Periode pasar sering terjadi saat nilai aset mengalami penurunan secara bertahap dalam jangka waktu yang lebih lama. Situasi ini disebut pasar beruang, yang biasanya berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada periode pasar ini, kepercayaan investor menurun dan suasana pasar menjadi pesimis secara umum — ini adalah bagian normal dari siklus pasar, yang berdasarkan data historis menunjukkan bahwa pasar yang berkembang seperti S&P 500 dan Bitcoin selalu pulih dari situasi ini.
Memahami Esensi Pasar Beruang
Pasar beruang terdiri dari perubahan harga jangka panjang, bukan volatilitas jangka pendek. Berbeda dengan penurunan harian yang sederhana, pasar beruang mencerminkan masalah ekonomi yang lebih dalam — bisa meliputi penurunan laba perusahaan, meningkatnya tingkat pengangguran, dan krisis kepercayaan investor secara umum.
Dalam komunitas trading, ada ungkapan populer: “Naik tangga, turun lift.” Ini menggambarkan dinamika yang berlaku saat pasar beruang. Ketika harga mulai turun, muncul tekanan jual yang cepat. Trader takut mengalami kerugian, yang lain ingin mengamankan keuntungan, dan ini memicu efek domino — satu penjual keluar dari pasar mendorong penjualan berikutnya. Jika pasar juga dipengaruhi leverage, likuidasi besar-besaran dapat mempercepat penurunan, menciptakan penjualan massal yang murah.
Apa yang Mendorong Pasar Beruang
Guncangan ekonomi biasanya menjadi pemicu utama pasar beruang. Misalnya, krisis keuangan 2008 disebabkan oleh gelembung properti dan kelalaian dalam kebijakan pinjaman. Ketidakpastian geopolitik, perang, dan sengketa perdagangan juga dapat mengarahkan investor ke aset yang lebih aman, seperti obligasi dan kas.
Kenaikan suku bunga, seperti yang terjadi pada 2022, membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal dan memperburuk prospek ekonomi. Krisis tak terduga — misalnya pandemi COVID-19 pada 2020 — dapat memicu kepanikan dan menurunkan harga. Seringkali, penyebab pasar beruang adalah kombinasi dari beberapa faktor yang bersama-sama melemahkan kestabilan pasar.
Perbedaan Utama Antara Pasar Beruang dan Pasar Bull
Pada pasar bull, harga bergerak naik, sedangkan di pasar beruang, harga bergerak turun. Namun, perbedaan penting terletak pada adanya periode konsolidasi — di pasar beruang, sering terjadi periode panjang di mana harga bergerak datar atau dalam rentang tertentu, volatilitas rendah, dan aktivitas perdagangan menurun. Perilaku ini umum di pasar beruang karena tren penurunan tidak menawarkan peluang menarik bagi sebagian besar investor.
Melihat Contoh Sejarah Pasar Beruang
Bitcoin selama keberadaannya umumnya berada dalam tren naik dan merupakan salah satu aset terbaik dalam sejarah pasar keuangan. Namun, bahkan BTC pernah mengalami beberapa periode pasar beruang yang ekstrem.
Pada Desember 2017, Bitcoin mencapai sekitar 20.000 dolar, tetapi tahun-tahun berikutnya — 2018-2019 — menandai periode pasar beruang di mana harga turun lebih dari 84% dari puncaknya.
Pada 2020, penurunan lebih tajam lagi — lebih dari 70%, terutama di kuartal pertama saat pandemi virus corona melanda pasar. Ini juga menjadi kali terakhir Bitcoin diperdagangkan di bawah 5000 dolar.
Pada 2021, harga kembali naik dan mencapai sekitar 69.000 dolar. Kemudian, pada 2022, terjadi tiga kali lipat pasar beruang yang besar — penurunan lebih dari 77%, menurunkan harga ke bawah 15.600 dolar.
Strategi yang Mungkin Digunakan Saat Pasar Beruang
Mengelola pasar beruang membutuhkan disiplin dan perencanaan yang matang. Berikut beberapa pendekatan utama:
Mengurangi Posisi Risiko
Taktik paling sederhana adalah menjual aset selama pasar beruang dan beralih ke aset yang stabil seperti kas atau koin stabil. Jika tekanan penurunan harga menimbulkan ketidaknyamanan, itu bisa menjadi tanda bahwa posisi Anda terlalu besar.
Menunggu dan Menahan (Strategi HODL)
Kadang-kadang langkah terbaik adalah hanya menunggu. Secara historis, aset yang mapan seperti Bitcoin dan S&P 500 selalu mengungguli pasar beruang dan terus berkembang. Dengan horizon investasi jangka panjang (bertahun-tahun atau dekade), pasar beruang bukanlah sinyal untuk menjual.
Rata-rata Biaya Dolar (DCA)
Banyak yang melihat pasar beruang sebagai peluang beli jangka panjang, terutama untuk aset yang kuat. Investasi rutin tanpa memperhatikan harga saat ini memungkinkan membeli lebih banyak saat harga rendah. Misalnya: jika membeli 1 BTC seharga 100.000 dolar dan kemudian turun ke 80.000 dolar, Anda bisa membeli lagi di harga lebih rendah, sehingga rata-rata harga menjadi sekitar 90.000 dolar.
Menjual Secara Spekulatif dan Melindungi Posisi
Trader berpengalaman menggunakan periode pasar beruang untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan. Short selling memungkinkan mendapatkan keuntungan saat harga turun. Ini juga bisa digunakan sebagai lindung nilai — misalnya, jika Anda memegang 2 BTC di dompet kripto, Anda bisa membuka posisi short 2 BTC untuk mengurangi kerugian jika pasar terus turun.
Trading Melawan Tren (Risiko Tinggi)
Beberapa trader mencoba mengambil keuntungan dari rebound cepat dalam tren turun — disebut “rally pasar beruang” atau “pukulan kucing mati”. Ini adalah periode volatilitas tinggi di mana kenaikan jangka pendek tampak sebagai peluang jangka menengah. Namun, risikonya besar — trader bisa terjebak dalam posisi panjang saat pasar beruang berlanjut. Menangkap puncak saat pasar jatuh disebut sebagai strategi yang sangat berisiko.
Mengapa Disebut Pasar Beruang
Istilah “pasar beruang” terinspirasi dari beruang yang menekan dengan cakarnya ke bawah — simbol penurunan harga. Sebaliknya, pasar bull dikaitkan dengan banteng, yang mengangkat tanduknya ke atas. Istilah ini sudah digunakan sejak abad ke-19. Ada teori bahwa istilah “beruang” berasal dari masa lalu, saat trader menjual kontrak kulit beruang sebelum mereka benar-benar memilikinya — mirip dengan praktik short selling saat ini.
Ringkasan tentang Menghadapi Pasar Beruang
Pasar beruang adalah bagian umum dari siklus pasar, sering dipicu oleh ketidakpastian ekonomi, geopolitik, atau spekulasi. Meskipun membawa risiko dan ketidaknyamanan, mereka juga memiliki nilai edukatif dan peluang.
Dengan perencanaan dan disiplin, trader dapat menavigasi pasar beruang dan bahkan mendapatkan keuntungan. Banyak yang cukup menahan investasi mereka (HODL) atau beralih ke aset yang lebih aman seperti obligasi. Yang lain menerapkan rata-rata biaya dolar, yang sering berhasil dalam jangka panjang. Short selling dan trading melawan tren membutuhkan pengalaman dan keberanian, tetapi bisa sangat menguntungkan bagi trader berpengalaman.
