Pasar saham Eropa setelah terus menguat, pada hari Rabu menunjukkan tren yang cenderung stabil. Amerika Serikat dan Venezuela mencapai kesepakatan terkait impor minyak mentah, dan pasar membutuhkan waktu untuk mencerna sinyal ini. Dengan penurunan harga minyak, sektor energi tertekan, yang menimbulkan tarik-menarik bagi investor yang memegang aset tradisional.
Indeks STOXX 600 akhirnya ditutup tanpa perubahan. Menariknya, meskipun pasar utama tidak menunjukkan arah yang jelas, perbedaan internalnya cukup mencolok. Data inflasi yang terus melemah memberikan dukungan bagi sektor properti dan sektor lain yang sensitif terhadap suku bunga, dan penempatan dana di bidang ini meningkat. Sebaliknya, saham bank tampak lemah, terutama karena kekhawatiran terhadap penyempitan margin bunga bersih yang sedang berkembang.
Melihat dari berbagai negara, pasar saham di berbagai negara Eropa juga menunjukkan beragam kinerja. Pola diferensiasi ini mencerminkan sikap berhati-hati para investor—di tengah ketidakpastian makro yang masih ada, dana lebih berhati-hati dalam memilih saham dan sektor tertentu. Bagi para trader yang memantau alokasi aset global secara ketat, kondisi pasar ini patut diamati lebih lanjut.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
9 Suka
Hadiah
9
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
LeverageAddict
· 6jam yang lalu
Harga minyak turun, energi langsung dihancurkan, apa yang dipikirkan para trader dalam gelombang ini?
---
Perbedaan performa saham Eropa sebenarnya sudah terlihat lama, siapa lagi yang tetap bertahan di sektor tradisional?
---
Margin bunga bersih menyempit, bagaimana bank masih berani bermain, ke mana risiko premi pergi?
---
Inflasi yang melemah memberi ruang bagi properti untuk bernafas, tapi seberapa lama rebound ini bisa bertahan, benar-benar sulit diprediksi.
---
Pasar utama relatif stabil, tetapi di dalamnya justru terjadi perpecahan, ini adalah ujian sejati.
---
Berita perjanjian minyak AS-ILMU bertebaran, tapi hasilnya harus menunggu reaksi pasar, melakukan trading ini namanya siksaan.
---
Kebisingan tentang ketidakpastian makro sudah terlalu sering didengar, singkatnya, tidak ada yang tahu langkah selanjutnya seperti apa.
---
Institusi sedang memilih sektor dan menambah posisi? Kalau begitu, kapan lagi investor ritel harus mulai membeli di saat seperti ini?
Lihat AsliBalas0
just_vibin_onchain
· 01-08 03:57
Saham bank kembali diserang, kapan sih mantra net interest margin ini bisa terpecahkan?
Lihat AsliBalas0
GamefiGreenie
· 01-08 03:53
Harga minyak turun, sektor energi langsung melempem, pasar saham Eropa kali ini benar-benar sedang mengalami penurunan
Apakah saham bank akan mengalami penurunan? Penyempitan margin bunga bersih menunjukkan apa... Apakah siklus penurunan suku bunga telah tiba?
Properti kembali diminati, apa yang dipikirkan oleh lembaga keuangan, di saat seperti ini masih berani menambah posisi?
Perbedaan kinerja sangat mencolok, rasanya memilih saham saat ini lebih sulit daripada memilih koin
STOXX mati? Tidak ada kenaikan maupun penurunan adalah penurunan terbesar
Dalam situasi seperti ini, berdiam diri adalah yang paling aman, tunggu sinyal makro yang jelas sebelum masuk pasar
Lihat AsliBalas0
TokenUnlocker
· 01-08 03:49
Seimbang? Inilah yang disebut "tidak tahu arah" dalam legenda. Harga minyak turun, energi langsung hancur; suku bunga turun, properti langsung naik daun, rasanya pasar sedang bermain "Mission Impossible" — siapa pun bisa menjadi pemenang dan siapa pun bisa keluar dari permainan.
Saya rasa bagian saham bank cukup mengkhawatirkan, kompresi margin bunga bersih mungkin akan terus berulang-ulang.
Lihat AsliBalas0
ExpectationFarmer
· 01-08 03:33
Harga minyak jatuh, saham energi harus disalahkan, tetapi properti malah menjadi favorit... Logika ini benar-benar menarik, spread bunga bersih menyempit, bagaimana bank-bank ini bisa bertahan?
Pasar saham Eropa setelah terus menguat, pada hari Rabu menunjukkan tren yang cenderung stabil. Amerika Serikat dan Venezuela mencapai kesepakatan terkait impor minyak mentah, dan pasar membutuhkan waktu untuk mencerna sinyal ini. Dengan penurunan harga minyak, sektor energi tertekan, yang menimbulkan tarik-menarik bagi investor yang memegang aset tradisional.
Indeks STOXX 600 akhirnya ditutup tanpa perubahan. Menariknya, meskipun pasar utama tidak menunjukkan arah yang jelas, perbedaan internalnya cukup mencolok. Data inflasi yang terus melemah memberikan dukungan bagi sektor properti dan sektor lain yang sensitif terhadap suku bunga, dan penempatan dana di bidang ini meningkat. Sebaliknya, saham bank tampak lemah, terutama karena kekhawatiran terhadap penyempitan margin bunga bersih yang sedang berkembang.
Melihat dari berbagai negara, pasar saham di berbagai negara Eropa juga menunjukkan beragam kinerja. Pola diferensiasi ini mencerminkan sikap berhati-hati para investor—di tengah ketidakpastian makro yang masih ada, dana lebih berhati-hati dalam memilih saham dan sektor tertentu. Bagi para trader yang memantau alokasi aset global secara ketat, kondisi pasar ini patut diamati lebih lanjut.