Baru-baru ini saat scrolling di forum, ada satu postingan yang trending sangat tinggi, membahas tentang seorang trader yang sudah menghasilkan puluhan ribu dolar tetapi tidak terburu-buru untuk keluar dari posisi. Banyak orang yang bingung, dengan keuntungan sebesar itu mengapa masih terus mempertahankan posisi?
Sebenarnya di balik ini ada hal yang cukup mendalam. Mampu tetap rasional saat kondisi pasar bagus, tidak terombang-ambing oleh keuntungan jangka pendek, perbedaan mentalitas ini mungkin adalah garis pemisah antara trader besar dan trader retail. Banyak orang terlihat sedang bekerja keras melakukan trading, tetapi yang sebenarnya mereka kurang bukanlah kemampuan analisis, melainkan pembangunan psikologis.
Jika dibandingkan, masalah banyak trader justru ada di sini — saat untung tidak bisa menahan posisi, takut kehilangan 1 detik saja berarti melewatkan keuntungan lebih banyak, kemudian langsung melepas keuntungannya; sebaliknya saat rugi malah bertahan keras, mengharapkan rebound untuk cut loss. Mentalitas seperti ini terus berputar-putar, akhirnya akun hanya bisa terus mengecil.
Singkatnya, belajar mengendalikan keserakahan dan mengelola emosi, mungkin jauh lebih krusial dibanding teknik trading apapun. Inilah mungkin alasan mengapa beberapa orang bisa untung stabil, sementara beberapa orang selalu berputar di tempat yang sama.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
18 Suka
Hadiah
18
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
MEVHunter_9000
· 01-08 05:55
Tidak berani mengeluarkan puluhan ribu dolar? Saya harus belajar, saya bahkan mulai gemetar saat saya mendapatkan lima ribu yuan hahaha
Lihat AsliBalas0
ser_ngmi
· 01-08 05:36
Jujur saja, jika tidak bisa mempertahankan puluhan ribu dolar AS, memang saatnya merenungkan diri sendiri. Keserakahan ini adalah hal yang membunuh tanpa terlihat darahnya.
Lihat AsliBalas0
ConsensusBot
· 01-08 05:29
Orang ini benar-benar mengerti, aku sudah melihat terlalu banyak orang yang buru-buru pergi setelah mendapatkan sedikit keuntungan, sehingga melewatkan peluang sepuluh kali lipat, lalu menyesal sampai pagi hari
Mental memang sulit, lebih sulit daripada analisis garis K apa pun
Lihat AsliBalas0
PumpDetector
· 01-08 05:28
nah ini hanya uang pintar yang membaca tape dengan cara berbeda... kebanyakan orang panik jual saat 2x ketika paus mengakumulasi di support
Baru-baru ini saat scrolling di forum, ada satu postingan yang trending sangat tinggi, membahas tentang seorang trader yang sudah menghasilkan puluhan ribu dolar tetapi tidak terburu-buru untuk keluar dari posisi. Banyak orang yang bingung, dengan keuntungan sebesar itu mengapa masih terus mempertahankan posisi?
Sebenarnya di balik ini ada hal yang cukup mendalam. Mampu tetap rasional saat kondisi pasar bagus, tidak terombang-ambing oleh keuntungan jangka pendek, perbedaan mentalitas ini mungkin adalah garis pemisah antara trader besar dan trader retail. Banyak orang terlihat sedang bekerja keras melakukan trading, tetapi yang sebenarnya mereka kurang bukanlah kemampuan analisis, melainkan pembangunan psikologis.
Jika dibandingkan, masalah banyak trader justru ada di sini — saat untung tidak bisa menahan posisi, takut kehilangan 1 detik saja berarti melewatkan keuntungan lebih banyak, kemudian langsung melepas keuntungannya; sebaliknya saat rugi malah bertahan keras, mengharapkan rebound untuk cut loss. Mentalitas seperti ini terus berputar-putar, akhirnya akun hanya bisa terus mengecil.
Singkatnya, belajar mengendalikan keserakahan dan mengelola emosi, mungkin jauh lebih krusial dibanding teknik trading apapun. Inilah mungkin alasan mengapa beberapa orang bisa untung stabil, sementara beberapa orang selalu berputar di tempat yang sama.