Penting untuk dipahami bahwa pasar beruang bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan keuangan. Data historis secara jelas menunjukkan bahwa pasar, termasuk Bitcoin, selalu pulih dan terus berkembang.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Karuturg - Kapan harga pasar akan turun secara tajam
Periode pasar sering terjadi saat nilai aset mengalami penurunan secara bertahap dalam jangka waktu yang lebih lama. Situasi ini disebut pasar beruang, yang biasanya berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Pada periode pasar ini, kepercayaan investor menurun dan suasana pasar menjadi pesimis secara umum — ini adalah bagian normal dari siklus pasar, yang berdasarkan data historis menunjukkan bahwa pasar yang berkembang seperti S&P 500 dan Bitcoin selalu pulih dari situasi ini.
Memahami Esensi Pasar Beruang
Pasar beruang terdiri dari perubahan harga jangka panjang, bukan volatilitas jangka pendek. Berbeda dengan penurunan harian yang sederhana, pasar beruang mencerminkan masalah ekonomi yang lebih dalam — bisa meliputi penurunan laba perusahaan, meningkatnya tingkat pengangguran, dan krisis kepercayaan investor secara umum.
Dalam komunitas trading, ada ungkapan populer: “Naik tangga, turun lift.” Ini menggambarkan dinamika yang berlaku saat pasar beruang. Ketika harga mulai turun, muncul tekanan jual yang cepat. Trader takut mengalami kerugian, yang lain ingin mengamankan keuntungan, dan ini memicu efek domino — satu penjual keluar dari pasar mendorong penjualan berikutnya. Jika pasar juga dipengaruhi leverage, likuidasi besar-besaran dapat mempercepat penurunan, menciptakan penjualan massal yang murah.
Apa yang Mendorong Pasar Beruang
Guncangan ekonomi biasanya menjadi pemicu utama pasar beruang. Misalnya, krisis keuangan 2008 disebabkan oleh gelembung properti dan kelalaian dalam kebijakan pinjaman. Ketidakpastian geopolitik, perang, dan sengketa perdagangan juga dapat mengarahkan investor ke aset yang lebih aman, seperti obligasi dan kas.
Kenaikan suku bunga, seperti yang terjadi pada 2022, membuat biaya pinjaman menjadi lebih mahal dan memperburuk prospek ekonomi. Krisis tak terduga — misalnya pandemi COVID-19 pada 2020 — dapat memicu kepanikan dan menurunkan harga. Seringkali, penyebab pasar beruang adalah kombinasi dari beberapa faktor yang bersama-sama melemahkan kestabilan pasar.
Perbedaan Utama Antara Pasar Beruang dan Pasar Bull
Pada pasar bull, harga bergerak naik, sedangkan di pasar beruang, harga bergerak turun. Namun, perbedaan penting terletak pada adanya periode konsolidasi — di pasar beruang, sering terjadi periode panjang di mana harga bergerak datar atau dalam rentang tertentu, volatilitas rendah, dan aktivitas perdagangan menurun. Perilaku ini umum di pasar beruang karena tren penurunan tidak menawarkan peluang menarik bagi sebagian besar investor.
Melihat Contoh Sejarah Pasar Beruang
Bitcoin selama keberadaannya umumnya berada dalam tren naik dan merupakan salah satu aset terbaik dalam sejarah pasar keuangan. Namun, bahkan BTC pernah mengalami beberapa periode pasar beruang yang ekstrem.
Pada Desember 2017, Bitcoin mencapai sekitar 20.000 dolar, tetapi tahun-tahun berikutnya — 2018-2019 — menandai periode pasar beruang di mana harga turun lebih dari 84% dari puncaknya.
Pada 2020, penurunan lebih tajam lagi — lebih dari 70%, terutama di kuartal pertama saat pandemi virus corona melanda pasar. Ini juga menjadi kali terakhir Bitcoin diperdagangkan di bawah 5000 dolar.
Pada 2021, harga kembali naik dan mencapai sekitar 69.000 dolar. Kemudian, pada 2022, terjadi tiga kali lipat pasar beruang yang besar — penurunan lebih dari 77%, menurunkan harga ke bawah 15.600 dolar.
