Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Menelusuri Negara-Negara di Dunia dengan Usia Pensiun Termuda
Meskipun usia pensiun di 65 tahun atau bahkan lebih awal tetap menjadi impian bagi banyak orang, lanskap global sedang berubah. Di sebagian besar negara maju, usia pensiun meningkat seiring bertambahnya usia populasi dan tekanan pada sistem pensiun yang semakin besar. Namun, masih ada bagian dunia yang menawarkan peluang pensiun yang sangat dini. Memahami negara mana saja yang memiliki usia pensiun termuda—dan bagaimana sistem pensiun mereka bekerja—dapat memberikan perspektif berharga tentang praktik pensiun global dan apa yang membuat pensiun dini menjadi mungkin.
Pendekatan yang diambil negara-negara ini menunjukkan dua model utama sistem pensiun: skema kontribusi pasti (defined contribution plans), di mana pekerja membayar persentase penghasilan yang didistribusikan berdasarkan tahun kerja dan usia, dan skema manfaat pasti (defined benefit plans), yang menjamin tingkat manfaat tertentu untuk semua pensiunan. Beberapa negara mulai secara bertahap menaikkan usia pensiun, mengantisipasi perubahan demografis di masa depan.
Pemimpin Asia dalam Peluang Pensiun Dini
Indonesia menonjol dengan beberapa opsi pensiun paling mudah diakses di dunia. Baik pria maupun wanita saat ini dapat pensiun pada usia 57 tahun, meskipun negara ini secara bertahap menaikkan batas usia tersebut. Usia akan mencapai 58 tahun pada 2024, kemudian meningkat setiap tiga tahun hingga mencapai 65 tahun pada 2043. Pekerja di sektor swasta Indonesia berkontribusi pada Employees’ Pension Scheme (Skema Pensiun Karyawan) yang dikelola negara dan dapat memilih pembayaran sekaligus (lump sum) atau pembayaran bertahap saat pensiun.
India menunjukkan gambaran yang kompleks di mana usia pensiun sangat bervariasi tergantung sektor pekerjaan dan gender. Pekerja pemerintah di sebagian besar negara bagian pensiun sekitar usia 60, meskipun Kerala melakukan penyesuaian sekitar 2020 untuk menyamakan tingkatnya. Pegawai pemerintah pusat di India dapat pensiun pada usia 60, sementara sektor lain beroperasi dalam rentang 58-60. Struktur pensiun ganda (dual pension structure) di India mencakup program kontribusi karyawan (Provident Fund) dan dana yang dikelola pemberi kerja, meskipun cakupannya hanya sekitar 12% dari tenaga kerja—terutama pegawai pemerintah dan mereka di perusahaan dengan 20+ karyawan. Pekerja membutuhkan 10 tahun kontribusi untuk mengakses Employees’ Pension Scheme (Skema Pensiun Karyawan) pada usia 55, atau 58 melalui Provident Fund (Dana Provident).
China mempertahankan kategori usia pensiun yang berbeda-beda berdasarkan gender dan jenis pekerjaan, dengan usia pensiun termuda di dunia. Pria pensiun di usia 60 di sebagian besar sektor, sementara wanita kantoran dapat pensiun di 55 dan wanita pekerja kasar di 50. Ketentuan yang sangat baik berlaku untuk pekerjaan yang membutuhkan fisik berat: wanita dapat pensiun di 45 dan pria di 55. Sistem pensiun dasar (basic pension system) memberi kredit 1% dari upah rata-rata per tahun yang tercakup, untuk pekerja dengan 15+ tahun kontribusi. Mereka yang mengikuti skema kontribusi pasti menyumbang 8% dari upah setiap tahun ke akun pribadi, dengan jumlah pensiun yang disesuaikan berdasarkan usia individu dan statistik harapan hidup nasional.
Kerangka Timur Tengah dan Eropa
Arab Saudi menawarkan ketentuan pensiun yang konsisten untuk kedua gender di usia 58, mencerminkan modernisasi partisipasi tenaga kerja. Pekerja harus berkontribusi minimal 120 bulan ke sistem pensiun wajib (mandatory public pension system) sebelum mendapatkan manfaat di usia 58, atau mengumpulkan 300 bulan kapan saja. Kebijakan terbaru meningkatkan pensiun minimum sebesar 20% pada 2023, menandakan komitmen terhadap dukungan yang memadai bagi pensiunan.
