Dalam sejarah perkembangan mata uang kripto, Wu Jihan adalah nama yang tak boleh dilewatkan. Profesional yang sebelumnya berkembang stabil di bidang keuangan ini membuat keputusan yang mengubah jalur hidupnya—menyumbangkan diri ke bidang Bitcoin dan aset digital, akhirnya menjadi kekuatan kunci dalam mendorong seluruh ekosistem.
Dari elit keuangan menjadi penganut Bitcoin: Perubahan arah Wu Jihan
Lahir pada tahun 1986 di Chongqing, Wu Jihan memiliki latar belakang pendidikan ganda dari Universitas Peking—psikologi dan ekonomi. Sebelum memasuki dunia kripto, ia membangun fondasi karier yang kokoh di industri keuangan, terutama di bidang manajemen dana lindung nilai.
Titik balik terjadi pada tahun 2011. Saat meneliti literatur, Wu Jihan menemukan makalah Satoshi Nakamoto tentang Bitcoin. Berbeda dengan kebanyakan orang yang memilih berinvestasi dan berdagang Bitcoin, Wu Jihan melihat jalan yang sama sekali berbeda—ia menyadari peluang bisnis besar dalam industri ini, bukan sekadar imbal hasil investasi.
Perbedaan pemahaman ini menentukan arah perkembangan Wu Jihan di masa depan. Ia tidak mengikuti jejak mayoritas yang masuk ke industri ini, melainkan mulai berpikir: apa yang kurang dari ekosistem Bitcoin? Apa yang dibutuhkan pasar? Cara berpikir ini akhirnya membawanya ke jalur kewirausahaan.
Kejayaan dan krisis Bitmain: naik turunnya kerajaan penambangan
Pada tahun 2012, Wu Jihan dan rekan kerjanya mendirikan Babbitt, salah satu komunitas kripto tertua di China. Namun, ambisinya tidak berhenti di sana. Ia dengan tajam menyadari peluang di perangkat keras penambangan—ini adalah fondasi dari seluruh ekosistem.
Ia pertama kali berinvestasi di Asicminer, berharap dapat dengan cepat masuk ke industri perangkat keras penambangan melalui jalur ini. Namun, investasi ini tidak berjalan sesuai harapan; perusahaan tersebut akhirnya berhenti beroperasi karena masalah teknis. Meski demikian, Wu Jihan belajar banyak dari kegagalan ini.
Berdasarkan pengalaman tersebut, sekitar tahun 2013, ia mendirikan Bitmain—perusahaan desain dan manufaktur perangkat keras penambangan profesional. Keputusan ini secara drastis mengubah pola industri penambangan. Di bawah kepemimpinannya, Bitmain dengan cepat menjadi pemimpin pasar global dalam perangkat keras penambangan.
Hingga 2018, perkembangan Bitmain mencapai puncaknya. Perusahaan mendapatkan investasi lebih dari 1 miliar dolar dari Tencent dan SoftBank, dengan laba sebelum pajak melampaui 2 miliar dolar, bahkan melampaui performa Nvidia pada periode yang sama. Prestasi ini membuat Wu Jihan dan co-founder-nya, Jihan Wu, memiliki saham senilai 5,3 miliar dolar, keduanya menjadi miliarder.
Namun, keberhasilan sering disertai krisis. Hanya setahun kemudian, Bitmain mulai menghadapi ujian berat. Konflik kekuasaan internal muncul, dan perusahaan kalah bersaing dalam IPO di AS melawan Canaan Creative. Pada tahun 2019, Wu Jihan secara resmi mengumumkan keluar dari Bitmain, dan kerajaan penambangan ini mulai menurun.
Latar belakang lahirnya Bitcoin Cash: inovasi hard fork untuk solusi masalah
Dalam menjalankan Bitmain dan Babbitt, Wu Jihan menemukan satu masalah utama dalam ekosistem Bitcoin—kesulitan transaksi dan biaya tinggi.
Pembatasan ukuran blok Bitcoin menyebabkan kemacetan jaringan. Ini tidak hanya mempengaruhi pengalaman transaksi pengguna biasa, tetapi juga secara langsung membatasi potensi pendapatan penambang. Menurut Wu Jihan, masalah ini harus diselesaikan.
Pada 1 Agustus 2017, di blok tinggi 478558, terjadi hard fork Bitcoin pertama dalam sejarah. Fork ini didorong bersama oleh Wu Jihan dan pendukung Bitcoin Cash, Roger Ver, yang melahirkan Bitcoin Cash (BCH).
Saat hard fork terjadi, jumlah Bitcoin yang beredar di seluruh dunia sekitar 16,5 juta. Setelah fork, muncul jumlah Bitcoin Cash yang setara di pasar. Berbeda dengan kapasitas blok terbatas Bitcoin, Bitcoin Cash memperbesar ukuran blok untuk memproses lebih banyak transaksi. Perbaikan teknologi ini secara langsung menurunkan biaya transaksi dan meningkatkan pengalaman pengguna serta penambang.
Dalam arti tertentu, kelahiran Bitcoin Cash mencerminkan pola pikir Wu Jihan sebagai pelaku industri—ketika melihat masalah, ia memilih inovasi solusi daripada mengeluh.
Platform custodial Matrixport: dari kekosongan pasar hingga valuasi miliaran
Setelah meninggalkan Bitmain, Wu Jihan tidak menjauh dari industri kripto. Ia dengan cepat menangkap kebutuhan pasar yang baru.
Pada 2018, terjadi penurunan besar Bitcoin—dari puncak sekitar 17.000 dolar turun drastis. Perubahan pasar ini membuat banyak investor terjebak dalam kerugian. Banyak spekulan yang terjebak di posisi tinggi dan terpaksa mengubah strategi investasi. Dalam kondisi pasar seperti ini, muncul kebutuhan baru: investor membutuhkan platform yang aman dan andal untuk menyimpan aset dengan baik, serta mencari solusi penghasilan stabil.
Wu Jihan dengan tajam menangkap kekosongan pasar ini. Ia mendirikan Matrixport, platform pengelolaan aset digital dan kekayaan.
Skala awal Matrixport cukup besar—platform ini mengelola aset hingga 10 miliar dolar sejak awal berdiri, dengan volume transaksi bulanan mencapai 5 miliar dolar. Perusahaan memiliki lebih dari 400 karyawan di berbagai negara dan wilayah.
Lebih mengesankan lagi, kecepatan pertumbuhan platform ini. Hanya dalam dua tahun operasional, pada Agustus 2021, valuasi Matrixport melonjak di atas 1 miliar dolar. Prestasi ini kembali membuktikan kepekaan Wu Jihan terhadap peluang pasar.
DNA bisnis Wu Jihan: inovasi berkelanjutan dan wawasan pasar
Melihat jejak kewirausahaan Wu Jihan, kita dapat melihat rangkaian logika yang jelas:
Sejak membaca makalah Bitcoin awal 2011, pola pikirnya berbeda dari kebanyakan orang. Ia tidak berhenti di investasi dan perdagangan, melainkan terus bertanya: “Apa yang kurang dari industri ini? Apa yang dibutuhkan pasar?”
Pola pikir ini membimbingnya mendirikan komunitas (Babbitt), kemudian terjun ke pembuatan perangkat keras penambangan (Bitmain), lalu berpartisipasi dalam pengoptimalan infrastruktur (Bitcoin Cash), dan akhirnya membuka jalur pengelolaan aset baru (Matrixport).
Setiap langkah adalah mengisi kekosongan pasar, setiap langkah adalah solusi terhadap masalah. Praktik bisnis Wu Jihan menunjukkan bahwa pengusaha sukses bukanlah orang yang mengikuti tren, melainkan orang yang menemukan dan menyelesaikan masalah.
Dalam perjalanan perkembangan industri kripto, Wu Jihan membuktikan dirinya sebagai pelopor dan arsitek. Dari membangun infrastruktur, mengoptimalkan protokol jaringan, hingga menciptakan model pengelolaan kekayaan baru, setiap kontribusinya secara mendalam membentuk ekosistem industri ini. Inilah sebabnya dunia industri menganggapnya sebagai kekuatan pendorong utama dalam rantai industri kripto.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Dari pembuatan mesin tambang hingga pembangunan ekosistem—Bagaimana Wu Jihan membentuk rantai industri kripto
Dalam sejarah perkembangan mata uang kripto, Wu Jihan adalah nama yang tak boleh dilewatkan. Profesional yang sebelumnya berkembang stabil di bidang keuangan ini membuat keputusan yang mengubah jalur hidupnya—menyumbangkan diri ke bidang Bitcoin dan aset digital, akhirnya menjadi kekuatan kunci dalam mendorong seluruh ekosistem.