Strategi yang Mungkin Digunakan Saat Pasar Beruang
Mengelola pasar beruang membutuhkan disiplin dan perencanaan yang matang. Berikut beberapa pendekatan utama:
Mengurangi Posisi Risiko
Taktik paling sederhana adalah menjual aset selama pasar beruang dan beralih ke aset yang stabil seperti kas atau koin stabil. Jika tekanan penurunan harga menimbulkan ketidaknyamanan, itu bisa menjadi tanda bahwa posisi Anda terlalu besar.
Menunggu dan Menahan (Strategi HODL)
Kadang-kadang langkah terbaik adalah hanya menunggu. Secara historis, aset yang mapan seperti Bitcoin dan S&P 500 selalu mengungguli pasar beruang dan terus berkembang. Dengan horizon investasi jangka panjang (bertahun-tahun atau dekade), pasar beruang bukanlah sinyal untuk menjual.
Rata-rata Biaya Dolar (DCA)
Banyak yang melihat pasar beruang sebagai peluang beli jangka panjang, terutama untuk aset yang kuat. Investasi rutin tanpa memperhatikan harga saat ini memungkinkan membeli lebih banyak saat harga rendah. Misalnya: jika membeli 1 BTC seharga 100.000 dolar dan kemudian turun ke 80.000 dolar, Anda bisa membeli lagi di harga lebih rendah, sehingga rata-rata harga menjadi sekitar 90.000 dolar.
Menjual Secara Spekulatif dan Melindungi Posisi
Trader berpengalaman menggunakan periode pasar beruang untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan. Short selling memungkinkan mendapatkan keuntungan saat harga turun. Ini juga bisa digunakan sebagai lindung nilai — misalnya, jika Anda memegang 2 BTC di dompet kripto, Anda bisa membuka posisi short 2 BTC untuk mengurangi kerugian jika pasar terus turun.
Trading Melawan Tren (Risiko Tinggi)
Beberapa trader mencoba mengambil keuntungan dari rebound cepat dalam tren turun — disebut “rally pasar beruang” atau “pukulan kucing mati”. Ini adalah periode volatilitas tinggi di mana kenaikan jangka pendek tampak sebagai peluang jangka menengah. Namun, risikonya besar — trader bisa terjebak dalam posisi panjang saat pasar beruang berlanjut. Menangkap puncak saat pasar jatuh disebut sebagai strategi yang sangat berisiko.
Mengapa Disebut Pasar Beruang
Istilah “pasar beruang” terinspirasi dari beruang yang menekan dengan cakarnya ke bawah — simbol penurunan harga. Sebaliknya, pasar bull dikaitkan dengan banteng, yang mengangkat tanduknya ke atas. Istilah ini sudah digunakan sejak abad ke-19. Ada teori bahwa istilah “beruang” berasal dari masa lalu, saat trader menjual kontrak kulit beruang sebelum mereka benar-benar memilikinya — mirip dengan praktik short selling saat ini.
Ringkasan tentang Menghadapi Pasar Beruang
Pasar beruang adalah bagian umum dari siklus pasar, sering dipicu oleh ketidakpastian ekonomi, geopolitik, atau spekulasi. Meskipun membawa risiko dan ketidaknyamanan, mereka juga memiliki nilai edukatif dan peluang.
Dengan perencanaan dan disiplin, trader dapat menavigasi pasar beruang dan bahkan mendapatkan keuntungan. Banyak yang cukup menahan investasi mereka (HODL) atau beralih ke aset yang lebih aman seperti obligasi. Yang lain menerapkan rata-rata biaya dolar, yang sering berhasil dalam jangka panjang. Short selling dan trading melawan tren membutuhkan pengalaman dan keberanian, tetapi bisa sangat menguntungkan bagi trader berpengalaman.
Penting untuk dipahami bahwa pasar beruang bukanlah akhir, melainkan bagian dari perjalanan keuangan. Data historis secara jelas menunjukkan bahwa pasar, termasuk Bitcoin, selalu pulih dan terus berkembang.