Obligasi Pemerintah (Government Bond) adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh pemerintah atau badan pemerintah untuk meminjam uang dari investor. Pemerintah berjanji akan mengembalikan pokok beserta bunga sesuai tingkat yang disepakati (Bond Yield) saat jatuh tempo
Dengan kata lain, jika Anda membeli obligasi pemerintah, berarti Anda adalah kreditur pemerintah dan pemerintah adalah peminjam uang dari Anda. Pemerintah menerbitkan obligasi untuk mengumpulkan dana guna proyek-proyek seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, atau pembayaran utang negara
Mengapa investor mulai tertarik pada obligasi pemerintah
Pada saat suku bunga deposito bank menurun, banyak investor mulai mencari alternatif lain agar uang mereka dapat bekerja. Obligasi pemerintah pun menjadi saluran yang semakin diminati oleh investor
Alasan utama yang menarik investor ke obligasi pemerintah adalah stabilitas dan kepercayaan, karena pemerintah adalah pihak yang menjamin pembayaran utang. Hal ini menjadikan investasi ini berisiko lebih rendah dibandingkan aset lain
Bagaimana obligasi pemerintah bekerja secara praktis
Proses investasi ini tidak rumit sama sekali. Langkah-langkah umumnya adalah:
Membeli obligasi: Anda menginvestasikan uang untuk membeli obligasi pemerintah dari bank, minimal adalah 1.000 rupiah (1 unit). Bisa dibeli dalam kelipatan 1.000 rupiah, seperti 2.000 rupiah, 50.000 rupiah, atau lebih besar. Tidak ada batas maksimum jumlah uang
Memegang sampai jatuh tempo: Anda memegang obligasi sesuai periode yang tercantum dalam kontrak, bisa 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun, atau lebih. Selama periode ini, Anda akan menerima bunga secara berkala
Menerima pengembalian dana: Saat obligasi jatuh tempo, pemerintah akan mengembalikan pokok beserta bunga yang tersisa
Jenis-jenis obligasi pemerintah
Di Amerika Serikat, yang memiliki pasar obligasi terbesar di dunia, obligasi pemerintah (disebut juga sebagai Treasury Securities) dibagi berdasarkan jangka waktu:
Treasury Bills (Surat Utang Jangka Pendek)
Berjangka tidak lebih dari 1 tahun
Cocok untuk investor yang membutuhkan likuiditas tinggi
Treasury Notes (Surat Utang Jangka Menengah)
Berjangka 2 tahun, 3 tahun, 5 tahun, atau 10 tahun
Membayar bunga tetap sesuai tingkat yang tercantum dalam surat utang
Paling populer di kalangan investor umum
Treasury Bonds (Obligasi Jangka Panjang)
Berjangka 20 tahun, 30 tahun, atau lebih
Memberikan hasil yang lebih tinggi dibandingkan jenis lain, tetapi memiliki risiko suku bunga yang lebih besar
Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS)
Obligasi yang nilainya disesuaikan dengan tingkat inflasi
Cocok untuk investor yang khawatir tentang daya beli
Keuntungan obligasi pemerintah bagi investor
1. Keamanan tertinggi
Obligasi pemerintah dianggap sebagai instrumen dengan risiko paling rendah di pasar karena jaminan pembayaran utang berasal dari pemerintah negara yang memiliki kekuasaan memungut pajak dan mencetak uang
2. Pendapatan stabil dan dapat diprediksi
Bunga dari obligasi pemerintah adalah jumlah tetap yang disepakati saat pembelian, sehingga investor dapat memperkirakan pendapatan di masa depan dengan akurat
3. Fleksibilitas dalam memilih jangka waktu
Tersedia obligasi dengan berbagai jangka waktu, dari beberapa bulan hingga lebih dari sepuluh tahun, memungkinkan investor menyesuaikan rencana investasi sesuai tujuan mereka
4. Likuiditas yang baik
Obligasi pemerintah, terutama dari negara maju, memiliki pasar sekunder yang besar. Investor dapat menjual obligasi sebelum jatuh tempo jika diperlukan
Kelemahan yang perlu dipertimbangkan
1. Imbal hasil relatif rendah
Karena keamanannya, bunga obligasi pemerintah lebih rendah dibandingkan instrumen berisiko tinggi lainnya. Pada periode tertentu, hasilnya bahkan bisa di bawah tingkat inflasi
