Saham siklikal: Panduan investasi tahun 2026 dan hal yang perlu diketahui investor

Pada tahun 2025 terbukti bahwa saham siklikal adalah mekanisme penting dalam membangun kekayaan bagi mereka yang memahami sifatnya dengan benar. Banyak investor sering terjebak dalam mengejar saham pertumbuhan, tetapi melewatkan peluang besar untuk mengumpulkan keuntungan dari saham siklikal yang berputar mengikuti kondisi ekonomi selama pemulihan ekonomi global. Jika portofolio Anda belum memiliki saham siklikal, mungkin itu adalah tanda bahwa Anda melewatkan peluang.

Apa itu saham siklikal? Pemahaman dasar yang harus dimiliki investor

Saham siklikal atau Cyclical Stock adalah saham perusahaan yang pendapatan dan laba berubah sesuai dengan siklus ekonomi. Istilah “siklus” berasal dari karakteristik saham ini yang mengalami kenaikan dan penurunan laba serta harga secara berulang mengikuti perubahan permintaan dan penawaran.

Karakteristik khas dari saham siklikal adalah pergerakannya yang sangat terkait dengan kondisi ekonomi secara umum. Ketika ekonomi kuat dan berkembang, laba perusahaan ini cenderung meningkat pesat, tetapi saat ekonomi melambat, laba tersebut bisa turun dengan cepat.

Siklus ekonomi dan saham siklikal: hubungan yang harus diketahui investor

Agar lebih memahami saham siklikal, mari lihat keempat tahap siklus ekonomi:

👉 Tahap Pemulihan (Recovery): Ekonomi mulai menunjukkan tanda-tanda ekspansi. Perusahaan saham siklikal mulai menerima pesanan baru dan permintaan barang meningkat. Laba awal meningkat, harga saham melonjak tajam.

👉 Tahap Puncak (Peak): Ekonomi berada di titik pertumbuhan tertinggi. Saham siklikal mencatat laba yang tinggi, tetapi sinyal harga saham mulai berhenti naik.

👉 Tahap Resesi (Recession): Ekonomi memasuki fase perlambatan. Permintaan menurun, perusahaan mulai mengurangi pengeluaran dan menghentikan investasi baru. Harga saham turun dengan cepat.

👉 Tahap Dasar (Trough): Ekonomi berada di kondisi terburuk. Laba perusahaan bisa menjadi kerugian. Ini adalah waktu yang tepat untuk membeli bagi investor yang memiliki pandangan jangka panjang.

Industri dengan saham siklikal yang jelas

Saham siklikal terdapat di berbagai industri, di mana permintaan berubah-ubah mengikuti siklus ekonomi:

Industri pelayaran dan pengangkutan laut: Bisnis pengangkutan barang global yang bergantung pada volume perdagangan internasional. Saat kemakmuran, permintaan pengangkutan meningkat; saat melambat, turun drastis.

Industri petrokimia dan penyulingan minyak: Harga minyak dan kebutuhan energi bergantung pada fluktuasi ekonomi.

Produk pertanian: Permintaan makanan dan bahan baku pertanian berubah sesuai daya beli konsumen.

Industri baja: Permintaan baja tergantung pada jumlah proyek konstruksi dan produksi.

6 saham siklikal terbaik tahun 2025 dan berlanjut ke 2026

1. Nvidia (NVDA) - Pemimpin industri chip AI

Nvidia menunjukkan performa luar biasa sepanjang 2025, didorong oleh permintaan chip AI yang tak berhenti. Perusahaan menguasai pasar chip AI lebih dari 80%, sehingga laba tumbuh sekitar 35%. Rasio P/E sekitar 40, PEG Ratio sekitar 1.2, menyeimbangkan nilai dan potensi. Nvidia memiliki kas lebih dari 20 miliar dolar dan utang hampir nol, memberikan stabilitas. Untuk 2026, investasi di bidang AI diperkirakan tetap menjadi fokus utama.

2. Caterpillar (CAT) - Raksasa alat berat konstruksi

Caterpillar mendapat manfaat penuh dari rencana investasi infrastruktur global, terutama dari Infrastructure Bill senilai 1,2 triliun dolar. Pada 2025, pendapatan tumbuh 8-10% dari pasar Asia dan Amerika Selatan. P/E hanya 15, dan Backlog (pesanan kerja) mencapai 30 miliar dolar. CAT sangat stabil, telah membayar dividen selama lebih dari 25 tahun, mendukung pendapatan investor.

3. JPMorgan Chase (JPM) - Bank raksasa AS

JPMorgan mendapat manfaat dari penurunan suku bunga di akhir 2025, sementara Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunga lagi 3-4 kali di 2026. Hal ini mendorong pertumbuhan pinjaman bisnis dan laba sekitar 11%. Rasio Price-to-Book sekitar 1.8, dengan ROE 16% dan CET1 Ratio 14.5%, bank ini dinilai lebih rendah secara valuasi dan memiliki kekuatan modal yang tinggi.

4. ArcelorMittal (MT) - Produsen baja global

ArcelorMittal mencapai hasil yang sangat baik di 2025, dengan kembalinya produksi dan konstruksi. Harga baja naik 15-20% mengikuti investasi infrastruktur global. P/E sangat rendah, hanya 5, dan Free Cash Flow Yield mencapai 15%, memungkinkan buyback saham dan pembayaran dividen yang stabil. Perusahaan juga berinvestasi dalam baja bersih untuk mengurangi emisi CO2 sesuai tren ESG.

