Darurat! Pemerintah AS Sebagian Mengalami Penghentian Operasi, Masa "Kosong" Kongres Menimbulkan Krisis Keuangan
Pada dini hari tanggal 31 Januari waktu setempat, pemerintah AS resmi mengalami penghentian sebagian operasi, dan pemicunya ternyata adalah sebuah kejadian "selisih waktu" yang keliru di Kongres.
Sebelumnya, Senat telah dengan cepat menyetujui sebuah RUU pengeluaran yang menyediakan dana untuk sebagian besar departemen pemerintah federal, tetapi saat itu sebagian besar anggota DPR telah meninggalkan Washington dan baru akan kembali pada 2 Februari (Senin).
Akibatnya, RUU tersebut tidak dapat disahkan melalui proses voting di DPR tepat waktu, langsung menyebabkan beberapa lembaga pemerintah berhenti beroperasi karena kekurangan dana.
Kejadian mendadak ini kembali mengungkapkan inefisiensi dan permainan politik antara kedua partai di AS terkait isu keuangan. Meskipun RUU yang disetujui oleh Senat sebenarnya bisa menghindari penghentian operasi secara menyeluruh, masa "kosong" DPR tetap membuat krisis ini terjadi sesuai jadwal.
Selama masa penghentian operasi, departemen pemerintah yang terdampak akan menghentikan layanan non-inti, dan pegawai federal terkait mungkin akan menghadapi pekerjaan tanpa gaji atau cuti paksa.
Respon pasar langsung terlihat, aset safe haven emas naik dalam waktu singkat, indeks dolar sedikit tertekan. Para investor umumnya khawatir, jika penghentian operasi ini berlanjut, tidak hanya akan semakin merusak kepercayaan terhadap ekonomi AS, tetapi juga berpotensi mengganggu ritme kebijakan moneter Federal Reserve secara tidak langsung.
Saat ini, seluruh perhatian tertuju pada 2 Februari, ketika anggota DPR kembali bekerja, apakah mereka dapat dengan cepat mendorong RUU tersebut untuk voting dan segera mengakhiri krisis penghentian operasi ini.
Kejadian ini tanpa diragukan lagi, menambah lapisan bayangan tebal pada awal tahun 2026 yang sudah penuh ketidakpastian.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Darurat! Pemerintah AS Sebagian Mengalami Penghentian Operasi, Masa "Kosong" Kongres Menimbulkan Krisis Keuangan
Pada dini hari tanggal 31 Januari waktu setempat, pemerintah AS resmi mengalami penghentian sebagian operasi, dan pemicunya ternyata adalah sebuah kejadian "selisih waktu" yang keliru di Kongres.
Sebelumnya, Senat telah dengan cepat menyetujui sebuah RUU pengeluaran yang menyediakan dana untuk sebagian besar departemen pemerintah federal, tetapi saat itu sebagian besar anggota DPR telah meninggalkan Washington dan baru akan kembali pada 2 Februari (Senin).
Akibatnya, RUU tersebut tidak dapat disahkan melalui proses voting di DPR tepat waktu, langsung menyebabkan beberapa lembaga pemerintah berhenti beroperasi karena kekurangan dana.
Kejadian mendadak ini kembali mengungkapkan inefisiensi dan permainan politik antara kedua partai di AS terkait isu keuangan. Meskipun RUU yang disetujui oleh Senat sebenarnya bisa menghindari penghentian operasi secara menyeluruh, masa "kosong" DPR tetap membuat krisis ini terjadi sesuai jadwal.
Selama masa penghentian operasi, departemen pemerintah yang terdampak akan menghentikan layanan non-inti, dan pegawai federal terkait mungkin akan menghadapi pekerjaan tanpa gaji atau cuti paksa.
Respon pasar langsung terlihat, aset safe haven emas naik dalam waktu singkat, indeks dolar sedikit tertekan. Para investor umumnya khawatir, jika penghentian operasi ini berlanjut, tidak hanya akan semakin merusak kepercayaan terhadap ekonomi AS, tetapi juga berpotensi mengganggu ritme kebijakan moneter Federal Reserve secara tidak langsung.
Saat ini, seluruh perhatian tertuju pada 2 Februari, ketika anggota DPR kembali bekerja, apakah mereka dapat dengan cepat mendorong RUU tersebut untuk voting dan segera mengakhiri krisis penghentian operasi ini.
Kejadian ini tanpa diragukan lagi, menambah lapisan bayangan tebal pada awal tahun 2026 yang sudah penuh ketidakpastian.