Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Minyak bumi adalah tokoh utama dalam perang ini sebenarnya.
Wakil dari "BTC OG Insider Whale" Garrett Jin mengeluarkan artikel panjang, dengan inti argumen hanya satu kalimat: minyak bukanlah produk sampingan dari perang antara AS dan Iran, melainkan kekuatan pendorong di balik perang itu sendiri. Pasar saham, obligasi, mata uang kripto, kebijakan Federal Reserve, harga makanan—semua ini adalah hasil hilir dari harga minyak. Memahami minyak adalah kunci untuk memahami seluruh pasar.
Penilaiannya lebih pesimis dan lebih spesifik daripada arus utama pasar.
Selat Hormuz telah ditutup lebih dari lima minggu, pasukan darat AS sedang berkumpul, tanpa jalur kemenangan yang jelas, tanpa tanda-tanda deeskalasi cepat. Perang ini telah melampaui ekspektasi "serangan udara bedah" dan berkembang menjadi perang konsumsi jangka panjang. Strategi Iran sejak awal bukanlah untuk menang, melainkan membuat perang cukup mahal, memaksa Washington secara aktif mencari jalan keluar.
Dan perang konsumsi jangka panjang ini justru menguntungkan kepentingan AS—harga minyak yang tinggi memaksa pembeli global beralih ke energi Amerika Utara, sekaligus merangsang peningkatan produksi domestik.
Kesimpulan Garrett Jin: pasar telah memberi harga pada perang, tetapi belum memberi harga pada keberlanjutan perang. Setiap penurunan harga minyak adalah peluang untuk membeli. Dengan pasukan darat yang terjebak dan tidak mampu meraih kemenangan cepat, harga minyak akan secara bertahap mempengaruhi suku bunga, nilai tukar, pasar saham, dan pasar kredit.
Data Polymarket mengonfirmasi ketidakpastian ini: probabilitas gencatan senjata sebelum akhir bulan ini hanya 18%, sebelum akhir Mei 34%, dan sebelum akhir Juni 46%.
Lebih dari separuh peluang mendukung perang yang berlanjut hingga setelah Juni.
Ini bukan fluktuasi jangka pendek, ini adalah awal dari penetapan ulang harga secara struktural.