5. LVMH (LVMUY) - Kerajaan barang mewah global

LVMH, yang mengakuisisi lebih dari 75 merek seperti Louis Vuitton dan Dior, mencatat performa luar biasa sepanjang 2025. Pembeli kaya tetap aktif meskipun ekonomi melambat, dan pemulihan ekonomi China meningkatkan penjualan barang mewah. Margin laba kotor mencapai 65%, jauh di atas rata-rata industri. Bernard Arnault, pendiri, memegang lebih dari 40% saham, menunjukkan kepercayaan tinggi.

6. Lennar Corporation (LEN) - Perusahaan pembangunan rumah AS

Lennar mendapat manfaat dari penurunan suku bunga pinjaman rumah di bawah 5.5% di 2025. Peningkatan usia pembeli rumah dan generasi Millennials yang memasuki usia beli rumah pertama meningkatkan permintaan rumah baru. P/E hanya 10, di bawah rata-rata industri, dan cadangan tanah lebih dari 300.000 hektar. Dengan margin laba 21% dan efisiensi konstruksi 15% lebih baik dari kompetitor, Lennar menjadi pilihan menarik.

Industri saham siklikal lain yang harus diikuti di 2026

Industri semikonduktor: Setelah 2025, saham seperti ASML Holding, MediaTek, SK Hynix, dan Qualcomm tetap menunjukkan pertumbuhan tinggi. Diperkirakan pasar semikonduktor akan tumbuh 15% di 2026 karena investasi AI dan restrukturisasi rantai pasokan.

Industri otomotif: Saham seperti Volkswagen, Hyundai, BMW, dan BYD mendapat manfaat dari siklus pembelian mobil baru. Penjualan mobil global diperkirakan naik 8% di 2026.

Kelompok bank: Selain JPMorgan, Goldman Sachs dan Bank of America diperkirakan akan tumbuh selama pemulihan ekonomi karena penurunan suku bunga dan ekspansi kredit.

Risiko dan karakteristik investasi di saham siklikal

Karakteristik utama saham siklikal yang harus dipahami

Volatilitas tinggi: Harga saham siklikal sering sangat fluktuatif dalam waktu singkat, menciptakan peluang keuntungan besar bagi yang mahir, tetapi juga risiko tinggi.

Terkait langsung dengan kondisi ekonomi: Harga saham ini sangat bergantung pada kondisi ekonomi. Saat ekonomi kuat, harga naik; saat melambat, turun cepat.

Faktor risiko eksternal: Kebijakan pemerintah, situasi keuangan global, perubahan nilai tukar, atau krisis dunia lain dapat berdampak besar pada harga.

Keuntungan investasi di saham siklikal

Potensi keuntungan tinggi: Volatilitas harga yang besar memberi peluang cepat meraih keuntungan.

Mampu membaca siklus ekonomi: Investor yang paham siklus dapat memprediksi tren dan membeli di waktu yang tepat.

Diversifikasi portofolio: Menggabungkan saham siklikal dengan jenis saham lain membantu menciptakan portofolio yang seimbang dan mengurangi risiko.

Kerugian investasi di saham siklikal

Risiko tinggi karena volatilitas: Investor yang tidak tahan risiko bisa mengalami kerugian dalam waktu singkat.

Memerlukan analisis mendalam: Investasi ini membutuhkan pemahaman ekonomi dan analisis keuangan yang mendalam.

Risiko faktor eksternal: Situasi global tak terduga seperti masalah lingkungan, kebijakan perdagangan, atau krisis lain dapat berdampak besar.

Tidak cocok untuk investasi jangka panjang: Saham siklikal cenderung tidak stabil dalam jangka panjang karena fluktuasi yang tinggi.

Perbedaan antara saham siklikal dan saham defensif (Non-cyclical Stock)

Saham defensif atau saham non-siklikal adalah kebalikan dari saham siklikal. Perusahaan ini memproduksi barang dan jasa yang permintaannya tetap stabil bahkan saat ekonomi melambat.

Contoh saham defensif:

  • Coca-Cola: Minuman yang tetap diminati meskipun ekonomi lesu.
  • Johnson & Johnson (JNJ): Layanan kesehatan dan obat-obatan esensial.
  • Tesco: Toko bahan makanan yang menyediakan kebutuhan pokok.
  • NextEra Energy: Utilitas energi yang permintaannya stabil.

Sementara saham siklikal menawarkan peluang keuntungan tinggi, saham defensif memberikan kestabilan dan keamanan investasi jangka panjang. Investor cerdas biasanya menggabungkan keduanya untuk mendapatkan keseimbangan.

Kesimpulan: Investasi di saham siklikal harus memahami ekonomi nyata

Investasi di saham siklikal bukan untuk pemula umum. Dibutuhkan pengetahuan mendalam tentang siklus ekonomi, analisis pasar, dan pengelolaan risiko.

Investor sukses adalah mereka yang memahami hubungan antara bisnis, musim, dan faktor permintaan-penawaran. Dengan mempelajari dasar-dasar bisnis dan kaitannya dengan kondisi ekonomi, mereka dapat merencanakan waktu beli dan jual secara tepat serta mengurangi risiko ketidaktahuan.

Di tahun 2026 ini, jika ekonomi global terus pulih, saham siklikal tetap memiliki potensi besar. Ini adalah peluang terbaik bagi investor yang ingin belajar dan memahami siklus ekonomi secara mendalam.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)