2. Risiko suku bunga
Ketika suku bunga pasar naik, harga obligasi yang sudah diterbitkan akan turun. Jika investor menjual sebelum jatuh tempo, bisa mengalami kerugian
3. Pengaruh kebijakan moneter
Perubahan kebijakan bank sentral dapat berdampak signifikan terhadap harga dan hasil obligasi
Faktor-faktor yang menentukan harga obligasi pemerintah
Suku bunga dasar
Kenaikan suku bunga menyebabkan harga obligasi yang ada turun, karena investor bisa mendapatkan hasil lebih baik dari obligasi baru yang diterbitkan
Kondisi ekonomi
Dalam masa krisis atau ketidakpastian ekonomi, investor cenderung mencari “tempat aman” (Safe Haven), termasuk obligasi pemerintah, sehingga harga obligasi meningkat
Kebijakan bank sentral
Bank sentral biasanya adalah pembeli besar obligasi. Perubahan kebijakan Quantitative Easing (QE) atau kenaikan penurunan suku bunga berdampak langsung pada pasar
Kondisi ekonomi internasional
Faktor seperti ketegangan politik global atau krisis ekonomi dunia dapat menyebabkan arus masuk atau keluar dana dari obligasi pemerintah
Cara membeli obligasi pemerintah
Cara 1: Membeli di pasar perdana
Ini adalah cara membeli obligasi langsung dari pemerintah melalui bank yang terotorisasi, seperti Bank Mandiri atau bank komersial yang menjadi agen penjual
Keuntungan:
Membeli sebagai penerbit pertama, tidak melalui pihak lain sebelumnya
Menyimpan sampai jatuh tempo, harga jelas
Kekurangan:
Harus mengikuti berita saat pemerintah menerbitkan obligasi
Penjualan berhenti setelah jumlah yang ditawarkan habis
Cara 2: Membeli di pasar sekunder
Ini adalah transaksi jual beli obligasi yang sudah dibeli dari pasar perdana dan dijual kembali ke orang lain. Pasar sekunder dapat dilakukan dengan dua cara:
a. Jual beli langsung
Investor berkomunikasi langsung (tidak umum karena sulit dan berisiko tinggi)
b. Melalui broker obligasi
Anda dapat menghubungi perusahaan sekuritas yang menjadi agen jual beli obligasi. Mereka akan membantu investor mencari peluang transaksi di pasar sekunder
Cara 3: Melalui reksa dana obligasi
Untuk yang ingin dikelola oleh manajer investasi, pilih reksa dana obligasi yang sesuai dengan tujuan Anda, lalu beli melalui perusahaan sekuritas atau bank yang menjualnya
Keuntungan:
Dikelola oleh profesional
Beragam pilihan
Bisa mulai dengan modal kecil
Nilai obligasi pemerintah dan hubungannya dengan saham dan mata uang
Hasil dari obligasi pemerintah (terutama obligasi jangka panjang) adalah indikator penting kepercayaan pasar dan berkaitan dengan nilai tukar mata uang
Contohnya, hasil obligasi pemerintah AS berjangka 10 tahun dipantau secara ketat oleh investor global. Ketika hasilnya naik, menunjukkan bahwa:
Investor menginginkan hasil lebih tinggi (mengharapkan ekonomi meningkat atau inflasi tinggi)
Nilai dolar AS cenderung menguat
Ketika hasilnya turun, menunjukkan bahwa:
Investor mencari “tempat aman” (menghindari hasil)
Nilai dolar AS cenderung melemah
Siapa yang cocok berinvestasi dalam obligasi pemerintah
Orang yang menghindari risiko yang mencari investasi berisiko rendah dan pendapatan stabil, obligasi pemerintah adalah pilihan yang baik
Lansia dan pensiunan yang membutuhkan pendapatan dari instrumen ini, porsi obligasi pemerintah dalam portofolio mereka adalah hal yang alami
Investor yang sedang menyeimbangkan portofolio obligasi membantu mengurangi volatilitas dan menjadi tolok ukur keuangan (Ballast) dalam portofolio investasi
Investor jangka panjang yang berencana menabung untuk tujuan masa depan, seperti pensiun atau pendidikan anak
Kesimpulan
Obligasi pemerintah mengatasi anggapan “aman tetapi hasil rendah”. Ini adalah karakteristik khas obligasi pemerintah, yang bukan salah, tetapi merupakan pertukaran yang dipahami dan disepakati
