## Risiko Rebalancing Pasar Valuta Internasional: Daya Kuat Dolar Mengimbangi Potensi AUD
Pasar valuta internasional baru-baru ini menunjukkan ciri khas risiko rebalancing. Penyesuaian kecil dalam ekspektasi kebijakan Federal Reserve sedang membentuk kembali pola pergerakan utama mata uang global. Mata uang non-AS seperti AUD, EUR, dan RMB secara umum mengalami tekanan, di mana performa AUD terhadap dolar AS sangat lemah, meskipun data ekonomi domestik menunjukkan hasil yang cukup baik.
### Logika Mendalam di Balik Tekanan AUD
Rabu lalu, AUD/USD melanjutkan tren penurunan, setelah sebelumnya sempat naik lebih dari 0.25% dalam satu hari, tetapi kemudian data ekonomi yang dirilis mematahkan kenaikan tersebut. Data upah kuartalan dari Biro Statistik Australia menunjukkan pertumbuhan sebesar 0.8%, sejalan dengan ekspektasi pasar dan stabil dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, kenaikan upah mencapai 3.4%, sesuai prediksi pasar. Data ini meskipun tidak mengejutkan, tetap menunjukkan angka yang cukup menarik.
Yang lebih menarik perhatian adalah sikap terbaru Reserve Bank of Australia (RBA). Dalam minutes kebijakan moneter November, bank tersebut menyatakan bahwa manajemen mengambil sikap kebijakan yang lebih seimbang, dan mengisyaratkan bahwa jika data selanjutnya melebihi ekspektasi, mereka mungkin akan memperpanjang periode mempertahankan suku bunga tunai tetap. Sikap "menunggu dan melihat" ini mencerminkan kehati-hatian RBA dalam menyeimbangkan inflasi dan lapangan kerja.
Namun, AUD tetap sulit mendapatkan manfaat dari sinyal dukungan ini. Alasannya adalah kekuatan dolar AS yang jauh melebihi ekspektasi.
### Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Fed Berbalik Mendukung Dolar
Indeks dolar AS (DXY) saat ini stabil di sekitar 99.60, menunjukkan pola kekuatan yang jelas. Harga pasar memperkirakan penurunan suku bunga Fed pada Desember mengalami penurunan tajam—menurut alat CME FedWatch, probabilitas penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Desember adalah 49%, turun dari 67% satu minggu lalu. Perubahan ini dipicu oleh berbagai sinyal kebijakan yang berubah.
Wakil Ketua Fed, Philip Jefferson, pekan lalu menyatakan bahwa risiko di pasar tenaga kerja saat ini telah melampaui risiko inflasi yang meningkat, dan menekankan bahwa setiap penurunan suku bunga tambahan di masa depan harus dilakukan secara "perlahan-lahan". Gubernur Federal Reserve Bank Kansas City, Jeffrey Schmid, juga menyatakan bahwa kebijakan moneter perlu "mengimbangi tekanan pertumbuhan permintaan", dan menilai posisi kebijakan saat ini sebagai "cukup restriktif", yang sesuai dengan kebutuhan situasi saat ini.
### Sinyal Kompleks dari Data Pasar Tenaga Kerja
Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa selama minggu yang berakhir 18 Oktober, jumlah pengajuan klaim pengangguran awal adalah 232.000 orang, dan jumlah pengajuan klaim berkelanjutan tetap di 1,957 juta, sedikit meningkat dari 1,926 juta sebelumnya. Laporan otomatis dari ADP menunjukkan tanda-tanda kelemahan lebih lanjut—pengusaha secara rata-rata memPHK 2.500 posisi selama empat minggu hingga 1 November.
Kepala Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hasset, mengingatkan bahwa sebagian data Oktober mungkin akan hilang dalam jangka panjang karena ketidakmampuan lembaga pemerintah untuk mengumpulkan data selama masa shutdown. Data awal dari sektor swasta memang menunjukkan perlambatan di pasar tenaga kerja, dan kepercayaan konsumen juga berfluktuasi, sementara kekhawatiran inflasi tetap ada.
### Data Domestik Australia Lebih Baik dari Ekspektasi
Berbeda dengan AS, data ketenagakerjaan Australia secara tak terduga menunjukkan performa yang kuat. Data dari Biro Statistik Australia yang dirilis Kamis ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Oktober turun dari 4.5% di September menjadi 4.3%, lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 4.4%. Perubahan jumlah pekerjaan selama bulan tersebut adalah 42.2K, jauh melampaui ekspektasi 20K (data sebelumnya direvisi menjadi 12.8K).
