Itu sudah di rumah dan uang mengalir masuk - impian banyak orang yang bisa menjadi kenyataan. Bukanlah hal yang menipu, tetapi perlu memahami peta yang benar. Artikel ini akan membawa Anda untuk mengetahui Passive Income artinya apa. Bagaimana cara menciptakan penghasilan dan metode mana yang paling sesuai dengan situasi Anda.
Passive Income adalah arus uang yang tidak pernah berhenti
Passive Income dalam pengertian sederhana adalah uang yang terus mengalir masuk tanpa Anda harus bekerja keras, misalnya ketika Anda menyewakan rumah, setiap bulan ada sewa yang masuk, atau Anda memegang saham yang memberikan dividen, setiap kuartal Anda mendapatkan dividen tanpa melakukan apa-apa.
Hal yang penting adalah Passive Income sebagian besar berasal dari memegang aset yang memiliki arus kas yang stabil - bisa berupa hak cipta (foto, eBook, lagu) atau aset nyata (tanah, saham, uang tunai) lalu membiarkannya bekerja untuk Anda terus menerus.
3 Jenis penghasilan yang harus dipahami investor secara mendalam
Selain Passive Income, ada dua jenis penghasilan lain yang berbeda secara jelas:
Active Income - Penghasilan yang harus dikerjakan
Gaji dari pekerjaan, jasa pengasuhan anak, pembersihan - semua ini membutuhkan tenaga dan usaha. Jika tidak bekerja, tidak ada penghasilan. Anda harus bekerja terus-menerus untuk mempertahankan penghasilan ini.
Portfolio Income - Penghasilan dari jual beli
Selisih dari jual beli saham, keuntungan dari kontrak derivatif - terjadi sekali saat menjual, tetapi bisa diulang. Hasil dari dividen yang didapat sebagian bisa dihitung sebagai Passive Income.
Passive Income - Penghasilan yang mengalir sendiri
Anda tidak perlu bekerja, tidak perlu tenaga, penghasilan tetap mengalir ke Anda. Inilah perbedaan yang membuat Passive Income menjadi pilihan untuk menambah penghasilan lain secara bersamaan.
Contoh perbandingan: satu bidang pekerjaan tetapi berbeda model
Active
Passive
Jasa fotografi untuk klien
Menjual foto di platform Shutterstock
Menulis buku untuk penerbit
Menulis eBook lalu mengunggah dan menjual di Amazon
Bekerja sebagai programmer
Membuat template kode dan menjualnya
Membuka toko kecil menjual nasi campur
Menyewakan ruang iklan di halaman Facebook
8 Cara membangun Passive Income yang bisa dimulai setiap hari
1. Membuat produk berlisensi - Tanpa modal awal
Buku, lagu, template digital, foto - semua ini bisa menghasilkan Passive Income karena bisa dijual berulang tanpa batasan dan tanpa biaya tambahan melalui platform seperti:
Shutterstock / Adobe Stock untuk foto dan ilustrasi
Amazon / MEB / Ookbee untuk eBook dan Audiobook
Canva untuk template digital
YouTube / Facebook - mendapatkan pendapatan dari jumlah penonton
Kelebihan: Tidak perlu modal, hasilnya bisa didapatkan selamanya, bisa digunakan bertahun-tahun
Risiko: Platform akan memotong bagian untuk mereka, Anda hanya mendapatkan sebagian dari pendapatan.
2. Deposito berjangka - Cara klasik yang ringan
Pilih jangka waktu, simpan uang di bank, saat jatuh tempo (setengah tahun 1 tahun) bank akan membayar bunga. Tidak perlu melakukan apa-apa, cukup menunggu uang kembali.
Kelebihan: Tidak perlu tenaga, tingkat bunga pasti, bisa diprediksi, risiko rendah.
Risiko: Perlu modal besar agar hasilnya memuaskan, bunga relatif rendah, ada potongan pajak 15% di sumber.
3. Obligasi dan surat utang - Hasil sedikit lebih tinggi
Beli obligasi atau surat utang (Coupon Rate), mendapatkan bunga secara rutin. Tingkatnya berbeda tergantung kredit penerbit - obligasi pemerintah memberi bunga lebih rendah, risiko juga lebih rendah. Obligasi swasta memberi bunga lebih tinggi, risiko juga meningkat.
Kelebihan: Tidak perlu tenaga, hasil rutin, lebih tinggi dari deposito.
Risiko: Perlu modal awal, potongan pajak 15%, risiko kredit penerbit surat utang tidak mampu bayar kembali.
4. Asuransi unit link - Tabungan sekaligus perlindungan
Menabung melalui perusahaan asuransi, saat jatuh tempo mendapatkan uang kembali plus bunga 2-3% per tahun, sekaligus mendapatkan manfaat perlindungan.
Kelebihan: Tidak perlu tenaga, mendapatkan manfaat perlindungan jiwa, tidak ada potongan pajak 15% seperti deposito.
Risiko: Perlu modal besar, menerima uang sekaligus di akhir, tidak bertahap sebagai arus kas bulanan.
5. Menyewakan properti - Penghasilan dari aset
Rumah, apartemen, tanah - disewakan dan mendapatkan sewa setiap bulan. Selain mendapatkan Passive Income dari sewa, nilai properti juga meningkat seiring waktu.
Kelebihan: Mendapat Passive Income berkelanjutan, nilai properti naik, pemilik tetap milik Anda, mulai mendapatkan dari bulan pertama.
Risiko: Perlu modal besar di awal, penghasilan baru muncul jika ada penyewa, harus mengurus dan memperbaiki.
6. Unit trust REIT - Properti yang diperdagangkan seperti saham
Alih-alih membeli properti sendiri, berinvestasi di dana yang memegang berbagai properti (kantor, hotel, struktur), mendapatkan dividen dari sewa yang dikumpulkan dana tersebut.
Kelebihan: Modal lebih kecil, mudah diperdagangkan, beragam jenis properti.
Risiko: Dividen dipotong pajak 10%, risiko harga unit berubah sesuai pasar.
7. Saham dividen - Hasil yang sejalan
Beli saham yang rutin membagikan dividen, dapat Passive Income dari dividen 6-8% per tahun. Selain itu, harga saham juga bisa naik, menambah Portfolio Income.
Kelebihan: Mendapat Passive Income dan Portfolio Income dari kenaikan harga, hasil lebih tinggi dari dana trust dan deposito, mudah diperdagangkan di pasar saham.
Risiko: Dividen dipotong pajak 10%, risiko harga saham turun, harus memilih saham yang stabil dan rutin membagikan dividen.
8. Staking koin kripto - Hasil tinggi untuk investor awal
Menaruh koin kripto yang Anda miliki di Staking Pool, mendapatkan hasil 3-5% ke atas, bahkan puluhan persen per tahun.
Kelebihan: Hasil tinggi dibandingkan metode lain, mudah diperdagangkan di platform, Passive Income dan Portfolio Income.
Risiko: Risiko tinggi, bisa kehilangan seluruh modal jika platform tidak terpercaya, regulasi pajak belum jelas, tidak cocok untuk pemula.
Kesimpulan - Passive Income bukan mimpi, tetapi rencana
Passive Income artinya adalah pilihan untuk membangun kekayaan, tidak bergantung hanya pada gaji. Ada berbagai jalur, mulai dari tanpa modal hingga membutuhkan modal besar.
Yang penting adalah memilih metode yang sesuai dengan kondisi keuangan dan pengetahuan Anda sendiri. Setiap orang memiliki jalan menuju kekayaan yang berbeda - yang utama adalah mulai dan memilih cara yang cocok untuk diri sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa Harus Membuat Pendapatan Pasif - Perbedaan yang Harus Diketahui Investor
Itu sudah di rumah dan uang mengalir masuk - impian banyak orang yang bisa menjadi kenyataan. Bukanlah hal yang menipu, tetapi perlu memahami peta yang benar. Artikel ini akan membawa Anda untuk mengetahui Passive Income artinya apa. Bagaimana cara menciptakan penghasilan dan metode mana yang paling sesuai dengan situasi Anda.
Passive Income adalah arus uang yang tidak pernah berhenti
Passive Income dalam pengertian sederhana adalah uang yang terus mengalir masuk tanpa Anda harus bekerja keras, misalnya ketika Anda menyewakan rumah, setiap bulan ada sewa yang masuk, atau Anda memegang saham yang memberikan dividen, setiap kuartal Anda mendapatkan dividen tanpa melakukan apa-apa.
Hal yang penting adalah Passive Income sebagian besar berasal dari memegang aset yang memiliki arus kas yang stabil - bisa berupa hak cipta (foto, eBook, lagu) atau aset nyata (tanah, saham, uang tunai) lalu membiarkannya bekerja untuk Anda terus menerus.
3 Jenis penghasilan yang harus dipahami investor secara mendalam
Selain Passive Income, ada dua jenis penghasilan lain yang berbeda secara jelas:
Active Income - Penghasilan yang harus dikerjakan Gaji dari pekerjaan, jasa pengasuhan anak, pembersihan - semua ini membutuhkan tenaga dan usaha. Jika tidak bekerja, tidak ada penghasilan. Anda harus bekerja terus-menerus untuk mempertahankan penghasilan ini.
Portfolio Income - Penghasilan dari jual beli Selisih dari jual beli saham, keuntungan dari kontrak derivatif - terjadi sekali saat menjual, tetapi bisa diulang. Hasil dari dividen yang didapat sebagian bisa dihitung sebagai Passive Income.
Passive Income - Penghasilan yang mengalir sendiri Anda tidak perlu bekerja, tidak perlu tenaga, penghasilan tetap mengalir ke Anda. Inilah perbedaan yang membuat Passive Income menjadi pilihan untuk menambah penghasilan lain secara bersamaan.
Contoh perbandingan: satu bidang pekerjaan tetapi berbeda model
8 Cara membangun Passive Income yang bisa dimulai setiap hari
1. Membuat produk berlisensi - Tanpa modal awal
Buku, lagu, template digital, foto - semua ini bisa menghasilkan Passive Income karena bisa dijual berulang tanpa batasan dan tanpa biaya tambahan melalui platform seperti:
Kelebihan: Tidak perlu modal, hasilnya bisa didapatkan selamanya, bisa digunakan bertahun-tahun
Risiko: Platform akan memotong bagian untuk mereka, Anda hanya mendapatkan sebagian dari pendapatan.
2. Deposito berjangka - Cara klasik yang ringan
Pilih jangka waktu, simpan uang di bank, saat jatuh tempo (setengah tahun 1 tahun) bank akan membayar bunga. Tidak perlu melakukan apa-apa, cukup menunggu uang kembali.
Kelebihan: Tidak perlu tenaga, tingkat bunga pasti, bisa diprediksi, risiko rendah.
Risiko: Perlu modal besar agar hasilnya memuaskan, bunga relatif rendah, ada potongan pajak 15% di sumber.
3. Obligasi dan surat utang - Hasil sedikit lebih tinggi
Beli obligasi atau surat utang (Coupon Rate), mendapatkan bunga secara rutin. Tingkatnya berbeda tergantung kredit penerbit - obligasi pemerintah memberi bunga lebih rendah, risiko juga lebih rendah. Obligasi swasta memberi bunga lebih tinggi, risiko juga meningkat.
Kelebihan: Tidak perlu tenaga, hasil rutin, lebih tinggi dari deposito.
Risiko: Perlu modal awal, potongan pajak 15%, risiko kredit penerbit surat utang tidak mampu bayar kembali.
4. Asuransi unit link - Tabungan sekaligus perlindungan
Menabung melalui perusahaan asuransi, saat jatuh tempo mendapatkan uang kembali plus bunga 2-3% per tahun, sekaligus mendapatkan manfaat perlindungan.
Kelebihan: Tidak perlu tenaga, mendapatkan manfaat perlindungan jiwa, tidak ada potongan pajak 15% seperti deposito.
Risiko: Perlu modal besar, menerima uang sekaligus di akhir, tidak bertahap sebagai arus kas bulanan.
5. Menyewakan properti - Penghasilan dari aset
Rumah, apartemen, tanah - disewakan dan mendapatkan sewa setiap bulan. Selain mendapatkan Passive Income dari sewa, nilai properti juga meningkat seiring waktu.
Kelebihan: Mendapat Passive Income berkelanjutan, nilai properti naik, pemilik tetap milik Anda, mulai mendapatkan dari bulan pertama.
Risiko: Perlu modal besar di awal, penghasilan baru muncul jika ada penyewa, harus mengurus dan memperbaiki.
6. Unit trust REIT - Properti yang diperdagangkan seperti saham
Alih-alih membeli properti sendiri, berinvestasi di dana yang memegang berbagai properti (kantor, hotel, struktur), mendapatkan dividen dari sewa yang dikumpulkan dana tersebut.
Kelebihan: Modal lebih kecil, mudah diperdagangkan, beragam jenis properti.
Risiko: Dividen dipotong pajak 10%, risiko harga unit berubah sesuai pasar.
7. Saham dividen - Hasil yang sejalan
Beli saham yang rutin membagikan dividen, dapat Passive Income dari dividen 6-8% per tahun. Selain itu, harga saham juga bisa naik, menambah Portfolio Income.
Kelebihan: Mendapat Passive Income dan Portfolio Income dari kenaikan harga, hasil lebih tinggi dari dana trust dan deposito, mudah diperdagangkan di pasar saham.
Risiko: Dividen dipotong pajak 10%, risiko harga saham turun, harus memilih saham yang stabil dan rutin membagikan dividen.
8. Staking koin kripto - Hasil tinggi untuk investor awal
Menaruh koin kripto yang Anda miliki di Staking Pool, mendapatkan hasil 3-5% ke atas, bahkan puluhan persen per tahun.
Kelebihan: Hasil tinggi dibandingkan metode lain, mudah diperdagangkan di platform, Passive Income dan Portfolio Income.
Risiko: Risiko tinggi, bisa kehilangan seluruh modal jika platform tidak terpercaya, regulasi pajak belum jelas, tidak cocok untuk pemula.
Kesimpulan - Passive Income bukan mimpi, tetapi rencana
Passive Income artinya adalah pilihan untuk membangun kekayaan, tidak bergantung hanya pada gaji. Ada berbagai jalur, mulai dari tanpa modal hingga membutuhkan modal besar.
Yang penting adalah memilih metode yang sesuai dengan kondisi keuangan dan pengetahuan Anda sendiri. Setiap orang memiliki jalan menuju kekayaan yang berbeda - yang utama adalah mulai dan memilih cara yang cocok untuk diri sendiri.