Bagi sebagian besar investor, obligasi pemerintah sebaiknya menjadi bagian dari portofolio investasi, meskipun bukan porsi utama. Membantu portofolio tetap stabil dan membuat Anda tidur nyenyak saat pasar saham bergejolak
Keputusan berinvestasi dalam obligasi pemerintah harus didasarkan pada tujuan investasi Anda, risiko yang mampu ditanggung, dan jangka waktu investasi. Tidak ada pilihan investasi yang “baik” atau “buruk”, hanya yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko Anda
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Obligasi Pemerintah: Aset yang Stabil untuk Investor yang Cemas
Memahami Obligasi Pemerintah dari Dasar
Obligasi Pemerintah (Government Bond) adalah instrumen investasi yang diterbitkan oleh pemerintah atau badan pemerintah untuk meminjam uang dari investor. Pemerintah berjanji akan mengembalikan pokok beserta bunga sesuai tingkat yang disepakati (Bond Yield) saat jatuh tempo
Dengan kata lain, jika Anda membeli obligasi pemerintah, berarti Anda adalah kreditur pemerintah dan pemerintah adalah peminjam uang dari Anda. Pemerintah menerbitkan obligasi untuk mengumpulkan dana guna proyek-proyek seperti pembangunan infrastruktur, pendidikan, atau pembayaran utang negara
Mengapa investor mulai tertarik pada obligasi pemerintah
Pada saat suku bunga deposito bank menurun, banyak investor mulai mencari alternatif lain agar uang mereka dapat bekerja. Obligasi pemerintah pun menjadi saluran yang semakin diminati oleh investor
Alasan utama yang menarik investor ke obligasi pemerintah adalah stabilitas dan kepercayaan, karena pemerintah adalah pihak yang menjamin pembayaran utang. Hal ini menjadikan investasi ini berisiko lebih rendah dibandingkan aset lain
Bagaimana obligasi pemerintah bekerja secara praktis
Proses investasi ini tidak rumit sama sekali. Langkah-langkah umumnya adalah:
Membeli obligasi: Anda menginvestasikan uang untuk membeli obligasi pemerintah dari bank, minimal adalah 1.000 rupiah (1 unit). Bisa dibeli dalam kelipatan 1.000 rupiah, seperti 2.000 rupiah, 50.000 rupiah, atau lebih besar. Tidak ada batas maksimum jumlah uang
Memegang sampai jatuh tempo: Anda memegang obligasi sesuai periode yang tercantum dalam kontrak, bisa 1 tahun, 3 tahun, 5 tahun, 7 tahun, atau lebih. Selama periode ini, Anda akan menerima bunga secara berkala
Menerima pengembalian dana: Saat obligasi jatuh tempo, pemerintah akan mengembalikan pokok beserta bunga yang tersisa
Jenis-jenis obligasi pemerintah
Di Amerika Serikat, yang memiliki pasar obligasi terbesar di dunia, obligasi pemerintah (disebut juga sebagai Treasury Securities) dibagi berdasarkan jangka waktu:
Treasury Bills (Surat Utang Jangka Pendek)
Treasury Notes (Surat Utang Jangka Menengah)
Treasury Bonds (Obligasi Jangka Panjang)
Treasury Inflation-Protected Securities (TIPS)
Keuntungan obligasi pemerintah bagi investor
1. Keamanan tertinggi Obligasi pemerintah dianggap sebagai instrumen dengan risiko paling rendah di pasar karena jaminan pembayaran utang berasal dari pemerintah negara yang memiliki kekuasaan memungut pajak dan mencetak uang
2. Pendapatan stabil dan dapat diprediksi Bunga dari obligasi pemerintah adalah jumlah tetap yang disepakati saat pembelian, sehingga investor dapat memperkirakan pendapatan di masa depan dengan akurat
3. Fleksibilitas dalam memilih jangka waktu Tersedia obligasi dengan berbagai jangka waktu, dari beberapa bulan hingga lebih dari sepuluh tahun, memungkinkan investor menyesuaikan rencana investasi sesuai tujuan mereka
4. Likuiditas yang baik Obligasi pemerintah, terutama dari negara maju, memiliki pasar sekunder yang besar. Investor dapat menjual obligasi sebelum jatuh tempo jika diperlukan
Kelemahan yang perlu dipertimbangkan
1. Imbal hasil relatif rendah Karena keamanannya, bunga obligasi pemerintah lebih rendah dibandingkan instrumen berisiko tinggi lainnya. Pada periode tertentu, hasilnya bahkan bisa di bawah tingkat inflasi