Data ini seharusnya memberikan dukungan yang jelas bagi AUD. Wakil Gubernur RBA, Andrew Housser, pekan lalu menyatakan bahwa "perkiraan terbaik adalah bahwa kebijakan moneter masih dalam kondisi restriktif, meskipun ada perdebatan internal di komite". Ia menambahkan bahwa jika kebijakan tidak lagi termasuk kategori restriktif yang moderat, hal ini akan berdampak besar terhadap pengambilan keputusan di masa depan. Pengakuan pasar terhadap sikap hati-hati RBA semakin meningkat, yang membatasi ekspektasi penurunan suku bunga—hingga 18 November, kontrak futures suku bunga antar bank 30 hari ASX menunjukkan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga ke 3.35% pada Desember 2025 (dari 3.60%) hanya 8%.
### Analisis Teknis: Bias Penurunan dalam Pola Konsolidasi
Secara teknikal, pasangan mata uang AUD/USD pada hari Rabu diperdagangkan di sekitar 0.6490, dalam kondisi konsolidasi di dalam sebuah area persegi panjang. Harga masih di bawah rata-rata bergerak eksponensial sembilan hari (EMA), menunjukkan bahwa momentum bearish masih dominan.
Level support dibagi menjadi dua: support pertama di dekat batas bawah persegi panjang di 0.6470, dan support kedua di titik terendah lima bulan di 0.6414 yang tercipta pada 21 Agustus. Untuk resistance, fokus awal berada di angka psikologis 0.6500, di atasnya terdapat EMA sembilan hari di 0.6514. Jika harga mampu menembus resistance yang tumpang tindih ini secara efektif, kondisi teknikal jangka pendek akan membaik, dan pasangan ini berpotensi menyentuh batas atas persegi panjang, mendekati level 0.6630.
### Perpanjangan Pola Divergensi di Bank Sentral Global
Tekanan yang dihadapi AUD secara esensial mencerminkan penyesuaian ulang harga ekspektasi kebijakan bank sentral global. Berbeda dengan Federal Reserve yang memperlambat langkah penurunan suku bunga, bank sentral lain seperti RBA meskipun bersikap menunggu dan melihat, pasar mulai mengurangi harga untuk pelonggaran lebih lanjut. EUR, RMB, dan mata uang non-AS lainnya juga mengalami tekanan dari kekuatan dolar AS yang menguat, membentuk tantangan umum di pasar valuta internasional. Dalam konteks ini, AUD dalam jangka pendek sulit keluar dari pola kelemahan, kecuali jika ekspektasi kebijakan Fed mengalami perubahan besar secara signifikan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
## Risiko Rebalancing Pasar Valuta Internasional: Daya Kuat Dolar Mengimbangi Potensi AUD
Pasar valuta internasional baru-baru ini menunjukkan ciri khas risiko rebalancing. Penyesuaian kecil dalam ekspektasi kebijakan Federal Reserve sedang membentuk kembali pola pergerakan utama mata uang global. Mata uang non-AS seperti AUD, EUR, dan RMB secara umum mengalami tekanan, di mana performa AUD terhadap dolar AS sangat lemah, meskipun data ekonomi domestik menunjukkan hasil yang cukup baik.
### Logika Mendalam di Balik Tekanan AUD
Rabu lalu, AUD/USD melanjutkan tren penurunan, setelah sebelumnya sempat naik lebih dari 0.25% dalam satu hari, tetapi kemudian data ekonomi yang dirilis mematahkan kenaikan tersebut. Data upah kuartalan dari Biro Statistik Australia menunjukkan pertumbuhan sebesar 0.8%, sejalan dengan ekspektasi pasar dan stabil dibandingkan kuartal sebelumnya. Secara tahunan, kenaikan upah mencapai 3.4%, sesuai prediksi pasar. Data ini meskipun tidak mengejutkan, tetap menunjukkan angka yang cukup menarik.
Yang lebih menarik perhatian adalah sikap terbaru Reserve Bank of Australia (RBA). Dalam minutes kebijakan moneter November, bank tersebut menyatakan bahwa manajemen mengambil sikap kebijakan yang lebih seimbang, dan mengisyaratkan bahwa jika data selanjutnya melebihi ekspektasi, mereka mungkin akan memperpanjang periode mempertahankan suku bunga tunai tetap. Sikap "menunggu dan melihat" ini mencerminkan kehati-hatian RBA dalam menyeimbangkan inflasi dan lapangan kerja.
Namun, AUD tetap sulit mendapatkan manfaat dari sinyal dukungan ini. Alasannya adalah kekuatan dolar AS yang jauh melebihi ekspektasi.
### Ekspektasi Penurunan Suku Bunga Fed Berbalik Mendukung Dolar
Indeks dolar AS (DXY) saat ini stabil di sekitar 99.60, menunjukkan pola kekuatan yang jelas. Harga pasar memperkirakan penurunan suku bunga Fed pada Desember mengalami penurunan tajam—menurut alat CME FedWatch, probabilitas penurunan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada Desember adalah 49%, turun dari 67% satu minggu lalu. Perubahan ini dipicu oleh berbagai sinyal kebijakan yang berubah.
