Apakah krisis ekonomi semakin dekat?


🔥 Satu tong minyak mentah, sedang membom secara diam-diam Asia Timur
Riak dari Selat Hormuz telah menyentuh garis pantai Asia Timur.
Konflik Timur Tengah berkobar hebat, tagihan dikirim ke Tokyo, Seoul, Beijing——
Ketiga tempat ini memiliki satu kesamaan: sangat bergantung pada impor energi, tidak memproduksi minyak sama sekali, namun harus menghidupi kluster manufaktur terpadat di dunia~
Setiap kenaikan dolar harga minyak, rekening perdagangan Asia Timur menjadi lebih buruk.
Reaksi berantai sudah dalam perjalanan:
Biaya impor energi melonjak → Defisit perdagangan melebar → Mata uang lokal tertekan melemah → Inflasi input kembali dengan kekuatan penuh → Bank sentral dalam dilema → Risiko aliran modal keluar mulai mendesak
Jepang baru saja mengumumkan penjualan aset luar negeri terbesar dalam dekade terakhir, nilai tukar won Korea, yen Jepang sudah berjalan di atas es tipis, yuan juga secara diam-diam menanggung tekanan eksternal.
Masalahnya adalah waktu——
Semua ini bertabrakan dengan probabilitas resesi global mencapai rekor tertinggi, imbal hasil utang AS melonjak, dan ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve menyala kembali dalam jendela waktu yang sama.
Ekonomi Asia Timur sebenarnya sedang menunggu siklus pelonggaran untuk bernafas sejenak
Hasilnya Timur Tengah melewatkan, adalah satu tong minyak~
Risiko geopolitik tidak pernah hanya masalah Timur Tengah, harga minyak adalah tagihan bersama yang ditinggalkan globalisasi untuk setiap orang~
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan