Menurut laporan CoinDesk, investor baru-baru ini mengajukan gugatan ke pengadilan federal Amerika Serikat, menuduh adanya pelanggaran hukum besar yang melibatkan beberapa individu dan entitas terkait Cere Network. Kasus yang melibatkan dana sebesar 100 juta dolar ini menuduh terdakwa melakukan penipuan skala besar setelah peluncuran token pada tahun 2021, yang memicu perhatian tinggi dari pasar. Sebagai proyek penyimpanan data blockchain, pendiri Cere Network sekaligus “dalang” Fred Jin dan terdakwa lainnya diduga melakukan promosi palsu kepada investor selama tahap pendanaan.
Kronologi Penipuan Pendanaan: Dari 50 Juta Dolar Hingga Penjualan Panik
Berdasarkan dokumen hukum, Cere mengumpulkan hampir 50 juta dolar melalui penjualan token privat dan publik pada akhir tahun 2021. Investor Vivian Liu adalah salah satu saksi penting dalam kasus ini; dia pernah menjabat sebagai penasihat strategi senior proyek dan menerima token CERE sebagai imbalan, serta melakukan investasi tambahan melalui perusahaan investasinya, Goopal Digital Ltd.
Investor diberitahu secara jelas bahwa token yang dimiliki oleh orang dalam akan dikunci secara ketat, untuk mencegah tim pendiri melakukan penjualan panik di awal proyek. Namun, dokumen gugatan menunjukkan bahwa Fred Jin dan orang dalam lainnya melanggar janji tersebut segera setelah peluncuran token, dengan menjual token senilai puluhan juta dolar secara besar-besaran.
Kunci Token yang Tidak Efektif, Investor Mengalami Kerugian Besar
Serangkaian tindakan ini langsung menyebabkan harga CERE jatuh tajam. Berdasarkan data pasar terbaru, harga CERE saat ini telah jatuh ke level yang sangat rendah, dengan penurunan lebih dari 99% dibandingkan puncaknya. Ini berarti dana para investor mengalami penyusutan hampir total, dan banyak investor yang terlibat dalam pendanaan 2021 menghadapi kerugian besar.
Kasus ini mengungkapkan masalah kurangnya pengawasan yang efektif terhadap mekanisme penguncian token dalam proyek kripto. Investor yang percaya pada janji proyek dan mengira penguncian token akan melindungi kepentingan mereka, justru tertipu. Gugatan ini tidak hanya mengancam secara hukum Cere Network, tetapi juga memberi peringatan keras bagi seluruh industri—investor harus lebih berhati-hati dalam menilai struktur tata kelola proyek dan niat sebenarnya dari orang dalam saat berpartisipasi dalam pendanaan token.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Cere Network terlibat skandal penipuan pendanaan, gugatan investasi sebesar 100 juta dolar AS terungkap
Menurut laporan CoinDesk, investor baru-baru ini mengajukan gugatan ke pengadilan federal Amerika Serikat, menuduh adanya pelanggaran hukum besar yang melibatkan beberapa individu dan entitas terkait Cere Network. Kasus yang melibatkan dana sebesar 100 juta dolar ini menuduh terdakwa melakukan penipuan skala besar setelah peluncuran token pada tahun 2021, yang memicu perhatian tinggi dari pasar. Sebagai proyek penyimpanan data blockchain, pendiri Cere Network sekaligus “dalang” Fred Jin dan terdakwa lainnya diduga melakukan promosi palsu kepada investor selama tahap pendanaan.
Kronologi Penipuan Pendanaan: Dari 50 Juta Dolar Hingga Penjualan Panik
Berdasarkan dokumen hukum, Cere mengumpulkan hampir 50 juta dolar melalui penjualan token privat dan publik pada akhir tahun 2021. Investor Vivian Liu adalah salah satu saksi penting dalam kasus ini; dia pernah menjabat sebagai penasihat strategi senior proyek dan menerima token CERE sebagai imbalan, serta melakukan investasi tambahan melalui perusahaan investasinya, Goopal Digital Ltd.
Investor diberitahu secara jelas bahwa token yang dimiliki oleh orang dalam akan dikunci secara ketat, untuk mencegah tim pendiri melakukan penjualan panik di awal proyek. Namun, dokumen gugatan menunjukkan bahwa Fred Jin dan orang dalam lainnya melanggar janji tersebut segera setelah peluncuran token, dengan menjual token senilai puluhan juta dolar secara besar-besaran.
Kunci Token yang Tidak Efektif, Investor Mengalami Kerugian Besar
Serangkaian tindakan ini langsung menyebabkan harga CERE jatuh tajam. Berdasarkan data pasar terbaru, harga CERE saat ini telah jatuh ke level yang sangat rendah, dengan penurunan lebih dari 99% dibandingkan puncaknya. Ini berarti dana para investor mengalami penyusutan hampir total, dan banyak investor yang terlibat dalam pendanaan 2021 menghadapi kerugian besar.
Kasus ini mengungkapkan masalah kurangnya pengawasan yang efektif terhadap mekanisme penguncian token dalam proyek kripto. Investor yang percaya pada janji proyek dan mengira penguncian token akan melindungi kepentingan mereka, justru tertipu. Gugatan ini tidak hanya mengancam secara hukum Cere Network, tetapi juga memberi peringatan keras bagi seluruh industri—investor harus lebih berhati-hati dalam menilai struktur tata kelola proyek dan niat sebenarnya dari orang dalam saat berpartisipasi dalam pendanaan token.