Dari elit keuangan menjadi penganut Bitcoin: Perubahan arah Wu Jihan
Lahir pada tahun 1986 di Chongqing, Wu Jihan memiliki latar belakang pendidikan ganda dari Universitas Peking—psikologi dan ekonomi. Sebelum memasuki dunia kripto, ia membangun fondasi karier yang kokoh di industri keuangan, terutama di bidang manajemen dana lindung nilai.
Titik balik terjadi pada tahun 2011. Saat meneliti literatur, Wu Jihan menemukan makalah Satoshi Nakamoto tentang Bitcoin. Berbeda dengan kebanyakan orang yang memilih berinvestasi dan berdagang Bitcoin, Wu Jihan melihat jalan yang sama sekali berbeda—ia menyadari peluang bisnis besar dalam industri ini, bukan sekadar imbal hasil investasi.
Perbedaan pemahaman ini menentukan arah perkembangan Wu Jihan di masa depan. Ia tidak mengikuti jejak mayoritas yang masuk ke industri ini, melainkan mulai berpikir: apa yang kurang dari ekosistem Bitcoin? Apa yang dibutuhkan pasar? Cara berpikir ini akhirnya membawanya ke jalur kewirausahaan.
Kejayaan dan krisis Bitmain: naik turunnya kerajaan penambangan
Pada tahun 2012, Wu Jihan dan rekan kerjanya mendirikan Babbitt, salah satu komunitas kripto tertua di China. Namun, ambisinya tidak berhenti di sana. Ia dengan tajam menyadari peluang di perangkat keras penambangan—ini adalah fondasi dari seluruh ekosistem.
Ia pertama kali berinvestasi di Asicminer, berharap dapat dengan cepat masuk ke industri perangkat keras penambangan melalui jalur ini. Namun, investasi ini tidak berjalan sesuai harapan; perusahaan tersebut akhirnya berhenti beroperasi karena masalah teknis. Meski demikian, Wu Jihan belajar banyak dari kegagalan ini.
Berdasarkan pengalaman tersebut, sekitar tahun 2013, ia mendirikan Bitmain—perusahaan desain dan manufaktur perangkat keras penambangan profesional. Keputusan ini secara drastis mengubah pola industri penambangan. Di bawah kepemimpinannya, Bitmain dengan cepat menjadi pemimpin pasar global dalam perangkat keras penambangan.
Hingga 2018, perkembangan Bitmain mencapai puncaknya. Perusahaan mendapatkan investasi lebih dari 1 miliar dolar dari Tencent dan SoftBank, dengan laba sebelum pajak melampaui 2 miliar dolar, bahkan melampaui performa Nvidia pada periode yang sama. Prestasi ini membuat Wu Jihan dan co-founder-nya, Jihan Wu, memiliki saham senilai 5,3 miliar dolar, keduanya menjadi miliarder.
Namun, keberhasilan sering disertai krisis. Hanya setahun kemudian, Bitmain mulai menghadapi ujian berat. Konflik kekuasaan internal muncul, dan perusahaan kalah bersaing dalam IPO di AS melawan Canaan Creative. Pada tahun 2019, Wu Jihan secara resmi mengumumkan keluar dari Bitmain, dan kerajaan penambangan ini mulai menurun.
Latar belakang lahirnya Bitcoin Cash: inovasi hard fork untuk solusi masalah
Dalam menjalankan Bitmain dan Babbitt, Wu Jihan menemukan satu masalah utama dalam ekosistem Bitcoin—kesulitan transaksi dan biaya tinggi.
Pembatasan ukuran blok Bitcoin menyebabkan kemacetan jaringan. Ini tidak hanya mempengaruhi pengalaman transaksi pengguna biasa, tetapi juga secara langsung membatasi potensi pendapatan penambang. Menurut Wu Jihan, masalah ini harus diselesaikan.
Pada 1 Agustus 2017, di blok tinggi 478558, terjadi hard fork Bitcoin pertama dalam sejarah. Fork ini didorong bersama oleh Wu Jihan dan pendukung Bitcoin Cash, Roger Ver, yang melahirkan Bitcoin Cash (BCH).
Saat hard fork terjadi, jumlah Bitcoin yang beredar di seluruh dunia sekitar 16,5 juta. Setelah fork, muncul jumlah Bitcoin Cash yang setara di pasar. Berbeda dengan kapasitas blok terbatas Bitcoin, Bitcoin Cash memperbesar ukuran blok untuk memproses lebih banyak transaksi. Perbaikan teknologi ini secara langsung menurunkan biaya transaksi dan meningkatkan pengalaman pengguna serta penambang.
Dalam arti tertentu, kelahiran Bitcoin Cash mencerminkan pola pikir Wu Jihan sebagai pelaku industri—ketika melihat masalah, ia memilih inovasi solusi daripada mengeluh.
Platform custodial Matrixport: dari kekosongan pasar hingga valuasi miliaran
Setelah meninggalkan Bitmain, Wu Jihan tidak menjauh dari industri kripto. Ia dengan cepat menangkap kebutuhan pasar yang baru.
Pada 2018, terjadi penurunan besar Bitcoin—dari puncak sekitar 17.000 dolar turun drastis. Perubahan pasar ini membuat banyak investor terjebak dalam kerugian. Banyak spekulan yang terjebak di posisi tinggi dan terpaksa mengubah strategi investasi. Dalam kondisi pasar seperti ini, muncul kebutuhan baru: investor membutuhkan platform yang aman dan andal untuk menyimpan aset dengan baik, serta mencari solusi penghasilan stabil.
Wu Jihan dengan tajam menangkap kekosongan pasar ini. Ia mendirikan Matrixport, platform pengelolaan aset digital dan kekayaan.
Skala awal Matrixport cukup besar—platform ini mengelola aset hingga 10 miliar dolar sejak awal berdiri, dengan volume transaksi bulanan mencapai 5 miliar dolar. Perusahaan memiliki lebih dari 400 karyawan di berbagai negara dan wilayah.
Lebih mengesankan lagi, kecepatan pertumbuhan platform ini. Hanya dalam dua tahun operasional, pada Agustus 2021, valuasi Matrixport melonjak di atas 1 miliar dolar. Prestasi ini kembali membuktikan kepekaan Wu Jihan terhadap peluang pasar.
DNA bisnis Wu Jihan: inovasi berkelanjutan dan wawasan pasar
Melihat jejak kewirausahaan Wu Jihan, kita dapat melihat rangkaian logika yang jelas:
Sejak membaca makalah Bitcoin awal 2011, pola pikirnya berbeda dari kebanyakan orang. Ia tidak berhenti di investasi dan perdagangan, melainkan terus bertanya: “Apa yang kurang dari industri ini? Apa yang dibutuhkan pasar?”
Pola pikir ini membimbingnya mendirikan komunitas (Babbitt), kemudian terjun ke pembuatan perangkat keras penambangan (Bitmain), lalu berpartisipasi dalam pengoptimalan infrastruktur (Bitcoin Cash), dan akhirnya membuka jalur pengelolaan aset baru (Matrixport).
Setiap langkah adalah mengisi kekosongan pasar, setiap langkah adalah solusi terhadap masalah. Praktik bisnis Wu Jihan menunjukkan bahwa pengusaha sukses bukanlah orang yang mengikuti tren, melainkan orang yang menemukan dan menyelesaikan masalah.
Dalam perjalanan perkembangan industri kripto, Wu Jihan membuktikan dirinya sebagai pelopor dan arsitek. Dari membangun infrastruktur, mengoptimalkan protokol jaringan, hingga menciptakan model pengelolaan kekayaan baru, setiap kontribusinya secara mendalam membentuk ekosistem industri ini. Inilah sebabnya dunia industri menganggapnya sebagai kekuatan pendorong utama dalam rantai industri kripto.