Rusia mempertahankan usia pensiun relatif awal, 60 untuk pria dan 55 untuk wanita, meskipun pemerintah berencana secara bertahap menaikkan batas ini menjadi 65 dan 60 masing-masing pada 2028 sebagai respons terhadap penuaan demografis. Namun, mereka yang memiliki riwayat kerja yang cukup lama masih dapat pensiun lebih awal: pria dengan 42+ tahun dan wanita dengan 37+ tahun dapat pensiun sebelum usia standar, meskipun mereka tidak dapat mengakses pensiun sampai mencapai usia wajib (mandatory public pension system). Semua pekerja berkontribusi ke jaminan sosial (social security) dan harus memiliki minimal delapan tahun kontribusi.
Turki saat ini mengizinkan pria pensiun di usia 60 dan wanita di 58, menjadikannya salah satu negara dengan struktur usia pensiun yang menarik. Namun, perubahan besar berlaku mulai 2023. Mereka yang terdaftar dalam asuransi sosial (social insurance) sebelum September 1999 kini dapat mengklaim pensiun setelah memenuhi persyaratan kontribusi tertentu—25 tahun untuk pria dan 20 tahun untuk wanita. Turki menerapkan kenaikan bertahap menuju usia 65 untuk kedua gender pada 2044, dengan perubahan yang lebih terencana dibandingkan kebijakan tahun 1999 (Turkey’s 1999 policy).
Amerika dan Perspektif Eropa Tambahan
Kolombia menawarkan usia pensiun yang berbeda—62 tahun untuk pria dan 57 untuk wanita—melalui dua sistem paralel: model bayar sesuai (pay-as-you-go) dan akun individu swasta (private individual accounts). Pekerja dapat beralih antar sistem setiap lima tahun hingga 10 tahun sebelum pensiun yang direncanakan, tetapi tidak dapat mengikuti keduanya sekaligus. Fleksibilitas ini menjadikan Kolombia berbeda dari negara-negara dengan kerangka usia pensiun termuda.
Afrika Selatan menetapkan usia pensiun di 60 tahun untuk semua warga melalui “older person’s grant” (tunjangan orang tua) yang berbasis penghasilan terbatas, tersedia bagi mereka yang berusia 60+ dengan pendapatan dan aset terbatas. Pendekatan ini melengkapi opsi pensiun swasta sukarela (voluntary private pension options) yang didanai oleh pemberi kerja dan karyawan.
Kosta Rika menetapkan usia pensiun di 65 untuk kedua gender, tetapi menawarkan manfaat proporsional bagi mereka dengan riwayat kontribusi yang lebih singkat. Pekerja membutuhkan 300 bulan (25 tahun) untuk pensiun penuh di usia 65, tetapi mereka yang memiliki 180-300 bulan (15-25 tahun) menerima manfaat yang dikurangi. Pensiun dari akun pribadi dan opsi kontribusi pasti sukarela (Defined contribution plans) memberikan perlindungan tambahan.
Austria mengizinkan pria pensiun di usia 65 dan wanita saat ini di 60, meskipun yang terakhir akan secara bertahap meningkat menjadi 65 pada 2033. Sistem pensiun manfaat pasti (Defined benefit plans) membutuhkan 180 bulan kontribusi dan menyediakan penyesuaian dasar penghasilan untuk pensiunan berpenghasilan rendah.
Pelajaran Utama untuk Perencanaan Pensiun Global
Contoh-contoh ini menunjukkan variasi besar dalam bagaimana negara-negara dengan struktur usia pensiun termuda menyeimbangkan dukungan pekerja dengan keberlanjutan fiskal. Di semua negara ini, prinsip yang konsisten muncul: pensiun dini (early retirement) hanya dapat dicapai melalui kontribusi yang berkelanjutan ke sistem pensiun formal (formal pension systems). Baik mengejar pensiun dini di negara-negara ini maupun di tempat lain, memulai kontribusi sejak dini dan memahami persyaratan spesifik negara pilihan—tahun kontribusi, masa vesting, dan perhitungan manfaat—adalah kunci untuk mencapai keamanan pensiun.