Era Baru Terjebak Antara Hukum dan Ekonomi Putusan terbaru Mahkamah Agung AS, yang membatasi kekuasaan presiden untuk menetapkan tarif bea cukai menggunakan otoritas darurat, telah mengirim gelombang kejutan tak terduga ke Washington. Setelah keputusan Mahkamah bahwa tarif yang diterapkan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977 tidak konstitusional, Trump tidak membuang waktu untuk kembali ke panggung dengan strategi baru. Meskipun Trump menggambarkan keputusan pengadilan sebagai "kekecewaan," dia menunjukkan bahwa dia tidak akan mundur dari tekadnya dalam perang dagang. Kali ini, Presiden mengumumkan keputusan untuk menerapkan tarif bea cukai umum sebesar 10% di seluruh dunia dengan mengacu pada Bagian 122 dari Trade Act tahun 1974. Langkah ini berfungsi sebagai respons strategis, muncul segera setelah hambatan hukum dan akan berlaku "hampir seketika." Aturan Baru Perdagangan Global Tarif baru yang diumumkan ini akan diterapkan selain bea masuk yang sudah ada dan awalnya akan berlaku selama 150 hari. Selama periode ini, pemerintahan Trump bertujuan untuk meluncurkan penyelidikan baru guna membenarkan tarif yang lebih tinggi lagi. Situasi ini menciptakan awan ketidakpastian yang serius atas rantai pasokan global, secara langsung mempengaruhi mitra dagang utama seperti Kanada, Meksiko, dan China. Keguncangan Pasar: Setelah pengumuman, volatilitas di pasar saham global meningkat, dan para investor mulai beralih ke tempat aman seperti emas. Pesan Politik: Trump secara eksplisit menyatakan bahwa pajak ini bukan hanya alat ekonomi; mereka juga digunakan sebagai "pengaruh" untuk memaksa kerjasama dari negara lain dalam isu-isu seperti imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba. Dampak pada Ekonomi Domestik: Para ahli memperingatkan bahwa tarif tambahan ini dapat meningkatkan beban pajak tahunan pada rumah tangga AS dan memicu tekanan inflasi. Pandangan Masa Depan "Diplomasi perdagangan agresif" Donald Trump bertujuan tidak hanya untuk menutup defisit perdagangan Amerika tetapi juga untuk menulis ulang aturan perdagangan global dengan Washington sebagai pusatnya. Perjuangan ini, yang berlangsung dari koridor pengadilan hingga gerbang bea cukai, akan terus menjadi agenda terpenting bagi ekonomi dunia dalam beberapa bulan mendatang. Bagaimana kekuatan seperti Uni Eropa dan China akan membalas langkah Amerika ini sudah menjadi subjek rasa penasaran yang besar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Berisi konten yang dihasilkan AI
22 Suka
Hadiah
22
29
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
AYATTAC
· 10menit yang lalu
GOGOGO 2026 👊
Lihat AsliBalas0
AYATTAC
· 10menit yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
AYATTAC
· 10menit yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
CryptoSelf
· 35menit yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
neesa04
· 40menit yang lalu
GOGOGO 2026 👊
Lihat AsliBalas0
Yunna
· 40menit yang lalu
Semoga Anda mendapatkan kekayaan besar di Tahun Kuda 🐴
#TrumpAnnouncesNewTariffs
Era Baru Terjebak Antara Hukum dan Ekonomi
Putusan terbaru Mahkamah Agung AS, yang membatasi kekuasaan presiden untuk menetapkan tarif bea cukai menggunakan otoritas darurat, telah mengirim gelombang kejutan tak terduga ke Washington. Setelah keputusan Mahkamah bahwa tarif yang diterapkan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977 tidak konstitusional, Trump tidak membuang waktu untuk kembali ke panggung dengan strategi baru.
Meskipun Trump menggambarkan keputusan pengadilan sebagai "kekecewaan," dia menunjukkan bahwa dia tidak akan mundur dari tekadnya dalam perang dagang. Kali ini, Presiden mengumumkan keputusan untuk menerapkan tarif bea cukai umum sebesar 10% di seluruh dunia dengan mengacu pada Bagian 122 dari Trade Act tahun 1974. Langkah ini berfungsi sebagai respons strategis, muncul segera setelah hambatan hukum dan akan berlaku "hampir seketika."
Aturan Baru Perdagangan Global
Tarif baru yang diumumkan ini akan diterapkan selain bea masuk yang sudah ada dan awalnya akan berlaku selama 150 hari. Selama periode ini, pemerintahan Trump bertujuan untuk meluncurkan penyelidikan baru guna membenarkan tarif yang lebih tinggi lagi. Situasi ini menciptakan awan ketidakpastian yang serius atas rantai pasokan global, secara langsung mempengaruhi mitra dagang utama seperti Kanada, Meksiko, dan China.
Keguncangan Pasar: Setelah pengumuman, volatilitas di pasar saham global meningkat, dan para investor mulai beralih ke tempat aman seperti emas.
Pesan Politik: Trump secara eksplisit menyatakan bahwa pajak ini bukan hanya alat ekonomi; mereka juga digunakan sebagai "pengaruh" untuk memaksa kerjasama dari negara lain dalam isu-isu seperti imigrasi ilegal dan perdagangan narkoba.
Dampak pada Ekonomi Domestik: Para ahli memperingatkan bahwa tarif tambahan ini dapat meningkatkan beban pajak tahunan pada rumah tangga AS dan memicu tekanan inflasi.
Pandangan Masa Depan
"Diplomasi perdagangan agresif" Donald Trump bertujuan tidak hanya untuk menutup defisit perdagangan Amerika tetapi juga untuk menulis ulang aturan perdagangan global dengan Washington sebagai pusatnya. Perjuangan ini, yang berlangsung dari koridor pengadilan hingga gerbang bea cukai, akan terus menjadi agenda terpenting bagi ekonomi dunia dalam beberapa bulan mendatang. Bagaimana kekuatan seperti Uni Eropa dan China akan membalas langkah Amerika ini sudah menjadi subjek rasa penasaran yang besar.