Dalam trading, ada dua cara dasar untuk menghasilkan uang: dengan kenaikan harga atau dengan penurunan harga. Banyak pemula awalnya berpikir bahwa keuntungan hanya mungkin jika pasar naik. Ini adalah kesalahpahaman yang umum. Faktanya, baik Long maupun Short menawarkan peluang berbeda tergantung bagaimana pergerakan pasar.
Sebuah Posisi Long berarti kamu membeli aset dan menunggu harga naik. Prinsipnya sederhana: beli murah, jual mahal. Sebaliknya, sebuah Posisi Short: kamu menjual sebuah aset (yang kamu pinjam dari broker), untuk membelinya kembali nanti dengan harga lebih murah. Kedua strategi ini memiliki keabsahan, tetapi juga risiko spesifiknya.
Apa sebenarnya sebuah posisi?
Dalam trading, posisi menggambarkan posisi pasar terkini kamu. Ini adalah transaksi perdagangan terbuka, di mana kamu memegang atau telah menjual sebuah aset. Secara teori, kamu bisa memegang posisi sebanyak mungkin secara bersamaan – secara praktis, batasan ditetapkan oleh modal yang tersedia, margin yang diminta broker, dan ketentuan hukum. Batasan ini juga disebut batas posisi.
Peluang mendapatkan keuntungan dari penurunan harga: Short dijelaskan
Sebelum kita membahas Long, mari kita lihat terlebih dahulu Short. Kamu membuka posisi Short jika kamu memperkirakan harga akan turun. Kamu menjual sebuah aset yang tidak kamu miliki – broker meminjamkannya untukmu.
Konsepnya bekerja berdasarkan skema: jual mahal, beli kembali dengan harga lebih murah.
Contoh praktis: Misalnya, kamu menduga Netflix akan mengumumkan angka yang mengecewakan. Seminggu sebelum pengumuman, kamu membuka posisi Short dan menjual saham yang dipinjamkan seharga 1.000 €. Faktanya, harga turun ke 950 € setelah angka buruk diumumkan. Kamu membeli kembali saham tersebut dan mengembalikannya ke broker. Keuntunganmu: 50 € (1.000 € - 950 €).
Ciri-ciri posisi Short:
Potensi keuntungan terbatas: Keuntungan maksimal tercapai jika harga turun ke nol
Risiko kerugian tak terbatas secara teoretis: Karena harga secara teori bisa naik tanpa batas, kerugianmu juga secara teoretis tak terbatas
Penjelasan risiko:
Bayangkan harga saham Netflix naik menjadi 2.000 €. Kamu harus membeli kembali saham tersebut dengan harga ini – kerugianmu: -1.000 € (1.000 € - 2.000 €). Skema ini menunjukkan risiko dasar dari posisi Short.
Mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga: Long dijelaskan
Posisi Long adalah konsep yang lebih intuitif bagi kebanyakan investor. Kamu membeli sebuah aset karena percaya bahwa harganya akan naik di masa depan.
Contoh dari praktik: Kamu memperkirakan Amazon akan mengumumkan angka kuartalan yang kuat. Seminggu sebelum pengumuman, kamu membeli saham seharga 150 €. Harapanmu terpenuhi – harga naik ke 160 €. Kamu menjual posisi dan mendapatkan keuntungan sebesar 10 € (160 € - 150 €).
Ciri-ciri posisi Long:
Potensi keuntungan tak terbatas: Secara teori, harga bisa naik tanpa batas
Risiko kerugian terbatas: Harga bisa turun ke nol – kerugian maksimal adalah modal yang kamu tanamkan
Leverage dan Margin: Efek Pengganda pada Short
Perbedaan penting antara Long dan Short adalah penggunaan leverage. Pada posisi Short, kamu meminjam aset – untuk itu, kamu harus menyetor jaminan (Margin).
Jika persyaratan margin misalnya 50 %, kamu hanya perlu menyetor 50 % dari nilai saham, tetapi mendapatkan manfaat dari seluruh pergerakan harga (100 %). Ini menghasilkan leverage sebesar 2x.
Leverage berfungsi seperti pengganda: tidak hanya memperbesar potensi keuntungan, tetapi juga kerugian. Dengan leverage 2x, kenaikan harga sebesar 10 % untuk posisi Short-mu berarti kerugian sebesar -10 %. Oleh karena itu, manajemen risiko yang ketat sangat penting pada posisi Short yang menggunakan leverage.
Strategi Mengelola Kedua Posisi
Tak peduli apakah Long atau Short – ada teknik terbukti untuk mengendalikan risiko:
Order Stop-Loss: Menetapkan garis keluar otomatis. Pada posisi Long, melindungi dari kerugian ke bawah, dan pada Short, dari kerugian ke atas. Jika harga mencapai level ini, posisi langsung ditutup.
Order Take-Profit: Mengamankan keuntunganmu dengan menutup posisi secara otomatis saat mencapai target keuntungan tertentu.