Wakil Ketua Fed, Philip Jefferson, pekan lalu menyatakan bahwa risiko di pasar tenaga kerja saat ini telah melampaui risiko inflasi yang meningkat, dan menekankan bahwa setiap penurunan suku bunga tambahan di masa depan harus dilakukan secara "perlahan-lahan". Gubernur Federal Reserve Bank Kansas City, Jeffrey Schmid, juga menyatakan bahwa kebijakan moneter perlu "mengimbangi tekanan pertumbuhan permintaan", dan menilai posisi kebijakan saat ini sebagai "cukup restriktif", yang sesuai dengan kebutuhan situasi saat ini.
### Sinyal Kompleks dari Data Pasar Tenaga Kerja
Data dari Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa selama minggu yang berakhir 18 Oktober, jumlah pengajuan klaim pengangguran awal adalah 232.000 orang, dan jumlah pengajuan klaim berkelanjutan tetap di 1,957 juta, sedikit meningkat dari 1,926 juta sebelumnya. Laporan otomatis dari ADP menunjukkan tanda-tanda kelemahan lebih lanjut—pengusaha secara rata-rata memPHK 2.500 posisi selama empat minggu hingga 1 November.
Kepala Dewan Ekonomi Nasional, Kevin Hasset, mengingatkan bahwa sebagian data Oktober mungkin akan hilang dalam jangka panjang karena ketidakmampuan lembaga pemerintah untuk mengumpulkan data selama masa shutdown. Data awal dari sektor swasta memang menunjukkan perlambatan di pasar tenaga kerja, dan kepercayaan konsumen juga berfluktuasi, sementara kekhawatiran inflasi tetap ada.
### Data Domestik Australia Lebih Baik dari Ekspektasi
Berbeda dengan AS, data ketenagakerjaan Australia secara tak terduga menunjukkan performa yang kuat. Data dari Biro Statistik Australia yang dirilis Kamis ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Oktober turun dari 4.5% di September menjadi 4.3%, lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 4.4%. Perubahan jumlah pekerjaan selama bulan tersebut adalah 42.2K, jauh melampaui ekspektasi 20K (data sebelumnya direvisi menjadi 12.8K).
Data ini seharusnya memberikan dukungan yang jelas bagi AUD. Wakil Gubernur RBA, Andrew Housser, pekan lalu menyatakan bahwa "perkiraan terbaik adalah bahwa kebijakan moneter masih dalam kondisi restriktif, meskipun ada perdebatan internal di komite". Ia menambahkan bahwa jika kebijakan tidak lagi termasuk kategori restriktif yang moderat, hal ini akan berdampak besar terhadap pengambilan keputusan di masa depan. Pengakuan pasar terhadap sikap hati-hati RBA semakin meningkat, yang membatasi ekspektasi penurunan suku bunga—hingga 18 November, kontrak futures suku bunga antar bank 30 hari ASX menunjukkan bahwa kemungkinan penurunan suku bunga ke 3.35% pada Desember 2025 (dari 3.60%) hanya 8%.
### Analisis Teknis: Bias Penurunan dalam Pola Konsolidasi
Secara teknikal, pasangan mata uang AUD/USD pada hari Rabu diperdagangkan di sekitar 0.6490, dalam kondisi konsolidasi di dalam sebuah area persegi panjang. Harga masih di bawah rata-rata bergerak eksponensial sembilan hari (EMA), menunjukkan bahwa momentum bearish masih dominan.
Level support dibagi menjadi dua: support pertama di dekat batas bawah persegi panjang di 0.6470, dan support kedua di titik terendah lima bulan di 0.6414 yang tercipta pada 21 Agustus. Untuk resistance, fokus awal berada di angka psikologis 0.6500, di atasnya terdapat EMA sembilan hari di 0.6514. Jika harga mampu menembus resistance yang tumpang tindih ini secara efektif, kondisi teknikal jangka pendek akan membaik, dan pasangan ini berpotensi menyentuh batas atas persegi panjang, mendekati level 0.6630.
### Perpanjangan Pola Divergensi di Bank Sentral Global
Tekanan yang dihadapi AUD secara esensial mencerminkan penyesuaian ulang harga ekspektasi kebijakan bank sentral global. Berbeda dengan Federal Reserve yang memperlambat langkah penurunan suku bunga, bank sentral lain seperti RBA meskipun bersikap menunggu dan melihat, pasar mulai mengurangi harga untuk pelonggaran lebih lanjut. EUR, RMB, dan mata uang non-AS lainnya juga mengalami tekanan dari kekuatan dolar AS yang menguat, membentuk tantangan umum di pasar valuta internasional. Dalam konteks ini, AUD dalam jangka pendek sulit keluar dari pola kelemahan, kecuali jika ekspektasi kebijakan Fed mengalami perubahan besar secara signifikan.