Dalam sengketa hukum yang baru-baru ini diumumkan, perusahaan yang terdaftar di NASDAQ, Xinlei (XNET), mengambil langkah hukum tegas terhadap mantan manajemen. Xinlei sedang mengajukan gugatan terhadap mantan CEO Qian Lei dan manajemen kunci terkait penyalahgunaan aset perusahaan, dan menuntut ganti rugi hingga 200 juta yuan. Kasus ini telah resmi didaftarkan di pengadilan di Shenzhen.
Tuduhan transaksi cryptocurrency Qian Lei
Mantan CEO Qian Lei diduga menggunakan dana Xinlei senilai puluhan juta yuan untuk transaksi aset kripto yang dilarang oleh regulasi. Pada saat itu, otoritas China secara ketat mengatur perdagangan cryptocurrency, sehingga tindakan ini dinilai melanggar hukum domestik. Menurut dokumen yang diserahkan ke pengadilan, aktivitas transaksi tersebut terbukti bersifat terorganisir dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Tuntutan ganti rugi besar dan tanggapan hukum
Jumlah ganti rugi yang diajukan Xinlei mencapai hingga 200 juta yuan, mencerminkan besarnya dana yang disalahgunakan dan kerugian yang dialami perusahaan. Kasus ini mengungkapkan masalah tata kelola perusahaan yang mendalam, dan diperkirakan Xinlei akan meningkatkan pengawasan internal dan transparansi perusahaan.
Pelarian ke luar negeri dan situasi saat ini
Mantan CEO Qian Lei meninggalkan China pada awal April 2020 untuk menghindari penyelidikan, dan sejak saat itu keberadaannya tidak diketahui. Situasi ini membutuhkan kerja sama penegakan hukum internasional, dan pengacara hukum Xinlei dilaporkan sedang melakukan pelacakan melalui bantuan hukum internasional. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penguatan pengendalian internal perusahaan yang terdaftar dan pengawasan terhadap eksekutif.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
CEO sebelumnya, Cheon Rae, dilaporkan ke pengadilan karena penggelapan dana besar
Dalam sengketa hukum yang baru-baru ini diumumkan, perusahaan yang terdaftar di NASDAQ, Xinlei (XNET), mengambil langkah hukum tegas terhadap mantan manajemen. Xinlei sedang mengajukan gugatan terhadap mantan CEO Qian Lei dan manajemen kunci terkait penyalahgunaan aset perusahaan, dan menuntut ganti rugi hingga 200 juta yuan. Kasus ini telah resmi didaftarkan di pengadilan di Shenzhen.
Tuduhan transaksi cryptocurrency Qian Lei
Mantan CEO Qian Lei diduga menggunakan dana Xinlei senilai puluhan juta yuan untuk transaksi aset kripto yang dilarang oleh regulasi. Pada saat itu, otoritas China secara ketat mengatur perdagangan cryptocurrency, sehingga tindakan ini dinilai melanggar hukum domestik. Menurut dokumen yang diserahkan ke pengadilan, aktivitas transaksi tersebut terbukti bersifat terorganisir dan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Tuntutan ganti rugi besar dan tanggapan hukum
Jumlah ganti rugi yang diajukan Xinlei mencapai hingga 200 juta yuan, mencerminkan besarnya dana yang disalahgunakan dan kerugian yang dialami perusahaan. Kasus ini mengungkapkan masalah tata kelola perusahaan yang mendalam, dan diperkirakan Xinlei akan meningkatkan pengawasan internal dan transparansi perusahaan.
Pelarian ke luar negeri dan situasi saat ini
Mantan CEO Qian Lei meninggalkan China pada awal April 2020 untuk menghindari penyelidikan, dan sejak saat itu keberadaannya tidak diketahui. Situasi ini membutuhkan kerja sama penegakan hukum internasional, dan pengacara hukum Xinlei dilaporkan sedang melakukan pelacakan melalui bantuan hukum internasional. Kasus ini kembali menyoroti pentingnya penguatan pengendalian internal perusahaan yang terdaftar dan pengawasan terhadap eksekutif.