Pertanyaan tentang kapan harus pensiun sangat pribadi, tetapi bagi Grant Cardone—seorang pengusaha serial dengan kekayaan bersih yang terdokumentasi sebesar 1,6 miliar dolar—jawabannya sederhana: dia tidak berniat meninggalkan kariernya. Melalui portofolio usahanya yang luas termasuk 10X Studios, CardoneVentures, Sistem Kesehatan 10X, Cardone University, dan konferensi pertumbuhan 10X andalannya, pengusaha miliarder ini terus membangun dan mengembangkan bisnis daripada memikirkan pensiun dini.
Komitmennya terhadap pekerjaan yang berkelanjutan tidak didasarkan pada kebutuhan finansial. Dengan ukuran konvensional, Cardone memiliki kekayaan yang cukup untuk mempertahankan gaya hidup nyaman tanpa batas waktu. Namun, miliarder ini memandang pekerjaan melalui lensa yang sama sekali berbeda dari kebanyakan—di mana uang hanyalah hasil sampingan dan bukan tujuan utama.
Filosofi di Balik Kerja Berkelanjutan
Bagi Cardone, nilai dari pekerjaan yang terus berlanjut jauh melampaui akumulasi kekayaan tambahan. Dia menggambarkan pekerjaannya sebagai sesuatu yang pada dasarnya bermakna—sebagai kendaraan untuk dampak, bukan hanya penghasilan. Ketika merenungkan mengapa dia mempertahankan jadwal kerja yang begitu agresif, Cardone menekankan bahwa terus terlibat dalam usahanya dan berbagi pengetahuan memberinya arah dan makna dalam hidup.
Pengusaha ini percaya bahwa keahlian yang dia kumpulkan dalam membangun kekayaan dan keberhasilan kewirausahaan memberinya posisi unik untuk membantu orang lain menavigasi jalur serupa. Rasa tanggung jawab dan peluang untuk menciptakan hasil positif ini memacu tekadnya untuk tetap aktif di dunia kerja daripada pensiun untuk bersantai.
Mendefinisikan Ulang Kerja Sebagai Hasrat
Perspektif Cardone menantang narasi pensiun konvensional yang dianut banyak orang. Alih-alih melihat pekerjaan sebagai beban yang harus ditanggung sampai usia pensiun, dia mengadopsi pola pikir di mana usaha berkelanjutan berubah menjadi kepuasan intrinsik. Miliarder ini telah mengartikulasikan perbedaan antara orang yang sekadar bekerja cukup untuk membuat kerja terasa wajib dan mereka yang mengatur usaha mereka sehingga menghasilkan hasil yang begitu menarik sehingga kerja menjadi tak terbedakan dari hasrat.
Bagi Cardone, ini berarti dikelilingi oleh individu yang ambisius, terlibat dalam debat strategis dengan sesama pengusaha, dan yang terpenting, membimbing generasi pemimpin bisnis berikutnya. Dimensi-dimensi pekerjaan ini memberi energi padanya, bukan kelelahan, karena mereka sejalan dengan nilai-nilai inti dan rasa tujuannya.
Implikasi Lebih Luas
Keputusan Cardone untuk melewatkan pensiun menimbulkan pertanyaan penting tentang asumsi masyarakat mengenai kerja, kesuksesan, dan kepuasan hidup. Contohnya menunjukkan bahwa bagi pencapaian tinggi yang telah menerjemahkan ambisi menjadi kekayaan yang substansial, prospek tidak aktif mungkin tampak kurang menarik dibandingkan dengan pencarian kontribusi yang bermakna secara terus-menerus. Komitmen berkelanjutan miliarder ini terhadap imperium bisnisnya menunjukkan bahwa kekayaan finansial dan keterlibatan profesional tidak harus saling eksklusif—sebenarnya, bagi sebagian orang, keduanya merupakan pencapaian yang saling melengkapi daripada fase kehidupan yang berurutan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Mengapa Grant Cardone, Meski Kekayaan Bersihnya $1,6 Miliar, Menolak Untuk Tinggalkan Dunia Kerja
Pertanyaan tentang kapan harus pensiun sangat pribadi, tetapi bagi Grant Cardone—seorang pengusaha serial dengan kekayaan bersih yang terdokumentasi sebesar 1,6 miliar dolar—jawabannya sederhana: dia tidak berniat meninggalkan kariernya. Melalui portofolio usahanya yang luas termasuk 10X Studios, CardoneVentures, Sistem Kesehatan 10X, Cardone University, dan konferensi pertumbuhan 10X andalannya, pengusaha miliarder ini terus membangun dan mengembangkan bisnis daripada memikirkan pensiun dini.
Komitmennya terhadap pekerjaan yang berkelanjutan tidak didasarkan pada kebutuhan finansial. Dengan ukuran konvensional, Cardone memiliki kekayaan yang cukup untuk mempertahankan gaya hidup nyaman tanpa batas waktu. Namun, miliarder ini memandang pekerjaan melalui lensa yang sama sekali berbeda dari kebanyakan—di mana uang hanyalah hasil sampingan dan bukan tujuan utama.
Filosofi di Balik Kerja Berkelanjutan
Bagi Cardone, nilai dari pekerjaan yang terus berlanjut jauh melampaui akumulasi kekayaan tambahan. Dia menggambarkan pekerjaannya sebagai sesuatu yang pada dasarnya bermakna—sebagai kendaraan untuk dampak, bukan hanya penghasilan. Ketika merenungkan mengapa dia mempertahankan jadwal kerja yang begitu agresif, Cardone menekankan bahwa terus terlibat dalam usahanya dan berbagi pengetahuan memberinya arah dan makna dalam hidup.
Pengusaha ini percaya bahwa keahlian yang dia kumpulkan dalam membangun kekayaan dan keberhasilan kewirausahaan memberinya posisi unik untuk membantu orang lain menavigasi jalur serupa. Rasa tanggung jawab dan peluang untuk menciptakan hasil positif ini memacu tekadnya untuk tetap aktif di dunia kerja daripada pensiun untuk bersantai.
Mendefinisikan Ulang Kerja Sebagai Hasrat
Perspektif Cardone menantang narasi pensiun konvensional yang dianut banyak orang. Alih-alih melihat pekerjaan sebagai beban yang harus ditanggung sampai usia pensiun, dia mengadopsi pola pikir di mana usaha berkelanjutan berubah menjadi kepuasan intrinsik. Miliarder ini telah mengartikulasikan perbedaan antara orang yang sekadar bekerja cukup untuk membuat kerja terasa wajib dan mereka yang mengatur usaha mereka sehingga menghasilkan hasil yang begitu menarik sehingga kerja menjadi tak terbedakan dari hasrat.
Bagi Cardone, ini berarti dikelilingi oleh individu yang ambisius, terlibat dalam debat strategis dengan sesama pengusaha, dan yang terpenting, membimbing generasi pemimpin bisnis berikutnya. Dimensi-dimensi pekerjaan ini memberi energi padanya, bukan kelelahan, karena mereka sejalan dengan nilai-nilai inti dan rasa tujuannya.
Implikasi Lebih Luas
Keputusan Cardone untuk melewatkan pensiun menimbulkan pertanyaan penting tentang asumsi masyarakat mengenai kerja, kesuksesan, dan kepuasan hidup. Contohnya menunjukkan bahwa bagi pencapaian tinggi yang telah menerjemahkan ambisi menjadi kekayaan yang substansial, prospek tidak aktif mungkin tampak kurang menarik dibandingkan dengan pencarian kontribusi yang bermakna secara terus-menerus. Komitmen berkelanjutan miliarder ini terhadap imperium bisnisnya menunjukkan bahwa kekayaan finansial dan keterlibatan profesional tidak harus saling eksklusif—sebenarnya, bagi sebagian orang, keduanya merupakan pencapaian yang saling melengkapi daripada fase kehidupan yang berurutan.