Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Dana Kebijakan AI Senilai 1 Miliar Dolar yang Lahir dari Shiba Inu——Vitalik Buterin Mengungkapkan Nasib 'Donasi yang Tidak Disengaja'
Valery Vitalik Buterin mengungkapkan kisah filantropi yang paling tak terduga di dunia aset kripto. Ia menceritakan tentang situasi kompleks di mana token Shiba Inu yang tidak pernah direncanakan sebelumnya pada tahun 2021 kini telah menghasilkan aset lebih dari satu miliar dolar dan berubah menjadi dana perang kebijakan AI yang berbeda dari niat aslinya. Perubahan tak terduga ini bukan sekadar cerita tentang kegiatan amal, melainkan juga melambangkan konflik serius dalam strategi keamanan AI.
Dari Meme Coin ke Lebih dari 1 Miliar Dolar — Lonjakan Tak Terduga Nilai Shiba Inu
Kisah ini dimulai pada tahun 2021. Para pencipta Shiba Inu tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Vitalik Buterin mengirimkan sejumlah besar token SHIB ke dompetnya. Tujuan mereka sangat sederhana. Mereka mencantumkan dalam materi pemasaran bahwa “Vitalik memiliki setengah pasokan kami,” dan memanfaatkan hubungan ini untuk menargetkan token berikutnya setelah Dogecoin.
Sebagai takdir meme coin, nilai token ini dengan cepat membengkak karena ledakan spekulasi. Nilai buku melebihi satu miliar dolar, dan keuntungan yang belum direalisasikan mencapai tingkat yang bahkan tidak diprediksi oleh Buterin sendiri. Ia sama sekali tidak menginginkan aset semacam ini. Sebaliknya, ia ingin segera menjual beban berat ini.
Beban Vitalik — Angka 78 Digit dan Panggilan ke Ibu Tiri
Pada 13 Maret 2026, Buterin memposting di X tentang proses likuidasi asetnya sebelum gelembung meletus. Di situ terungkap detail yang sangat unik dan tak terduga.
Ia menelepon ibu tiri di Kanada dan memintanya masuk ke lemari pakaiannya. Kemudian, ia meminta dia membaca angka 78 digit dari selembar kertas di dalam ranselnya. Angka ini akan ditambahkan ke angka 78 digit lain yang tertulis di kertas berbeda dalam ranselnya. Metode kuno ini — pengelolaan rahasia melalui kertas tulisan tangan di dunia aset digital — menunjukkan tingkat kesadaran keamanan yang tinggi.
Setelah itu, Buterin menukarkan sebagian besar token SHIB yang dimilikinya ke ETH. Ia juga melakukan kegiatan sosial aktif, seperti menyumbangkan 50 juta dolar ke GiveWell. Namun, karena masih memegang sejumlah besar token SHIB, ia memutuskan untuk membagi sisa aset secara strategis.
Diversifikasi Amal — 50 Juta Dolar dan ‘Dua Jalan’
Setengah dari aset tersisa disumbangkan ke CryptoRelief. Sebagian dana digunakan untuk pembangunan infrastruktur medis di India, dan sebagian lagi untuk mendukung inisiatif penelitian Buterin sendiri, Balvi.
Setengah lainnya disumbangkan ke Future of Life Institute (FLI). Organisasi riset terkemuka ini fokus pada risiko keberadaan terkait AI, bioteknologi, dan senjata nuklir. Awalnya, organisasi ini menawarkan peta jalan risiko keberadaan yang luas, termasuk upaya “promosi perdamaian dan epistemologi,” kepada Buterin.
Menganggap likuiditas token SHIB yang tipis, Buterin memperkirakan FLI akan mencairkan sekitar 10 hingga 25 juta dolar dalam bentuk tunai. Namun kenyataannya jauh melampaui prediksi tersebut. FLI berhasil mencairkan sekitar 500 juta dolar. CryptoRelief juga, menurut Buterin, melakukan exit setara dari setengah kepemilikannya.
Perubahan Strategi FLI — Dari ‘Promosi Perdamaian’ ke ‘Tindakan Politik’
Di sinilah kisah berbalik secara mendadak. Inti pernyataan yang diposting Buterin pada 13 Maret 2026 adalah bahwa FLI telah mengalami ‘transformasi internal, dan pendekatan awalnya yang berfokus pada perdamaian dan epistemologi telah bergeser secara signifikan, mulai menitikberatkan pada tindakan budaya dan politik.’
Alasan FLI cukup sederhana. Karena perkembangan AI umum (AGI) yang pesat, organisasi ini merasa perlu bergerak lebih aktif untuk melawan anggaran lobi besar dari perusahaan AI besar. Namun, Buterin khawatir bahwa perubahan strategi ini menyimpang dari niat awalnya.
Ia secara tegas menyatakan, “Kekhawatiran saya adalah bahwa kolaborasi politik besar-besaran yang dilakukan bersama dengan dana besar ini dapat menghasilkan konsekuensi tak terduga, menimbulkan reaksi balik, dan, berbeda dari niat awal, menyelesaikan masalah secara otoriter dan rapuh.”
Krisis Konsentrasi Kekuasaan — Peringatan Buterin tentang ‘Pendekatan yang Berbalik’
Kekhawatiran Buterin berkembang menjadi kritik yang lebih spesifik. Sebagai contoh, ia menyoroti pendekatan biosafety FLI.
Strategi utama organisasi ini adalah memasang pengaman (guardrails) pada model AI dan perangkat biosintesis agar tidak menghasilkan output berbahaya. Tetapi Buterin menyebut ini ‘sangat rapuh,’ dan menunjukkan bahwa melalui jailbreak, fine-tuning, dan berbagai metode penghindaran lainnya, batasan ini mudah dilanggar.