2. Risiko suku bunga Ketika suku bunga pasar naik, harga obligasi yang sudah diterbitkan akan turun. Jika investor menjual sebelum jatuh tempo, bisa mengalami kerugian
3. Pengaruh kebijakan moneter Perubahan kebijakan bank sentral dapat berdampak signifikan terhadap harga dan hasil obligasi
Faktor-faktor yang menentukan harga obligasi pemerintah
Suku bunga dasar Kenaikan suku bunga menyebabkan harga obligasi yang ada turun, karena investor bisa mendapatkan hasil lebih baik dari obligasi baru yang diterbitkan
Kondisi ekonomi Dalam masa krisis atau ketidakpastian ekonomi, investor cenderung mencari “tempat aman” (Safe Haven), termasuk obligasi pemerintah, sehingga harga obligasi meningkat
Kebijakan bank sentral Bank sentral biasanya adalah pembeli besar obligasi. Perubahan kebijakan Quantitative Easing (QE) atau kenaikan penurunan suku bunga berdampak langsung pada pasar
Kondisi ekonomi internasional Faktor seperti ketegangan politik global atau krisis ekonomi dunia dapat menyebabkan arus masuk atau keluar dana dari obligasi pemerintah
Cara membeli obligasi pemerintah
Cara 1: Membeli di pasar perdana
Ini adalah cara membeli obligasi langsung dari pemerintah melalui bank yang terotorisasi, seperti Bank Mandiri atau bank komersial yang menjadi agen penjual
Keuntungan:
Kekurangan:
Cara 2: Membeli di pasar sekunder
Ini adalah transaksi jual beli obligasi yang sudah dibeli dari pasar perdana dan dijual kembali ke orang lain. Pasar sekunder dapat dilakukan dengan dua cara:
a. Jual beli langsung Investor berkomunikasi langsung (tidak umum karena sulit dan berisiko tinggi)
b. Melalui broker obligasi Anda dapat menghubungi perusahaan sekuritas yang menjadi agen jual beli obligasi. Mereka akan membantu investor mencari peluang transaksi di pasar sekunder
Cara 3: Melalui reksa dana obligasi
Untuk yang ingin dikelola oleh manajer investasi, pilih reksa dana obligasi yang sesuai dengan tujuan Anda, lalu beli melalui perusahaan sekuritas atau bank yang menjualnya
Keuntungan:
Nilai obligasi pemerintah dan hubungannya dengan saham dan mata uang
Hasil dari obligasi pemerintah (terutama obligasi jangka panjang) adalah indikator penting kepercayaan pasar dan berkaitan dengan nilai tukar mata uang
Contohnya, hasil obligasi pemerintah AS berjangka 10 tahun dipantau secara ketat oleh investor global. Ketika hasilnya naik, menunjukkan bahwa:
Ketika hasilnya turun, menunjukkan bahwa:
Siapa yang cocok berinvestasi dalam obligasi pemerintah
Orang yang menghindari risiko yang mencari investasi berisiko rendah dan pendapatan stabil, obligasi pemerintah adalah pilihan yang baik
Lansia dan pensiunan yang membutuhkan pendapatan dari instrumen ini, porsi obligasi pemerintah dalam portofolio mereka adalah hal yang alami
Investor yang sedang menyeimbangkan portofolio obligasi membantu mengurangi volatilitas dan menjadi tolok ukur keuangan (Ballast) dalam portofolio investasi
Investor jangka panjang yang berencana menabung untuk tujuan masa depan, seperti pensiun atau pendidikan anak
Kesimpulan
Obligasi pemerintah mengatasi anggapan “aman tetapi hasil rendah”. Ini adalah karakteristik khas obligasi pemerintah, yang bukan salah, tetapi merupakan pertukaran yang dipahami dan disepakati
Bagi sebagian besar investor, obligasi pemerintah sebaiknya menjadi bagian dari portofolio investasi, meskipun bukan porsi utama. Membantu portofolio tetap stabil dan membuat Anda tidur nyenyak saat pasar saham bergejolak
Keputusan berinvestasi dalam obligasi pemerintah harus didasarkan pada tujuan investasi Anda, risiko yang mampu ditanggung, dan jangka waktu investasi. Tidak ada pilihan investasi yang “baik” atau “buruk”, hanya yang sesuai dengan kebutuhan dan profil risiko Anda