Pasar saham Taiwan menghadapi titik kritis saat mencoba membalikkan keadaan setelah tiga sesi berturut-turut mengalami penurunan. Setelah merosot sekitar 1.200 poin atau 3,7 persen, Bursa Efek Taiwan saat ini berada sedikit di atas level 31.620, dengan hari Selasa menawarkan peluang potensial untuk stabilisasi. Pengamat pasar menyarankan bahwa katalis positif dari data ekonomi global dapat memberikan angin segar yang dibutuhkan untuk menghentikan penjualan terakhir, meskipun hambatan dari sektor energi dapat membatasi kenaikan yang lebih luas.
Penurunan Tajam di Seluruh Sektor Keuangan dan Teknologi
Penurunan tajam hari Senin menyebabkan TSE turun 439,72 poin atau 1,37 persen menjadi 31.624,03, mencerminkan kelemahan luas di berbagai segmen. Saham keuangan memimpin kerugian, dengan First Financial turun 0,52 persen dan Fubon Financial turun 0,44 persen, sementara E Sun Financial turun 0,30 persen. Sektor teknologi sangat rentan, karena Taiwan Semiconductor Manufacturing Company turun 0,56 persen. Penurunan yang lebih parah muncul di perusahaan semikonduktor dan elektronik—Hon Hai Precision dan United Microelectronics Corporation keduanya jatuh 2,72 persen, sementara MediaTek merosot 3,13 persen dan Delta Electronics anjlok 3,69 persen.
Segmen plastik dan bahan mengalami kerugian terbesar, dengan Formosa Plastics merosot 6,34 persen dan Nan Ya Plastics anjlok 6,98 persen, disertai penurunan 1,56 persen di Asia Cement. Largan Precision turun 2,28 persen, Novatek Microelectronics turun 1,73 persen, dan Catcher Technology turun 0,25 persen, sementara nama-nama keuangan seperti Cathay Financial, Mega Financial, dan CTBC Financial tetap datar.
Pasar AS Melonjak karena Momentum Manufaktur
Meskipun Taiwan melemah, sinyal positif dari Wall Street memberikan narasi yang kontras. Pasar saham AS dibuka datar tetapi dengan cepat berbalik naik, menghabiskan sebagian besar hari di wilayah positif. Dow Jones Industrial Average melonjak 515,19 poin atau 1,05 persen menjadi 49.407,66, sementara NASDAQ menambah 130,29 poin atau 0,56 persen menjadi 23.592,11. S&P 500 naik 37,41 poin atau 0,54 persen menutup di 6.976,44.
Kekuatan ini didukung oleh ekspansi tak terduga dalam aktivitas manufaktur AS pada bulan Januari—menandai pertumbuhan pertama dalam dua belas bulan. Laporan dari Institute for Supply Management memberikan kepercayaan penting bahwa aktivitas ekonomi tetap tangguh. Selain itu, pengumuman Presiden Donald Trump tentang kesepakatan perdagangan dengan India meningkatkan sentimen pasar. Namun, para trader menunjukkan kehati-hatian menjelang laporan pekerjaan yang sangat dinantikan dari Departemen Tenaga Kerja hari Jumat, yang mungkin menentukan arah pasar dalam waktu dekat.
Kelemahan Minyak Mentah Mungkin Membatasi Kenaikan Asia
Harga energi turun tajam seiring meredanya kekhawatiran geopolitik. Tanda-tanda deeskalasi ketegangan AS-Iran mengurangi kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah, secara efektif menghilangkan premi risiko geopolitik dari pasar minyak mentah. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun $3,28 atau 5,03 persen menjadi $61,93 per barel.
Kelemahan energi ini dapat menjadi hambatan bagi pasar saham Asia, termasuk Taiwan, karena kekuatan di sektor terkait minyak biasanya memberikan dukungan luas bagi pasar. Perusahaan yang terpapar rantai pasokan energi dan bahan mungkin menghadapi tekanan berkelanjutan.
Potensi Pemulihan Pasar Taiwan
Ke depan, tampaknya pasar Taiwan siap untuk potensi perbaikan seiring wilayah ini mendapatkan manfaat dari dinamika global yang positif. Kekuatan yang ditunjukkan oleh indeks AS, didukung oleh data manufaktur yang tangguh dan perkembangan perdagangan yang optimis, dapat menjadi latar belakang bagi pemulihan Asia. Jika momentum dari Wall Street berlanjut ke perdagangan Asia, saham Taiwan mungkin menemukan daya dorong meskipun ada kehati-hatian jangka pendek terkait kelemahan minyak mentah dan data pekerjaan AS hari Jumat.
Para investor yang memantau saham teknologi dan keuangan yang terdaftar di Taiwan mungkin akan mengamati tanda-tanda stabilisasi saat sentimen pasar yang lebih luas bergeser. Interaksi antara kekuatan ekonomi global dan dinamika harga komoditas kemungkinan akan menentukan apakah pasar Taiwan dapat berhasil menghentikan penurunan terakhirnya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Perkiraan Pasar Taiwan Mungkin Membaik Seiring Optimisme Global Menguat
Pasar saham Taiwan menghadapi titik kritis saat mencoba membalikkan keadaan setelah tiga sesi berturut-turut mengalami penurunan. Setelah merosot sekitar 1.200 poin atau 3,7 persen, Bursa Efek Taiwan saat ini berada sedikit di atas level 31.620, dengan hari Selasa menawarkan peluang potensial untuk stabilisasi. Pengamat pasar menyarankan bahwa katalis positif dari data ekonomi global dapat memberikan angin segar yang dibutuhkan untuk menghentikan penjualan terakhir, meskipun hambatan dari sektor energi dapat membatasi kenaikan yang lebih luas.
Penurunan Tajam di Seluruh Sektor Keuangan dan Teknologi
Penurunan tajam hari Senin menyebabkan TSE turun 439,72 poin atau 1,37 persen menjadi 31.624,03, mencerminkan kelemahan luas di berbagai segmen. Saham keuangan memimpin kerugian, dengan First Financial turun 0,52 persen dan Fubon Financial turun 0,44 persen, sementara E Sun Financial turun 0,30 persen. Sektor teknologi sangat rentan, karena Taiwan Semiconductor Manufacturing Company turun 0,56 persen. Penurunan yang lebih parah muncul di perusahaan semikonduktor dan elektronik—Hon Hai Precision dan United Microelectronics Corporation keduanya jatuh 2,72 persen, sementara MediaTek merosot 3,13 persen dan Delta Electronics anjlok 3,69 persen.
Segmen plastik dan bahan mengalami kerugian terbesar, dengan Formosa Plastics merosot 6,34 persen dan Nan Ya Plastics anjlok 6,98 persen, disertai penurunan 1,56 persen di Asia Cement. Largan Precision turun 2,28 persen, Novatek Microelectronics turun 1,73 persen, dan Catcher Technology turun 0,25 persen, sementara nama-nama keuangan seperti Cathay Financial, Mega Financial, dan CTBC Financial tetap datar.
Pasar AS Melonjak karena Momentum Manufaktur
Meskipun Taiwan melemah, sinyal positif dari Wall Street memberikan narasi yang kontras. Pasar saham AS dibuka datar tetapi dengan cepat berbalik naik, menghabiskan sebagian besar hari di wilayah positif. Dow Jones Industrial Average melonjak 515,19 poin atau 1,05 persen menjadi 49.407,66, sementara NASDAQ menambah 130,29 poin atau 0,56 persen menjadi 23.592,11. S&P 500 naik 37,41 poin atau 0,54 persen menutup di 6.976,44.
Kekuatan ini didukung oleh ekspansi tak terduga dalam aktivitas manufaktur AS pada bulan Januari—menandai pertumbuhan pertama dalam dua belas bulan. Laporan dari Institute for Supply Management memberikan kepercayaan penting bahwa aktivitas ekonomi tetap tangguh. Selain itu, pengumuman Presiden Donald Trump tentang kesepakatan perdagangan dengan India meningkatkan sentimen pasar. Namun, para trader menunjukkan kehati-hatian menjelang laporan pekerjaan yang sangat dinantikan dari Departemen Tenaga Kerja hari Jumat, yang mungkin menentukan arah pasar dalam waktu dekat.
Kelemahan Minyak Mentah Mungkin Membatasi Kenaikan Asia
Harga energi turun tajam seiring meredanya kekhawatiran geopolitik. Tanda-tanda deeskalasi ketegangan AS-Iran mengurangi kekhawatiran tentang gangguan pasokan di Timur Tengah, secara efektif menghilangkan premi risiko geopolitik dari pasar minyak mentah. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun $3,28 atau 5,03 persen menjadi $61,93 per barel.
Kelemahan energi ini dapat menjadi hambatan bagi pasar saham Asia, termasuk Taiwan, karena kekuatan di sektor terkait minyak biasanya memberikan dukungan luas bagi pasar. Perusahaan yang terpapar rantai pasokan energi dan bahan mungkin menghadapi tekanan berkelanjutan.
Potensi Pemulihan Pasar Taiwan
Ke depan, tampaknya pasar Taiwan siap untuk potensi perbaikan seiring wilayah ini mendapatkan manfaat dari dinamika global yang positif. Kekuatan yang ditunjukkan oleh indeks AS, didukung oleh data manufaktur yang tangguh dan perkembangan perdagangan yang optimis, dapat menjadi latar belakang bagi pemulihan Asia. Jika momentum dari Wall Street berlanjut ke perdagangan Asia, saham Taiwan mungkin menemukan daya dorong meskipun ada kehati-hatian jangka pendek terkait kelemahan minyak mentah dan data pekerjaan AS hari Jumat.
Para investor yang memantau saham teknologi dan keuangan yang terdaftar di Taiwan mungkin akan mengamati tanda-tanda stabilisasi saat sentimen pasar yang lebih luas bergeser. Interaksi antara kekuatan ekonomi global dan dinamika harga komoditas kemungkinan akan menentukan apakah pasar Taiwan dapat berhasil menghentikan penurunan terakhirnya.