Perkiraan harga emas menunjukkan momentum bullish saat XAU/USD mendekati level $4.370
Selama sesi perdagangan Asia awal hari Senin, harga emas mencapai sekitar $4.370, memperpanjang kenaikan terakhirnya karena investor mencari perlindungan di aset safe-haven. Kekuatan logam mulia ini mencerminkan konfluensi faktor yang membentuk kembali sentimen pasar seputar instrumen pelestarian kekayaan tradisional.
Berbagai pendorong mendukung kenaikan harga emas
Kenaikan terbaru yang melibatkan ketegangan AS-Venezuela telah membangkitkan kembali premi risiko geopolitik di pasar keuangan. Pada akhir pekan, laporan mengonfirmasi perkembangan diplomatik penting di kawasan tersebut, dengan implikasi yang meluas ke pasar energi global dan stabilitas mata uang. Ketidakpastian semacam ini biasanya mengalihkan modal ke aset yang dipandang sebagai buffer risiko, menguntungkan investasi yang tidak berkorelasi seperti emas.
Secara bersamaan, sinyal kebijakan terbaru dari Federal Reserve menciptakan angin sepoi-sepoi untuk apresiasi harga emas. Menurut risalah FOMC terbaru, mayoritas pejabat Fed menganggap pemotongan suku bunga di masa depan dapat dibenarkan selama trajektori inflasi tetap menguntungkan. Sikap dovish ini sangat penting bagi emas karena suku bunga yang lebih rendah mengurangi keuntungan dari memegang uang tunai atau obligasi, menjadikan logam mulia yang tidak menghasilkan yield ini relatif lebih menarik bagi manajer portofolio.
Data mendatang dapat menguji momentum emas
Minggu mendatang menyajikan titik-titik kritis untuk bias arah XAU/USD. Bacaan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM AS yang dijadwalkan pada hari Senin akan memberikan wawasan baru tentang kesehatan sektor manufaktur. Lebih penting lagi, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis kemudian minggu ini memiliki dampak pasar yang besar. Ekspektasi saat ini menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sebanyak 57.000 posisi, meskipun angka ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dapat memicu penguatan USD dan berpotensi menekan harga emas dari level saat ini.
Dinamik ini menciptakan skenario dua arah: risiko geopolitik dan taruhan pemotongan suku bunga Fed saat ini mendukung perkiraan harga emas, sementara data ekonomi yang kuat dapat menantang kenaikan ini dengan meningkatkan daya tarik Dolar AS relatif terhadap XAU/USD.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
XAU/USD Melonjak Melebihi $4.350 di Tengah Perubahan Geopolitik dan Ekspektasi Pemotongan Suku Bunga
Perkiraan harga emas menunjukkan momentum bullish saat XAU/USD mendekati level $4.370
Selama sesi perdagangan Asia awal hari Senin, harga emas mencapai sekitar $4.370, memperpanjang kenaikan terakhirnya karena investor mencari perlindungan di aset safe-haven. Kekuatan logam mulia ini mencerminkan konfluensi faktor yang membentuk kembali sentimen pasar seputar instrumen pelestarian kekayaan tradisional.
Berbagai pendorong mendukung kenaikan harga emas
Kenaikan terbaru yang melibatkan ketegangan AS-Venezuela telah membangkitkan kembali premi risiko geopolitik di pasar keuangan. Pada akhir pekan, laporan mengonfirmasi perkembangan diplomatik penting di kawasan tersebut, dengan implikasi yang meluas ke pasar energi global dan stabilitas mata uang. Ketidakpastian semacam ini biasanya mengalihkan modal ke aset yang dipandang sebagai buffer risiko, menguntungkan investasi yang tidak berkorelasi seperti emas.
Secara bersamaan, sinyal kebijakan terbaru dari Federal Reserve menciptakan angin sepoi-sepoi untuk apresiasi harga emas. Menurut risalah FOMC terbaru, mayoritas pejabat Fed menganggap pemotongan suku bunga di masa depan dapat dibenarkan selama trajektori inflasi tetap menguntungkan. Sikap dovish ini sangat penting bagi emas karena suku bunga yang lebih rendah mengurangi keuntungan dari memegang uang tunai atau obligasi, menjadikan logam mulia yang tidak menghasilkan yield ini relatif lebih menarik bagi manajer portofolio.
Data mendatang dapat menguji momentum emas
Minggu mendatang menyajikan titik-titik kritis untuk bias arah XAU/USD. Bacaan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur ISM AS yang dijadwalkan pada hari Senin akan memberikan wawasan baru tentang kesehatan sektor manufaktur. Lebih penting lagi, laporan Nonfarm Payrolls (NFP) yang akan dirilis kemudian minggu ini memiliki dampak pasar yang besar. Ekspektasi saat ini menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sebanyak 57.000 posisi, meskipun angka ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan dapat memicu penguatan USD dan berpotensi menekan harga emas dari level saat ini.
Dinamik ini menciptakan skenario dua arah: risiko geopolitik dan taruhan pemotongan suku bunga Fed saat ini mendukung perkiraan harga emas, sementara data ekonomi yang kuat dapat menantang kenaikan ini dengan meningkatkan daya tarik Dolar AS relatif terhadap XAU/USD.