Trailing Stops: Stop-Loss menyesuaikan secara otomatis mengikuti harga saat ini – ideal untuk mengamankan keuntungan dan tetap mendapatkan manfaat dari tren kenaikan lebih lanjut.
Diversifikasi: Sebarkan modalmu ke beberapa posisi dan aset berbeda untuk mengurangi risiko.
Pada posisi Short, tambahan penting:
Perhatikan persyaratan margin dari broker
Sesuaikan ukuran posisi untuk menghindari margin call
Pantau short squeeze (lonjakan harga besar melalui covering)
Long vs. Short: Panduan Pengambilan Keputusan
Aspek
Posisi Long
Posisi Short
Keuntungan saat
Harga naik
Harga turun
Keuntungan maksimal
Potensial tak terbatas
Terbatas (Harga turun ke nol)
Kerugian maksimal
Risiko terbatas
Secara teoretis tak terbatas
Fase pasar terbaik
Pasar bullish, tren naik
Pasar bearish, tren turun
Beban psikologis
Lebih rendah (bertrendi mengikuti pasar)
Lebih tinggi (melawan tren alami)
Biaya
Rendah, tanpa biaya pinjaman
Lebih tinggi (biaya pinjaman, biaya margin)
Kompleksitas
Ramah pemula
Lebih mahir
Penggunaan
Investasi jangka panjang, strategi pertumbuhan
Lindung nilai portofolio, aset overvalued
Bagaimana mengenali kapan harus memilih Long atau Short?
Keputusan antara Long dan Short tidak bergantung pada strategi itu sendiri, tetapi pada penilaian pasar kamu. Trader menggunakan berbagai alat analisis:
Analisis Fundamental: Menilai angka perusahaan, laba, pendapatan – mendasari asumsi tentang pergerakan harga di masa depan
Analisis Teknikal: Pola grafik, indikator, level resistance dan support memberi petunjuk tentang pergerakan harga yang akan datang
Analisis Sentimen: Sentimen pasar, diskusi media sosial, suasana pasar
Faktor Makroekonomi: Suku bunga, inflasi, indikator ekonomi mempengaruhi pergerakan pasar
Apakah Long dan Short bisa digunakan bersamaan?
Ya. Jika kamu melakukan Long dan Short pada aset yang sama, ini disebut hedging – strategi pengurangan risiko. Kamu juga bisa melakukan Long di satu aset dan Short di aset lain yang berkorelasi, untuk memanfaatkan perbedaan harga (strategi arbitrase).
Kesimpulan: Strategi mana yang kamu pilih?
Long dan Short adalah dua pendekatan dasar dalam trading. Posisi Long bersifat intuitif dan lebih aman – cocok untuk mereka yang ingin mengikuti tren pasar. Posisi Short menawarkan peluang untuk mendapatkan keuntungan di pasar turun, tetapi membutuhkan pengetahuan lebih, kekuatan psikologis, dan manajemen risiko yang ketat.
Pilihan terbaik antara Long dan Short bergantung pada:
Penilaian pasar terkini kamu
Toleransi risiko pribadi
Tujuan investasi
Pengalaman dan ketahanan psikologis
Tidak ada strategi yang secara universal “terbaik”. Trader yang ideal menguasai kedua teknik dan menggunakannya secara situasional – tergantung apa yang ditawarkan pasar saat ini.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Long dan Short dalam Trading: Strategi mana yang cocok untukmu?
Memahami Dua Sisi Pasar
Dalam trading, ada dua cara dasar untuk menghasilkan uang: dengan kenaikan harga atau dengan penurunan harga. Banyak pemula awalnya berpikir bahwa keuntungan hanya mungkin jika pasar naik. Ini adalah kesalahpahaman yang umum. Faktanya, baik Long maupun Short menawarkan peluang berbeda tergantung bagaimana pergerakan pasar.
Sebuah Posisi Long berarti kamu membeli aset dan menunggu harga naik. Prinsipnya sederhana: beli murah, jual mahal. Sebaliknya, sebuah Posisi Short: kamu menjual sebuah aset (yang kamu pinjam dari broker), untuk membelinya kembali nanti dengan harga lebih murah. Kedua strategi ini memiliki keabsahan, tetapi juga risiko spesifiknya.
Apa sebenarnya sebuah posisi?
Dalam trading, posisi menggambarkan posisi pasar terkini kamu. Ini adalah transaksi perdagangan terbuka, di mana kamu memegang atau telah menjual sebuah aset. Secara teori, kamu bisa memegang posisi sebanyak mungkin secara bersamaan – secara praktis, batasan ditetapkan oleh modal yang tersedia, margin yang diminta broker, dan ketentuan hukum. Batasan ini juga disebut batas posisi.
Peluang mendapatkan keuntungan dari penurunan harga: Short dijelaskan
Sebelum kita membahas Long, mari kita lihat terlebih dahulu Short. Kamu membuka posisi Short jika kamu memperkirakan harga akan turun. Kamu menjual sebuah aset yang tidak kamu miliki – broker meminjamkannya untukmu.
