Saya melihat paradoks menarik di pasar. Inflasi sepertinya sedang menurun, tetapi segera setelah itu harga energi mulai naik, dan seluruh tren positif ini mulai retak di pinggiran.



Inilah intinya: menurut data Jin10, lonjakan minyak dan gas menciptakan masalah nyata bagi The Fed. Tampaknya, kita bisa berpikir untuk menurunkan suku bunga, tetapi tidak — kenaikan harga energi mengusir ide itu dari kepala. Bank sentral harus lebih berhati-hati lagi karena krisis energi bisa dengan cepat memicu kembali inflasi.

Terjadi situasi seperti ini: di satu sisi, inflasi umum memang menurun, yang baik. Di sisi lain — kenaikan harga di sektor energi menciptakan tekanan konstan dan menyulitkan gambaran makroekonomi secara keseluruhan. The Fed terjebak dalam situasi sulit: tidak bisa terburu-buru melonggarkan kebijakan karena guncangan energi bisa kapan saja merusak sentimen pasar.

Akhirnya, ini berarti rencana untuk menurunkan suku bunga ditunda, dan proyeksi ekonomi tetap suram. Kenaikan harga energi adalah variabel yang bisa mengubah segalanya dalam beberapa bulan ke depan.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan