Menteri Keuangan AS Scott Bessent baru-baru ini memberikan klarifikasi kebijakan penting yang menjawab kekhawatiran investor tentang sejauh mana keterlibatan pemerintah di sektor cryptocurrency. Pada 4 Februari 2026, Bessent memberi kesaksian di depan Kongres, secara tegas menyatakan bahwa baik Departemen Keuangan maupun Dewan Pengawasan Stabilitas Keuangan (FSOC) tidak memiliki wewenang hukum untuk memaksa lembaga keuangan membeli Bitcoin atau mengerahkan dana pembayar pajak untuk menyelamatkan aset kripto yang gagal. Pernyataan ini menetapkan batasan yang jelas mengenai intervensi pemerintah di pasar aset digital selama masa tekanan keuangan.
Memahami Kerangka Regulasi
Klarifikasi ini menegaskan batasan otoritas eksekutif dalam regulasi cryptocurrency. Menurut sumber yang memantau perkembangan regulasi, Bessent menekankan bahwa intervensi pemerintah memerlukan otorisasi legislatif yang eksplisit, bukan interpretasi regulasi. Perbedaan ini sangat penting: Departemen Keuangan dan FSOC dibatasi oleh mandat undang-undang mereka dan tidak dapat secara sepihak memperluas kekuasaan mereka untuk menyelamatkan investasi kripto, bahkan selama turbulensi pasar. Pernyataan ini secara efektif menolak asumsi bahwa intervensi pemerintah bisa terjadi melalui mekanisme keuangan darurat.
Implikasi Pasar dan Sentimen Investor
Posisi resmi ini memiliki bobot yang signifikan bagi pelaku pasar. Dengan secara eksplisit menyatakan apa yang tidak dapat dicapai oleh intervensi pemerintah, pejabat Departemen Keuangan menghilangkan lapisan ketidakpastian yang sebelumnya menyelimuti respons kebijakan terhadap tekanan pasar crypto. Klarifikasi ini seharusnya meredakan kekhawatiran investor tentang konsolidasi paksa atau dukungan pemerintah yang wajib terhadap kepemilikan Bitcoin. Alih-alih berspekulasi tentang potensi intervensi pemerintah di aset kripto, pelaku pasar kini dapat beroperasi dengan kepercayaan yang lebih besar terhadap batasan regulasi yang telah ditetapkan. Sikap transparan ini mengenai batas otoritas pemerintah merupakan sinyal penting bahwa pasar crypto beroperasi dalam kerangka hukum yang ditetapkan dan bukan tunduk pada tindakan eksekutif yang tidak dapat diprediksi.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Kementerian Keuangan Menjelaskan Batasan Intervensi Pemerintah di Pasar Kripto
Menteri Keuangan AS Scott Bessent baru-baru ini memberikan klarifikasi kebijakan penting yang menjawab kekhawatiran investor tentang sejauh mana keterlibatan pemerintah di sektor cryptocurrency. Pada 4 Februari 2026, Bessent memberi kesaksian di depan Kongres, secara tegas menyatakan bahwa baik Departemen Keuangan maupun Dewan Pengawasan Stabilitas Keuangan (FSOC) tidak memiliki wewenang hukum untuk memaksa lembaga keuangan membeli Bitcoin atau mengerahkan dana pembayar pajak untuk menyelamatkan aset kripto yang gagal. Pernyataan ini menetapkan batasan yang jelas mengenai intervensi pemerintah di pasar aset digital selama masa tekanan keuangan.
Memahami Kerangka Regulasi
Klarifikasi ini menegaskan batasan otoritas eksekutif dalam regulasi cryptocurrency. Menurut sumber yang memantau perkembangan regulasi, Bessent menekankan bahwa intervensi pemerintah memerlukan otorisasi legislatif yang eksplisit, bukan interpretasi regulasi. Perbedaan ini sangat penting: Departemen Keuangan dan FSOC dibatasi oleh mandat undang-undang mereka dan tidak dapat secara sepihak memperluas kekuasaan mereka untuk menyelamatkan investasi kripto, bahkan selama turbulensi pasar. Pernyataan ini secara efektif menolak asumsi bahwa intervensi pemerintah bisa terjadi melalui mekanisme keuangan darurat.
Implikasi Pasar dan Sentimen Investor
Posisi resmi ini memiliki bobot yang signifikan bagi pelaku pasar. Dengan secara eksplisit menyatakan apa yang tidak dapat dicapai oleh intervensi pemerintah, pejabat Departemen Keuangan menghilangkan lapisan ketidakpastian yang sebelumnya menyelimuti respons kebijakan terhadap tekanan pasar crypto. Klarifikasi ini seharusnya meredakan kekhawatiran investor tentang konsolidasi paksa atau dukungan pemerintah yang wajib terhadap kepemilikan Bitcoin. Alih-alih berspekulasi tentang potensi intervensi pemerintah di aset kripto, pelaku pasar kini dapat beroperasi dengan kepercayaan yang lebih besar terhadap batasan regulasi yang telah ditetapkan. Sikap transparan ini mengenai batas otoritas pemerintah merupakan sinyal penting bahwa pasar crypto beroperasi dalam kerangka hukum yang ditetapkan dan bukan tunduk pada tindakan eksekutif yang tidak dapat diprediksi.