Saham India melonjak dalam sesi perdagangan terakhir setelah terobosan besar dalam perdagangan dengan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump mengumumkan pengurangan tarif yang signifikan pada barang-barang India, memotong bea timbal balik menjadi 18 persen dari sebelumnya 25 persen. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa tarif terkait minyak Rusia akan dihapus sepenuhnya, dengan kategori tarif lainnya disesuaikan ke bawah untuk mencapai struktur tarif baru sebesar 18 persen.
Perjanjian perdagangan ini merupakan momen penting bagi pasar India, dengan indikator ekonomi utama negara—simbol kekuatan pasar India—melaporkan kenaikan yang mengesankan. Indeks benchmark BSE Sensex melonjak 2.240 poin, naik 2,7 persen menjadi 83.907, sementara NSE Nifty yang lebih luas melambung 690 poin atau 2,8 persen menjadi 25.778 dalam perdagangan awal.
Reaksi Pasar: Raksasa Korporasi India Pimpin Pergerakan
Di antara para pelaku terbaik yang mencerminkan optimisme investor, perusahaan-perusahaan besar India menunjukkan kekuatan yang kokoh. Mahindra & Mahindra, Reliance Industries, Larsen & Toubro, Axis Bank, Sun Pharma, Bajaj FinServ, Eternal, Bajaj Finance, Indigo, dan Adani Ports masing-masing melonjak antara 4-8 persen, menjadi penggerak utama momentum pasar. Saham blue-chip ini berfungsi sebagai simbol utama kepercayaan ekonomi dan kesehatan sektor di India.
Dukungan Kebijakan Mendorong Sentimen Pasar
Menteri Serikat Nitin Gadkari menekankan bahwa kesepakatan ini akan memperkuat kepercayaan bilateral dan secara signifikan meningkatkan kepercayaan bisnis serta investasi antara kedua negara. Perdana Menteri Modi menegaskan kembali sentimen ini dalam sebuah posting media sosial, menyoroti bagaimana kepercayaan nasional kolektif akan menjadi kunci dalam memajukan aspirasi pembangunan India. Pesan yang terkoordinasi dari pimpinan pemerintah ini memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa pengurangan tarif akan menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata.
Respon langsung pasar menunjukkan bahwa normalisasi perdagangan berfungsi sebagai katalisator bagi minat investor. Simbol-simbol India—yang mewakili segala hal mulai dari manufaktur hingga jasa keuangan dan infrastruktur—mencerminkan harapan pasar bahwa hubungan perdagangan yang membaik akan meningkatkan daya saing ekspor dan dinamika aliran modal.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Pemimpin Pasar India Menguat Setelah Keberhasilan Perjanjian Perdagangan AS
Saham India melonjak dalam sesi perdagangan terakhir setelah terobosan besar dalam perdagangan dengan Amerika Serikat. Presiden Donald Trump mengumumkan pengurangan tarif yang signifikan pada barang-barang India, memotong bea timbal balik menjadi 18 persen dari sebelumnya 25 persen. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa tarif terkait minyak Rusia akan dihapus sepenuhnya, dengan kategori tarif lainnya disesuaikan ke bawah untuk mencapai struktur tarif baru sebesar 18 persen.
Perjanjian perdagangan ini merupakan momen penting bagi pasar India, dengan indikator ekonomi utama negara—simbol kekuatan pasar India—melaporkan kenaikan yang mengesankan. Indeks benchmark BSE Sensex melonjak 2.240 poin, naik 2,7 persen menjadi 83.907, sementara NSE Nifty yang lebih luas melambung 690 poin atau 2,8 persen menjadi 25.778 dalam perdagangan awal.
Reaksi Pasar: Raksasa Korporasi India Pimpin Pergerakan
Di antara para pelaku terbaik yang mencerminkan optimisme investor, perusahaan-perusahaan besar India menunjukkan kekuatan yang kokoh. Mahindra & Mahindra, Reliance Industries, Larsen & Toubro, Axis Bank, Sun Pharma, Bajaj FinServ, Eternal, Bajaj Finance, Indigo, dan Adani Ports masing-masing melonjak antara 4-8 persen, menjadi penggerak utama momentum pasar. Saham blue-chip ini berfungsi sebagai simbol utama kepercayaan ekonomi dan kesehatan sektor di India.
Dukungan Kebijakan Mendorong Sentimen Pasar
Menteri Serikat Nitin Gadkari menekankan bahwa kesepakatan ini akan memperkuat kepercayaan bilateral dan secara signifikan meningkatkan kepercayaan bisnis serta investasi antara kedua negara. Perdana Menteri Modi menegaskan kembali sentimen ini dalam sebuah posting media sosial, menyoroti bagaimana kepercayaan nasional kolektif akan menjadi kunci dalam memajukan aspirasi pembangunan India. Pesan yang terkoordinasi dari pimpinan pemerintah ini memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa pengurangan tarif akan menghasilkan manfaat ekonomi yang nyata.
Respon langsung pasar menunjukkan bahwa normalisasi perdagangan berfungsi sebagai katalisator bagi minat investor. Simbol-simbol India—yang mewakili segala hal mulai dari manufaktur hingga jasa keuangan dan infrastruktur—mencerminkan harapan pasar bahwa hubungan perdagangan yang membaik akan meningkatkan daya saing ekspor dan dinamika aliran modal.