Konsepnya bekerja berdasarkan skema: jual mahal, beli kembali dengan harga lebih murah.
Contoh praktis: Misalnya, kamu menduga Netflix akan mengumumkan angka yang mengecewakan. Seminggu sebelum pengumuman, kamu membuka posisi Short dan menjual saham yang dipinjamkan seharga 1.000 €. Faktanya, harga turun ke 950 € setelah angka buruk diumumkan. Kamu membeli kembali saham tersebut dan mengembalikannya ke broker. Keuntunganmu: 50 € (1.000 € - 950 €).
Ciri-ciri posisi Short:
Penjelasan risiko:
Bayangkan harga saham Netflix naik menjadi 2.000 €. Kamu harus membeli kembali saham tersebut dengan harga ini – kerugianmu: -1.000 € (1.000 € - 2.000 €). Skema ini menunjukkan risiko dasar dari posisi Short.
Mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga: Long dijelaskan
Posisi Long adalah konsep yang lebih intuitif bagi kebanyakan investor. Kamu membeli sebuah aset karena percaya bahwa harganya akan naik di masa depan.
Contoh dari praktik: Kamu memperkirakan Amazon akan mengumumkan angka kuartalan yang kuat. Seminggu sebelum pengumuman, kamu membeli saham seharga 150 €. Harapanmu terpenuhi – harga naik ke 160 €. Kamu menjual posisi dan mendapatkan keuntungan sebesar 10 € (160 € - 150 €).
Ciri-ciri posisi Long:
Leverage dan Margin: Efek Pengganda pada Short
Perbedaan penting antara Long dan Short adalah penggunaan leverage. Pada posisi Short, kamu meminjam aset – untuk itu, kamu harus menyetor jaminan (Margin).
Jika persyaratan margin misalnya 50 %, kamu hanya perlu menyetor 50 % dari nilai saham, tetapi mendapatkan manfaat dari seluruh pergerakan harga (100 %). Ini menghasilkan leverage sebesar 2x.
Leverage berfungsi seperti pengganda: tidak hanya memperbesar potensi keuntungan, tetapi juga kerugian. Dengan leverage 2x, kenaikan harga sebesar 10 % untuk posisi Short-mu berarti kerugian sebesar -10 %. Oleh karena itu, manajemen risiko yang ketat sangat penting pada posisi Short yang menggunakan leverage.
Strategi Mengelola Kedua Posisi
Tak peduli apakah Long atau Short – ada teknik terbukti untuk mengendalikan risiko:
Order Stop-Loss: Menetapkan garis keluar otomatis. Pada posisi Long, melindungi dari kerugian ke bawah, dan pada Short, dari kerugian ke atas. Jika harga mencapai level ini, posisi langsung ditutup.
Order Take-Profit: Mengamankan keuntunganmu dengan menutup posisi secara otomatis saat mencapai target keuntungan tertentu.
Trailing Stops: Stop-Loss menyesuaikan secara otomatis mengikuti harga saat ini – ideal untuk mengamankan keuntungan dan tetap mendapatkan manfaat dari tren kenaikan lebih lanjut.
Diversifikasi: Sebarkan modalmu ke beberapa posisi dan aset berbeda untuk mengurangi risiko.
Pada posisi Short, tambahan penting:
Long vs. Short: Panduan Pengambilan Keputusan
Bagaimana mengenali kapan harus memilih Long atau Short?
Keputusan antara Long dan Short tidak bergantung pada strategi itu sendiri, tetapi pada penilaian pasar kamu. Trader menggunakan berbagai alat analisis:
Analisis Fundamental: Menilai angka perusahaan, laba, pendapatan – mendasari asumsi tentang pergerakan harga di masa depan
Analisis Teknikal: Pola grafik, indikator, level resistance dan support memberi petunjuk tentang pergerakan harga yang akan datang
Analisis Sentimen: Sentimen pasar, diskusi media sosial, suasana pasar
Faktor Makroekonomi: Suku bunga, inflasi, indikator ekonomi mempengaruhi pergerakan pasar
Apakah Long dan Short bisa digunakan bersamaan?
Ya. Jika kamu melakukan Long dan Short pada aset yang sama, ini disebut hedging – strategi pengurangan risiko. Kamu juga bisa melakukan Long di satu aset dan Short di aset lain yang berkorelasi, untuk memanfaatkan perbedaan harga (strategi arbitrase).
Kesimpulan: Strategi mana yang kamu pilih?
Long dan Short adalah dua pendekatan dasar dalam trading. Posisi Long bersifat intuitif dan lebih aman – cocok untuk mereka yang ingin mengikuti tren pasar. Posisi Short menawarkan peluang untuk mendapatkan keuntungan di pasar turun, tetapi membutuhkan pengetahuan lebih, kekuatan psikologis, dan manajemen risiko yang ketat.
Pilihan terbaik antara Long dan Short bergantung pada:
Tidak ada strategi yang secara universal “terbaik”. Trader yang ideal menguasai kedua teknik dan menggunakannya secara situasional – tergantung apa yang ditawarkan pasar saat ini.