciptakan fleksibilitas dalam menghadapi perubahan dengan cepat.
Cara Menerapkan dalam Kehidupan Sehari-hari
Bagi individu biasa, menerapkan konsep Ekonomi Cukup dalam kehidupan berarti:
Penerapan di Tingkat Masyarakat dan Negara
Ekonomi cukup tidak hanya untuk individu, tetapi juga dapat dikenai ke tingkat masyarakat, komunitas, dan bahkan kebijakan nasional. Menciptakan pasar lokal, perlindungan tarif untuk memungkinkan pengusaha kecil mendapat ruang, tidak harus dibanjiri oleh asing sepenuhnya.
Dalam konteks “Sustainable Development Goals” Perserikatan Bangsa-Bangsa, prinsip cukup ini menjawab pertanyaan dengan sempurna, karena merupakan pembangunan yang memenuhi kebutuhan saat ini tanpa menghancurkan peluang generasi mendatang, berbeda dengan pembangunan gaya “mengambil semuanya” era lalu.
Kesimpulan
Konsep cukup telah berlari bersama rakyat Thailand selama lebih dari 30 tahun, bukan hanya prediksi yang muncul kemudian hilang, tetapi kerangka pemikiran yang benar-benar dapat digunakan dalam membangun stabilitas baik individu, keluarga, komunitas, dan negara.
Thailand dengan banyak pengusaha pertanian mungkin perlu kembali melihat konsep ini lagi untuk membuat sektor pertanian berkembang secara berkelanjutan, tidak hanya per tahun tetapi per dekade.
Akhirnya, konsep Ekonomi Cukup tidak terbatas hanya pada sektor pertanian, setiap sektor ekonomi, dari keuangan, industri, real estat, hingga perdagangan dan investasi internasional, semuanya dapat menerapkan prinsip jalan tengah ini, asalkan mematuhi prinsip kesederhanaan, rasionalitas, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai situasi.