Apa Penyebab Penurunan Pasar Crypto di November 2025: Melihat Lebih Dalam Mengapa Pasar Crypto Turun

Pada November 2025, pasar cryptocurrency mengalami penurunan tajam yang mengejutkan banyak investor. Kapitalisasi pasar aset digital menyusut hampir 3% dalam satu hari, dengan Bitcoin dan Ethereum keduanya turun lebih dari 10%. Lebih signifikan lagi, likuidasi besar-besaran mencapai total 400 juta dolar dalam 24 jam menggambarkan adanya capitulation di seluruh industri. Tetapi memahami mengapa crypto turun memerlukan melihat lebih dari sekadar headline dan memeriksa faktor-faktor saling terkait yang memicu penjualan ini.

Perubahan Kebijakan Fed: Mengapa Crypto Turun Dimulai dari Sinyal Bank Sentral

Katalis utama mengapa pasar crypto berbalik menjadi bearish berasal dari perubahan sikap Federal Reserve AS terhadap suku bunga. Setelah memotong suku bunga sebesar 25 basis poin pada Oktober, Ketua Fed Jerome Powell menyatakan bahwa kemungkinan pemotongan suku bunga lagi di Desember sangat kecil—berbeda dari ekspektasi pasar. Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan nada hawkish ini, memperingatkan bahwa kebijakan restriktif yang ada telah memperlambat pertumbuhan ekonomi, meninggalkan sedikit ruang untuk pelonggaran lebih lanjut.

Pembalikan kebijakan ini langsung memicu reaksi pasar. Alat FedWatch menunjukkan pergeseran ini, dengan probabilitas pemotongan suku bunga di Desember turun menjadi 69,3%, dari ekspektasi konsensus sebelumnya. Bagi pasar cryptocurrency, perkembangan ini menimbulkan tantangan tersendiri: kebijakan moneter yang lebih ketat secara tradisional memperkuat dolar AS dan mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Saat modal berputar ke instrumen yang lebih aman dan berbasis dolar, alasan mengapa crypto mengalami tekanan jual menjadi sangat jelas.

Kapital Keluar dari Produk Keuangan Bitcoin Memperparah Penurunan

Menambah tekanan signifikan mengapa pasar crypto menurun adalah arus keluar dari produk ETF Bitcoin. Data menunjukkan bahwa ETF Bitcoin spot AS mengalami penarikan bersih sebesar 1,15 miliar dolar selama minggu sebelum penurunan besar terjadi. Pengeluaran ini tidak tersebar secara acak—penarikan terbesar berasal dari dana yang dikelola oleh raksasa institusional seperti BlackRock, ARK Invest, dan Fidelity.

Pengeluaran modal ini menandakan pergeseran posisi institusional. Alih-alih melihat kelemahan pasar sebagai peluang membeli, investor besar memilih mengurangi eksposur terhadap produk keuangan terkait Bitcoin. Penarikan institusional ini menunjukkan mengapa cryptocurrency sedang kesulitan: ketika angin makro berhembus keras, bahkan pemain pasar terbesar pun lebih memilih menjaga modal daripada mencari pertumbuhan.

Rangkaian Likuidasi: Bagaimana Break Teknikal Memperbesar Kerugian

Mungkin faktor paling dramatis yang menjelaskan mengapa pasar crypto ambruk adalah gelombang likuidasi paksa yang dipicu oleh break harga teknikal. Ketika Bitcoin turun di bawah 107.500 dolar, terjadi longs leveraged yang dipaksa ditutup secara massal. Dalam satu hari, lebih dari 162.000 trader dilikuidasi di berbagai bursa utama.

Hanya Bitcoin yang mengalami likuidasi longs sebesar 74,6 juta dolar, sementara Ethereum menyumbang 85,6 juta dolar lagi. Rangkaian likuidasi ini menciptakan loop umpan balik yang memperkuat: saat posisi ditutup, order jual memenuhi pasar, menekan harga lebih rendah dan memicu panggilan margin tambahan. Analis memperingatkan bahwa jika Bitcoin menembus di bawah 106.000 dolar, kemungkinan likuidasi lain sebesar 6 miliar dolar bisa terjadi—yang membuat trader berhati-hati dan memperbesar tekanan jual sepanjang sesi.

Altcoin Menanggung Beban Terberat: Mengapa Pasar Lebih Luas Lebih Tertekan

Periode ini menunjukkan dinamika pasar “risk-off” klasik, menjelaskan mengapa altcoin mengalami kerugian yang lebih besar secara proporsional dibanding Bitcoin. 50 altcoin teratas turun hampir 4% dalam jendela 24 jam yang sama, sementara dominasi pasar Bitcoin meningkat ke 60,15%, mencerminkan aliran modal ke cryptocurrency terbesar dan paling likuid.

Ethereum, platform kontrak pintar terkemuka, turun 4,4% ke 3.734 dolar. XRP mengalami penurunan 3,38%, dan BNB turun 4,8% ke 1.039 dolar. Namun, yang paling tertekan adalah token yang lebih spekulatif—Uniswap kehilangan 9%, sementara Dogecoin anjlok 6,9%. Perbedaan performa ini menunjukkan mengapa pasar crypto membedakan selama masa ketidakpastian: investor meninggalkan aset berkapitalisasi kecil dan lebih volatil demi alternatif yang dianggap lebih aman, bahkan di dalam ruang crypto sendiri.

Memahami Mekanisme Mengapa Crypto Turun

Penurunan November 2025 menunjukkan bagaimana pergeseran makroekonomi, posisi institusional, level teknikal, dan psikologi pasar saling terkait untuk menciptakan penjualan tajam di pasar cryptocurrency. Sinyal kebijakan Fed menghapus salah satu dukungan utama untuk aset berisiko, keluarnya modal institusional menandakan melemahnya keyakinan, break teknikal memicu rangkaian likuidasi, dan ketakutan mendorong rotasi ke dominasi Bitcoin. Elemen-elemen ini bersatu menjawab mengapa crypto turun hari itu—dan pelajaran ini mengingatkan bahwa pasar cryptocurrency tetap sensitif terhadap kondisi keuangan tradisional maupun dinamika on-chain.

BTC4,53%
ETH3,05%
XRP2,35%
BNB3,48%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan