Belakangan ini saya memperhatikan fenomena pasar yang cukup menarik—meskipun kapitalisasi pasar stablecoin sudah mendekati 300 miliar dolar AS, laju pertumbuhannya hampir berhenti, sementara jalur RWA terus berkembang. Apa yang sebenarnya tercermin dari ini?



Pertama, mari kita lihat datanya. Hingga akhir bulan lalu, total kapitalisasi pasar stablecoin mencapai 298,56 miliar dolar AS, hampir tidak ada pertumbuhan dari bulan sebelumnya, volume transfer juga sedikit menurun, tetapi jumlah pemiliknya justru meningkat. Fenomena yang bertolak belakang ini cukup menarik untuk dipikirkan—pemilik baru mungkin lebih banyak adalah pengguna jangka panjang atau akun dengan aktivitas rendah, sementara kebutuhan pembayaran dan penyelesaian transaksi sebenarnya sedang menyusut. Sebaliknya, total kapitalisasi on-chain RWA sudah menembus 19,04 miliar dolar AS, dengan jumlah pemilik mendekati 600.000, menunjukkan daya dorong pertumbuhan yang jauh lebih kuat.

Mengapa bisa begitu? Saya rasa kuncinya terletak pada evolusi skenario aplikasi. Baru-baru ini saya melihat beberapa contoh yang sangat representatif: Ctrip versi internasional meluncurkan pembayaran stablecoin, pengguna di Vietnam bisa menghemat 18% saat membeli tiket pesawat dengan USDT, ini menunjukkan bahwa stablecoin memang memiliki nilai nyata di bidang konsumsi lintas batas. Bank Industrial and Commercial Bank of China cabang Singapura juga meluncurkan pilot pengisian ulang digital yuan di luar negeri, ini adalah percobaan baru dari mata uang digital bank sentral dan stablecoin dalam skenario pembayaran.

Yang lebih menarik lagi adalah aksi dari industri. ETHZilla, perusahaan treasury Ethereum, baru-baru ini menjual 24.000 ETH untuk menebus obligasi, sekaligus mengumumkan bahwa fokus bisnis mereka beralih ke tokenisasi RWA. Sinyal ini sangat jelas—pasar sedang beralih dari sekadar kepemilikan aset menuju penciptaan nilai. Pertumbuhan kapitalisasi stablecoin mungkin bukan lagi kekuatan pendorong utama, melainkan jalur seperti RWA yang memiliki prospek aplikasi lebih luas dan menarik perhatian modal.

Dari sisi regulasi juga semakin cepat. DPR AS sedang merancang perlindungan pajak untuk stablecoin, pemerintah Jepang berencana mendorong penerbitan obligasi daerah secara on-chain, Ghana juga telah mengesahkan undang-undang legalisasi perdagangan cryptocurrency dan berencana mengeksplorasi stablecoin emas. Langkah-langkah ini semuanya mengarah ke satu arah—stablecoin sedang bergerak dari pinggiran ekosistem kripto menuju inti sistem keuangan tradisional.

Pengamatan saya adalah, pertumbuhan kapitalisasi pasar stablecoin mungkin sudah memasuki masa stagnasi, tetapi ini bukanlah kemunduran, melainkan transformasi. Skenario aplikasi seperti pembayaran, remitansi lintas batas, tokenisasi aset secara bertahap mulai terealisasi, dan peran stablecoin beralih dari instrumen investasi menjadi infrastruktur. Sementara itu, jalur baru seperti tokenisasi RWA, pilot CBDC, obligasi on-chain mulai muncul dan menunjukkan potensi pertumbuhan di masa depan.

Yang patut diperhatikan ke depan adalah kapan skenario aplikasi baru ini benar-benar bisa berskala besar, dan seberapa cepat institusi keuangan tradisional akan menerima alat-alat baru ini. Ini mungkin lebih penting daripada sekadar melihat laju pertumbuhan kapitalisasi stablecoin untuk memahami arah pasar.
ETH0,75%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan