Bitcoin tetap menjadi pemimpin pasar kripto dengan tingkat dominasi yang menentukan pengaruhnya terhadap seluruh ekosistem. Pada Februari 2026, dominasi Bitcoin bertahan di level 55,93%, dan kapitalisasi pasar melebihi 1,37 triliun dolar. Indikator ini merupakan alat kunci untuk memahami tren pasar dan pengambilan keputusan perdagangan. Dalam materi ini, kita akan membahas apa itu dominasi Bitcoin, bagaimana cara menghitungnya, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya, dan bagaimana menerapkan pengetahuan ini dalam perdagangan praktis.
Intisari Indikator Dominasi
Dominasi Bitcoin adalah persentase bagian kapitalisasi pasar BTC dari total nilai semua kripto. Singkatnya, jika seluruh ekosistem kripto adalah sebuah kue besar, maka dominasi menunjukkan bagian dari kue tersebut yang dimiliki oleh Bitcoin.
Ketika Bitcoin adalah satu-satunya kripto, dominasi-nya mencapai 100%. Dengan munculnya Ethereum pada 2015 dan ledakan altcoin berikutnya, porsi ini secara bertahap menurun. Meski ribuan proyek bersaing muncul, Bitcoin belum pernah berhasil dilampaui. Ini menegaskan posisinya yang istimewa dalam ekonomi kripto.
Selain perhitungan standar, ada konsep “dominan sejati BTC”. Ini mengukur rasio antara aset yang menggunakan mekanisme konsensus proof-of-work—seperti Litecoin, Dogecoin, dan Bitcoin Cash. Pendekatan ini memungkinkan menilai pengaruh Bitcoin hanya di antara kripto yang serupa, mengesampingkan altcoin di protokol lain.
Statistik dan Perhitungan Dominasi BTC Saat Ini
Indikator ini selalu berubah karena volatilitas pasar kripto. Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan total pasokan aset dengan harga saat ini. Karena harga berubah setiap detik, dominasi juga selalu dalam pergerakan.
Rumus perhitungan dominasi adalah:
Kapitalisasi pasar BTC ÷ Kapitalisasi pasar total semua kripto × 100% = Dominasi (%)
Contoh aktual Februari 2026: Dengan kapitalisasi pasar Bitcoin sebesar 1,37 triliun dolar dan kapitalisasi pasar total sekitar 2,45 triliun dolar, maka:
1,37 triliun ÷ 2,45 triliun × 100% ≈ 55,93%
Indikator ini menunjukkan bahwa Bitcoin menguasai sekitar 56% dari seluruh modal yang diinvestasikan di kripto. Angka ini jauh di atas minimum historis sekitar 33-35%, tetapi lebih rendah dari puncak yang pernah dicapai sebelumnya.
Nilai dominasi dapat dilihat melalui grafik dominasi Bitcoin di platform TradingView. Grafik ini secara visual menunjukkan dinamika kekuasaan BTC di pasar dan membantu mengidentifikasi tren jangka panjang.
Hubungan Antara Dominasi dan Dinamika Pasar
Dominasi Bitcoin memiliki hubungan terbalik dengan kapitalisasi pasar dari koin lain. Ketika dominasi meningkat, altcoin kehilangan pangsa pasar. Sebaliknya, saat dominasi menurun, modal mengalir ke altcoin, mendorong pertumbuhan mereka. Pergerakan modal ini mirip ayunan—ketika satu sisi naik, sisi lain turun.
Trader yang menganalisis grafik dominasi Bitcoin mendapatkan wawasan berharga tentang distribusi risiko dalam portofolio. Peningkatan dominasi menandakan bahwa pelaku pasar menjadi lebih konservatif dan lebih memilih aset yang paling aman. Penurunan menunjukkan meningkatnya selera risiko dan minat terhadap proyek alternatif.
Faktor Utama yang Membentuk Dominasi BTC
Dominasi Bitcoin tidak statis. Banyak kekuatan yang mempengaruhinya:
Volatilitas dan pergerakan harga. Pasar kripto sangat volatil. Harga bisa jatuh atau melambung puluhan persen dalam hitungan jam. Menariknya, dominasi BTC bisa meningkat bahkan saat nilainya menurun secara absolut. Ini terjadi ketika altcoin kehilangan nilai lebih besar daripada Bitcoin. Pergerakan semacam ini sering terlihat saat krisis pasar.
Perkembangan proyek pesaing. Setiap proyek altcoin yang sukses secara potensial “mengambil” bagian dari Bitcoin. Ethereum, misalnya, setelah peluncurannya menarik miliaran dolar modal. Munculnya ekosistem DeFi, NFT, dan Layer 2—semuanya secara efektif mengurangi dominasi BTC dengan mengalihkan investasi ke proyek-proyek khusus.
Popularitas stablecoin. Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan Binance USD (BUSD) secara drastis mengubah dinamika pasar. Stablecoin yang terikat pada aset fiat ini hampir tidak mengalami fluktuasi harga. Investor yang tidak ingin risiko lebih memilih menyimpan dana dalam stablecoin daripada Bitcoin yang volatil. Peningkatan popularitas aset ini berarti keluar modal dari BTC dan altcoin, terutama saat ketidakpastian meningkat.
Faktor makroekonomi. Keputusan bank sentral, inflasi, ketidakstabilan politik—semua mempengaruhi permintaan terhadap aset berisiko. Saat krisis ekonomi, investor sering mencari tempat berlindung di Bitcoin, yang bisa sementara meningkatkan dominasi-nya.
Grafik Dominasi Bitcoin sebagai Alat Trader
Grafik dominasi menunjukkan perkembangan historis indikator ini. Dengan menganalisis grafik historis dominasi BTC, trader dapat mengidentifikasi pola siklik. Biasanya, dominasi meningkat sebelum koreksi pasar dan menurun selama “musim altcoin”—periode di mana koin alternatif menunjukkan pertumbuhan pesat.
Musim altcoin terjadi saat dua kondisi terpenuhi: harga Bitcoin turun atau bergerak sideways, sementara altcoin menunjukkan kenaikan signifikan karena aliran modal ke aset berisiko. Dalam periode ini, dominasi Bitcoin bisa turun dari 55-60% ke 30-40% dan lebih rendah. Sejarah menunjukkan beberapa musim seperti ini, misalnya di tahun 2017-2018 dan 2021.
Trader menggunakan beberapa strategi berdasarkan analisis dominasi:
Posisi risiko. Dominasi yang meningkat menandakan aliran modal ke aset aman, sehingga altcoin bisa menjadi lebih menarik untuk dibeli setelah titik terendah lokal. Dominasi yang menurun menunjukkan modal sudah banyak di altcoin, yang bisa menandai konsolidasi.
Perdagangan kontrak BTCDOM. Di bursa kripto besar seperti Binance, tersedia perdagangan kontrak berjangka tanpa batas waktu pasangan BTCDOM/USDT. Trader bisa membuka posisi berdasarkan indikator dominasi tanpa harus membeli aset secara langsung.
Prediksi pergerakan ekstrem. Secara statistik, saat dominasi mencapai puncak historis, biasanya diikuti penurunan tajam harga BTC. Sebaliknya, nilai dominasi yang sangat rendah sering menjadi indikator awal rally Bitcoin.
Penerapan Dominasi dalam Praktik: Strategi dan Kesimpulan
Agar bisa memanfaatkan dominasi dalam trading, pelajari cara membaca grafiknya dan kombinasikan dengan indikator lain. TradingView dan CoinMarketCap menyediakan grafik dominasi Bitcoin yang mudah diakses, menunjukkan level saat ini dan tren historis.
Pendekatan yang tepat adalah melihat dominasi bukan sebagai sinyal beli/jual tunggal, tetapi sebagai salah satu alat analisis. Gabungkan dengan analisis teknikal harga BTC, volatilitas, aliran modal, dan indikator lain. Indikator dominasi Bitcoin berguna untuk memahami suasana pasar secara umum, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya dasar strategi trading.
Perlu diingat bahwa pasar terus berkembang. Dengan munculnya proyek altcoin baru dan perkembangan teknologi blockchain, dominasi BTC kemungkinan akan terus mengalami tekanan dalam jangka panjang. Namun, Bitcoin tetap menjadi jangkar ekonomi kripto, dan dominasi-nya, meskipun menurun, kemungkinan tidak akan kehilangan peran sebagai indikator pasar utama.
Kesimpulan utama: dominasi Bitcoin bukan sekadar indikator statistik, melainkan cerminan psikologi pasar dan distribusi modal antar kategori aset. Analisisnya membantu trader dan investor membuat keputusan yang lebih sadar dan menyesuaikan strategi mereka dengan kondisi pasar kripto yang selalu berubah.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dominasi Bitcoin: dari analisis grafik ke strategi perdagangan
Bitcoin tetap menjadi pemimpin pasar kripto dengan tingkat dominasi yang menentukan pengaruhnya terhadap seluruh ekosistem. Pada Februari 2026, dominasi Bitcoin bertahan di level 55,93%, dan kapitalisasi pasar melebihi 1,37 triliun dolar. Indikator ini merupakan alat kunci untuk memahami tren pasar dan pengambilan keputusan perdagangan. Dalam materi ini, kita akan membahas apa itu dominasi Bitcoin, bagaimana cara menghitungnya, faktor-faktor apa saja yang mempengaruhinya, dan bagaimana menerapkan pengetahuan ini dalam perdagangan praktis.
Intisari Indikator Dominasi
Dominasi Bitcoin adalah persentase bagian kapitalisasi pasar BTC dari total nilai semua kripto. Singkatnya, jika seluruh ekosistem kripto adalah sebuah kue besar, maka dominasi menunjukkan bagian dari kue tersebut yang dimiliki oleh Bitcoin.
Ketika Bitcoin adalah satu-satunya kripto, dominasi-nya mencapai 100%. Dengan munculnya Ethereum pada 2015 dan ledakan altcoin berikutnya, porsi ini secara bertahap menurun. Meski ribuan proyek bersaing muncul, Bitcoin belum pernah berhasil dilampaui. Ini menegaskan posisinya yang istimewa dalam ekonomi kripto.
Selain perhitungan standar, ada konsep “dominan sejati BTC”. Ini mengukur rasio antara aset yang menggunakan mekanisme konsensus proof-of-work—seperti Litecoin, Dogecoin, dan Bitcoin Cash. Pendekatan ini memungkinkan menilai pengaruh Bitcoin hanya di antara kripto yang serupa, mengesampingkan altcoin di protokol lain.
Statistik dan Perhitungan Dominasi BTC Saat Ini
Indikator ini selalu berubah karena volatilitas pasar kripto. Kapitalisasi pasar dihitung dengan mengalikan total pasokan aset dengan harga saat ini. Karena harga berubah setiap detik, dominasi juga selalu dalam pergerakan.
Rumus perhitungan dominasi adalah:
Kapitalisasi pasar BTC ÷ Kapitalisasi pasar total semua kripto × 100% = Dominasi (%)
Contoh aktual Februari 2026: Dengan kapitalisasi pasar Bitcoin sebesar 1,37 triliun dolar dan kapitalisasi pasar total sekitar 2,45 triliun dolar, maka:
1,37 triliun ÷ 2,45 triliun × 100% ≈ 55,93%
Indikator ini menunjukkan bahwa Bitcoin menguasai sekitar 56% dari seluruh modal yang diinvestasikan di kripto. Angka ini jauh di atas minimum historis sekitar 33-35%, tetapi lebih rendah dari puncak yang pernah dicapai sebelumnya.
Nilai dominasi dapat dilihat melalui grafik dominasi Bitcoin di platform TradingView. Grafik ini secara visual menunjukkan dinamika kekuasaan BTC di pasar dan membantu mengidentifikasi tren jangka panjang.
Hubungan Antara Dominasi dan Dinamika Pasar
Dominasi Bitcoin memiliki hubungan terbalik dengan kapitalisasi pasar dari koin lain. Ketika dominasi meningkat, altcoin kehilangan pangsa pasar. Sebaliknya, saat dominasi menurun, modal mengalir ke altcoin, mendorong pertumbuhan mereka. Pergerakan modal ini mirip ayunan—ketika satu sisi naik, sisi lain turun.
Trader yang menganalisis grafik dominasi Bitcoin mendapatkan wawasan berharga tentang distribusi risiko dalam portofolio. Peningkatan dominasi menandakan bahwa pelaku pasar menjadi lebih konservatif dan lebih memilih aset yang paling aman. Penurunan menunjukkan meningkatnya selera risiko dan minat terhadap proyek alternatif.
Faktor Utama yang Membentuk Dominasi BTC
Dominasi Bitcoin tidak statis. Banyak kekuatan yang mempengaruhinya:
Volatilitas dan pergerakan harga. Pasar kripto sangat volatil. Harga bisa jatuh atau melambung puluhan persen dalam hitungan jam. Menariknya, dominasi BTC bisa meningkat bahkan saat nilainya menurun secara absolut. Ini terjadi ketika altcoin kehilangan nilai lebih besar daripada Bitcoin. Pergerakan semacam ini sering terlihat saat krisis pasar.
Perkembangan proyek pesaing. Setiap proyek altcoin yang sukses secara potensial “mengambil” bagian dari Bitcoin. Ethereum, misalnya, setelah peluncurannya menarik miliaran dolar modal. Munculnya ekosistem DeFi, NFT, dan Layer 2—semuanya secara efektif mengurangi dominasi BTC dengan mengalihkan investasi ke proyek-proyek khusus.
Popularitas stablecoin. Tether (USDT), USD Coin (USDC), dan Binance USD (BUSD) secara drastis mengubah dinamika pasar. Stablecoin yang terikat pada aset fiat ini hampir tidak mengalami fluktuasi harga. Investor yang tidak ingin risiko lebih memilih menyimpan dana dalam stablecoin daripada Bitcoin yang volatil. Peningkatan popularitas aset ini berarti keluar modal dari BTC dan altcoin, terutama saat ketidakpastian meningkat.
Faktor makroekonomi. Keputusan bank sentral, inflasi, ketidakstabilan politik—semua mempengaruhi permintaan terhadap aset berisiko. Saat krisis ekonomi, investor sering mencari tempat berlindung di Bitcoin, yang bisa sementara meningkatkan dominasi-nya.
Grafik Dominasi Bitcoin sebagai Alat Trader
Grafik dominasi menunjukkan perkembangan historis indikator ini. Dengan menganalisis grafik historis dominasi BTC, trader dapat mengidentifikasi pola siklik. Biasanya, dominasi meningkat sebelum koreksi pasar dan menurun selama “musim altcoin”—periode di mana koin alternatif menunjukkan pertumbuhan pesat.
Musim altcoin terjadi saat dua kondisi terpenuhi: harga Bitcoin turun atau bergerak sideways, sementara altcoin menunjukkan kenaikan signifikan karena aliran modal ke aset berisiko. Dalam periode ini, dominasi Bitcoin bisa turun dari 55-60% ke 30-40% dan lebih rendah. Sejarah menunjukkan beberapa musim seperti ini, misalnya di tahun 2017-2018 dan 2021.
Trader menggunakan beberapa strategi berdasarkan analisis dominasi:
Posisi risiko. Dominasi yang meningkat menandakan aliran modal ke aset aman, sehingga altcoin bisa menjadi lebih menarik untuk dibeli setelah titik terendah lokal. Dominasi yang menurun menunjukkan modal sudah banyak di altcoin, yang bisa menandai konsolidasi.
Perdagangan kontrak BTCDOM. Di bursa kripto besar seperti Binance, tersedia perdagangan kontrak berjangka tanpa batas waktu pasangan BTCDOM/USDT. Trader bisa membuka posisi berdasarkan indikator dominasi tanpa harus membeli aset secara langsung.
Prediksi pergerakan ekstrem. Secara statistik, saat dominasi mencapai puncak historis, biasanya diikuti penurunan tajam harga BTC. Sebaliknya, nilai dominasi yang sangat rendah sering menjadi indikator awal rally Bitcoin.
Penerapan Dominasi dalam Praktik: Strategi dan Kesimpulan
Agar bisa memanfaatkan dominasi dalam trading, pelajari cara membaca grafiknya dan kombinasikan dengan indikator lain. TradingView dan CoinMarketCap menyediakan grafik dominasi Bitcoin yang mudah diakses, menunjukkan level saat ini dan tren historis.
Pendekatan yang tepat adalah melihat dominasi bukan sebagai sinyal beli/jual tunggal, tetapi sebagai salah satu alat analisis. Gabungkan dengan analisis teknikal harga BTC, volatilitas, aliran modal, dan indikator lain. Indikator dominasi Bitcoin berguna untuk memahami suasana pasar secara umum, tetapi tidak boleh menjadi satu-satunya dasar strategi trading.
Perlu diingat bahwa pasar terus berkembang. Dengan munculnya proyek altcoin baru dan perkembangan teknologi blockchain, dominasi BTC kemungkinan akan terus mengalami tekanan dalam jangka panjang. Namun, Bitcoin tetap menjadi jangkar ekonomi kripto, dan dominasi-nya, meskipun menurun, kemungkinan tidak akan kehilangan peran sebagai indikator pasar utama.
Kesimpulan utama: dominasi Bitcoin bukan sekadar indikator statistik, melainkan cerminan psikologi pasar dan distribusi modal antar kategori aset. Analisisnya membantu trader dan investor membuat keputusan yang lebih sadar dan menyesuaikan strategi mereka dengan kondisi pasar kripto yang selalu berubah.