Ia memperingatkan bahwa logika pendekatan ini bisa berujung pada jalan yang sama. “Melarang AI sumber terbuka,” “mendukung satu perusahaan unggul untuk menguasai dunia dan mencegah yang lain mencapai level yang sama,” adalah strategi yang cenderung membatasi kompetisi dan memusatkan kekuasaan.
Ia memperingatkan, “Pendekatan seperti ini sangat rentan gagal dan akan membuat dunia menjadi musuh semua pihak.”
Masalah Struktural Strategi Prioritas Regulasi — ‘Jalan Keluar’ dari Pengecualian Keamanan Nasional
Buterin juga menyoroti masalah struktural dalam strategi prioritas regulasi. Ketika pemerintah membatasi teknologi berbahaya, badan keamanan nasional seringkali secara tak terhindarkan mendapatkan pengecualian, dan seringkali badan ini sendiri menjadi sumber risiko.
Sebagai contoh, ia menyebut ‘program bocornya lembaga pemerintah,’ menekankan bahwa meskipun regulasi membatasi perusahaan swasta, risiko tetap ada karena keberadaan backdoor di lembaga pemerintah. Artinya, strategi prioritas regulasi tidak hanya membatasi AI perusahaan, tetapi juga secara tidak langsung memusatkan kekuasaan di tangan pemerintah, yang berpotensi menjadi sumber risiko baru.
Penilaian terhadap ‘Deklarasi AI Berpusat Manusia’ — Bukan Sepenuhnya Kekhawatiran
Namun, Buterin tidak menolak seluruh inisiatif FLI. Ia menyatakan ‘terinspirasi’ oleh upaya terbaru organisasi ini, terutama ‘Deklarasi AI Berpusat Manusia.’ Ia memuji bahwa dokumen ini ‘menggabungkan konservatif, progresif, libertarian, Amerika, Eropa, dan China,’ dan menilai positif terbentuknya kerangka bersama yang melampaui ideologi.
Ia juga menyebutkan bahwa FLI sedang meneliti cara menghindari konsentrasi kekuasaan melalui AI, dan menunjukkan pandangan yang cukup positif terhadap hal ini.
‘Berulang Kali’ — Dari Diam ke Publikasi
Namun, pesan utama tetap jelas. Donasi dari Shiba Inu yang awalnya tidak pernah direncanakan dan yang dipercaya Buterin sebagai bagian dari pendekatannya, kini telah mengalir ke organisasi yang berbalik dari niat awalnya, dan bahkan menginvestasikan miliaran dolar dengan cara yang membuatnya tidak nyaman.
Yang menarik, Buterin mengungkapkan bahwa sebelum mempublikasikan kekhawatirannya di X, ia telah secara langsung menyampaikan kekhawatiran tersebut kepada FLI ‘berulang kali.’ Artinya, ia telah berupaya secara bertahap dan jujur untuk berdialog. Tetapi, tetap memilih untuk mengeluarkan pernyataan publik, menunjukkan bahwa kekhawatiran tersebut sangat serius.
FLI belum merilis pernyataan resmi kepada CoinDesk mengenai jumlah donasi dan kekhawatiran terkait keamanan AI.
Kekacauan Pasar dan Masalah Struktural Regulasi — Ketegangan Iran dan AS yang Mengindikasikan Sesuatu
Menariknya, di waktu yang sama, peristiwa lain memperkuat pesan ini. Pada pertengahan Maret 2026, ketegangan antara AS dan Iran meningkat tajam, mengguncang pasar aset kripto.
Setelah Donald Trump mengklaim bahwa ia memerintahkan penghentian serangan terhadap fasilitas nuklir Iran selama lima hari, harga Bitcoin melonjak dari sekitar 67.500 dolar ke lebih dari 71.200 dolar. Tetapi, ketika Iran membantah komunikasi tersebut, segera terjadi aksi ambil keuntungan.
Dalam empat jam lonjakan ini, Bitcoin, Ethereum, dan kontrak minyak tokenisasi yang dipimpin oleh leverage menghasilkan lebih dari 400 juta dolar. Ini menunjukkan betapa pasar derivatif dapat mengubah fluktuasi harga kecil menjadi kerugian besar bagi trader yang menggunakan leverage.
Volatilitas ini mencerminkan bahaya dari sistem algoritmik dan konsentrasi kekuasaan, yang juga menjadi peringatan bagi kekhawatiran Buterin tentang regulasi AI dan konsentrasi kekuasaan. Dependensi pada sistem terpusat yang tidak terpercaya sangat rentan terhadap guncangan eksternal tak terduga.
Dari Amal ke Perang Kebijakan — Warisan Tak Terduga Shiba Inu
Akhirnya, peristiwa filantropi bernilai miliaran dolar yang berasal dari ‘meme coin yang tidak dianggap serius’ ini bukan sekadar kisah indah, melainkan juga simbol konflik mendalam dalam strategi keamanan AI modern.
Aset tak terduga ini mengalir ke arah yang tidak diinginkan dan menghasilkan konsekuensi yang tidak diharapkan — mungkin ini adalah ‘efek kupu-kupu’ di era aset digital. Angka 78 digit yang dibaca Buterin kepada ibu tiri bukan sekadar kunci keamanan, melainkan juga simbol kekhawatiran terhadap arus yang tak terkendali.
Shiba Inu menunjukkan bahwa konsentrasi kekuasaan, hasil yang tak diinginkan, dan bahwa ‘regulasi yang benar’ tidak selalu menjadi solusi terbaik — semua ini mencerminkan kenyataan kompleks masyarakat modern.