Saat ini, kita sedang mengalami revolusi data yang dahsyat. Setiap detik, milyaran gambar, video, dan model AI mengalir ke cloud, lalu secara diam-diam menghilang karena gangguan atau pengendalian di pusat data tertentu. Jika internet diibaratkan sebagai sebuah gedung megah yang bersinar, maka fondasi yang menopangnya—lapisan penyimpanan—justru seperti dibuat dari kertas. Raksasa seperti Amazon S3 dan Google Cloud tampak kokoh seperti batu karang, tetapi sebenarnya rapuh dan sangat mahal. Dalam situasi yang serba sulit ini, Walrus yang dikembangkan oleh Mysten Labs muncul seperti makhluk raksasa di gelombang Web3. Ia bukan sekadar memperbaiki, melainkan akan sepenuhnya menulis ulang definisi "data abadi".
Untuk memahami Walrus, kita harus melepaskan pola pikir usang "penyimpanan = cadangan". Penyimpanan di era Web2 adalah mode sewa pasif, sementara Web3 awal menganggap penyimpanan sebagai beban. Filecoin memang hebat, tetapi pada dasarnya adalah gudang terdesentralisasi besar yang kompleks untuk dihubungkan; Arweave mengusung slogan penyimpanan permanen, tetapi begitu volume data mencapai PB, biaya redundansi salinan seluruhnya setara dengan membeli tanah di bulan. Walrus mengubah aturan main. Ia memperkenalkan senjata utama bernama Blob—blok data biner. Data ini tidak lagi terperangkap di satu node, melainkan melalui algoritma bernama Redstuff yang memecahnya menjadi fragmen, tersebar secara merata di seluruh node jaringan seperti rantai DNA.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
8
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
BasementAlchemist
· 10jam yang lalu
Fondasi dari kertas? Haha, memang sudah terlalu lama dikekang oleh raksasa terpusat, ide dari Walrus ini memang segar
Lihat AsliBalas0
MevHunter
· 01-08 05:55
walrus pendekatan ini memang keren, tapi apakah algoritma redstuff benar-benar mampu menangani data sebesar PB, saya agak khawatir ini hanya teori semata
Lihat AsliBalas0
PaperHandsCriminal
· 01-08 04:04
Ini lagi sebuah "revolusi", saya bertaruh lima rupiah bahwa enam bulan kemudian tetap seperti itu
Lihat AsliBalas0
SmartContractRebel
· 01-08 04:03
walrus ini terdengar cukup keren, tapi benar-benar bisa mengalahkan aws dan Google Cloud? Saya masih agak skeptis
filecoin sekarang bagaimana, rasanya tidak sepopuler yang dibayangkan
arweave dianggap kekal? analogi membeli tanah di bulan itu terlalu keren haha
redstuff fragmentasi dan desentralisasi memang inovatif, tapi apakah biaya implementasinya benar-benar lebih murah daripada centralized
Cerita tentang revolusi lagi, tunggu saja siapa yang akhirnya menang
fondasi web2 sudah rapuh berapa lama, tapi masih berjalan dengan baik... apakah web3 benar-benar bisa mengambil alih
teori ini terdengar sangat masuk akal, tapi saya benar-benar tidak percaya dengan janji kekekalan data
perbandingan blob dan rantai dna agak berlebihan... tapi bagaimana kenyataannya jika dijalankan
Lihat AsliBalas0
StealthMoon
· 01-08 04:01
Fondasi dari kertas memang nyata, tapi akankah Walrus bisa mengandalkannya? Rasanya ini lagi-lagi adalah pembungkusan baru
Lihat AsliBalas0
SoliditySurvivor
· 01-08 03:54
walrus kali ini benar-benar berbeda, akhirnya ada yang benar-benar mengurus masalah penyimpanan
Lihat AsliBalas0
MetaMisfit
· 01-08 03:41
Walrus pendekatan fragmentasi ini memang keren, tapi kalau dibicarakan begitu mistis... apakah benar-benar bisa diimplementasikan dan berjalan?
Lihat AsliBalas0
LiquidityWitch
· 01-08 03:36
Walrus ini kedengarannya keren, tapi kalau benar-benar bisa di-deploy, baru saya percaya
Filecoin sudah bertahun-tahun seperti itu masih setengah mati, kenapa kali ini beda?
Proyek penyimpanan terdesentralisasi ini bilang bagus apapun juga tetap harus lihat TPS dan aplikasi nyata
Analogi DNA chain itu agak keterlaluan, bisa gak jangan banyak trik langsung jelaskan detail teknisinya?
Biaya penyimpanan permanen memang tidak bisa ditekan, menurut saya itu mencurigakan
Saat ini, kita sedang mengalami revolusi data yang dahsyat. Setiap detik, milyaran gambar, video, dan model AI mengalir ke cloud, lalu secara diam-diam menghilang karena gangguan atau pengendalian di pusat data tertentu. Jika internet diibaratkan sebagai sebuah gedung megah yang bersinar, maka fondasi yang menopangnya—lapisan penyimpanan—justru seperti dibuat dari kertas. Raksasa seperti Amazon S3 dan Google Cloud tampak kokoh seperti batu karang, tetapi sebenarnya rapuh dan sangat mahal. Dalam situasi yang serba sulit ini, Walrus yang dikembangkan oleh Mysten Labs muncul seperti makhluk raksasa di gelombang Web3. Ia bukan sekadar memperbaiki, melainkan akan sepenuhnya menulis ulang definisi "data abadi".
Untuk memahami Walrus, kita harus melepaskan pola pikir usang "penyimpanan = cadangan". Penyimpanan di era Web2 adalah mode sewa pasif, sementara Web3 awal menganggap penyimpanan sebagai beban. Filecoin memang hebat, tetapi pada dasarnya adalah gudang terdesentralisasi besar yang kompleks untuk dihubungkan; Arweave mengusung slogan penyimpanan permanen, tetapi begitu volume data mencapai PB, biaya redundansi salinan seluruhnya setara dengan membeli tanah di bulan. Walrus mengubah aturan main. Ia memperkenalkan senjata utama bernama Blob—blok data biner. Data ini tidak lagi terperangkap di satu node, melainkan melalui algoritma bernama Redstuff yang memecahnya menjadi fragmen, tersebar secara merata di seluruh node jaringan seperti rantai DNA.