Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sekuritas yang di-tokenisasi tetap menjadi subjek hukum sekuritas——Ketua SEC mengungkapkan kebijakan regulasi terbaru
Menurut laporan ChainCatcher, Ketua SEC Paul Atkins baru-baru ini tampil di podcast “All-In” dan membuat pernyataan penting mengenai hubungan antara industri kripto dan lingkungan regulasi. Ketua menjelaskan secara rinci potensi teknologi distributed ledger (DLT) dan pemikirannya tentang regulasi yang menyertainya.
Makna inovatif DLT — Menuju pembayaran T+0
Menurut Ketua Paul Atkins, DLT adalah teknologi yang membawa banyak kemungkinan bagi pasar keuangan. Yang paling menarik adalah kemampuannya untuk mewujudkan pembayaran T+0 (settlement pada hari yang sama). Proses penyelesaian yang sebelumnya memakan waktu beberapa hari kini dapat dilakukan hampir secara instan. Ini bukan sekadar efisiensi, tetapi juga membangun sistem keuangan baru berbasis aset digital di blockchain.
Namun, Ketua juga menunjukkan adanya tantangan. Masalah likuiditas dan peran konsep harga terbaik beli dan jual di pasar tradisional, serta bagaimana fungsi ini akan berjalan di sistem baru, adalah isu yang harus dihadapi secara serius oleh regulator.
Esensi aset tetap penting — Tokenisasi dan hubungan dengan hukum sekuritas
Ketua menegaskan kebijakan dasar SEC: “Selama suatu aset secara esensial merupakan sekuritas, meskipun telah ditokenisasi, tetap merupakan sekuritas dan tunduk pada hukum sekuritas federal.” Artinya, perubahan bentuk teknologi tidak akan mengubah sifat hukum dari aset tersebut.
Selain itu, Atkins juga menyinggung fleksibilitas regulator. Dalam munculnya teknologi baru, regulator memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa aturan yang ada benar-benar dapat menyesuaikan diri. Saat tujuan transaksi dan metode pembayaran berubah, SEC sedang melakukan penyesuaian yang diperlukan.
Peninjauan ulang aturan regulasi — Penguatan kolaborasi SEC dan CFTC
Saat ini, fokus utama SEC adalah meninjau dan memperbarui aturan regulasi satu per satu agar dapat mengakomodasi perkembangan teknologi baru. Yang menarik adalah, dalam proses ini, SEC secara aktif berkoordinasi dengan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).
Secara spesifik, sekuritas yang telah ditokenisasi berada di bawah kerangka regulasi SEC. Sementara itu, mata uang digital, token digital, alat digital, atau koleksi digital yang bukan sekuritas berada di bawah yurisdiksi CFTC. Kolaborasi ini menunjukkan adanya pembentukan kebijakan regulasi yang jelas dan konsisten di industri.
Pernyataan Ketua menunjukkan bahwa SEC mengakui nilai teknologi DLT, tetapi tetap menekankan pentingnya menjaga kerangka hukum yang ada secara seimbang.