Belakangan ini banyak pemula bertanya tentang futures Bitcoin, dan saya rasa perlu untuk membahas topik ini dengan baik. Banyak orang awalnya tidak memahami perbedaan antara futures dan spot, sebenarnya perbedaan utama terletak pada Anda berinvestasi pada tren harga itu sendiri, bukan benar-benar memegang aset tersebut.



Futures Bitcoin memungkinkan Anda untuk mendapatkan keuntungan dua arah, tidak peduli pasar naik atau turun, ada peluang. Membeli posisi long sangat mudah dipahami, yaitu membeli kontrak untuk bertaruh harga akan naik; sedangkan short adalah kebalikannya, menjual kontrak dengan harapan harga akan turun. Fleksibilitas ini tidak bisa dilakukan dalam perdagangan spot.

Saat ini ada dua jenis kontrak utama, yaitu kontrak berjangka dengan tanggal kedaluwarsa tertentu dan kontrak perpetual tanpa konsep kedaluwarsa. Kontrak berjangka berdasarkan waktu kedaluwarsa dibagi menjadi empat kategori: minggu ini, minggu berikutnya, kuartal berjalan, dan kuartal berikutnya. Kontrak minggu ini akan diselesaikan pada hari Jumat minggu ini, minggu berikutnya pada hari Jumat kedua. Kontrak kuartal berjalan memiliki tanggal penyelesaian pada hari Jumat terakhir bulan Maret, Juni, September, dan Desember bulan terdekat. Kontrak kuartal berikutnya sesuai dengan bulan kuartal kedua terdekat. Perlu diperhatikan, setelah penyelesaian hari Jumat ketiga dari bulan kuartal, sistem akan secara dinamis menyesuaikan struktur kontrak untuk mencegah terjadinya tanggal penyelesaian yang berulang.

Sebaliknya, kontrak perpetual adalah inovasi yang lebih baru. Tidak memiliki tanggal kedaluwarsa, selama posisi Anda tidak mengalami margin call, secara teori bisa dipertahankan terus-menerus. Mekanisme utama kontrak perpetual adalah biaya dana, yang dirancang agar harga kontrak tetap mengikuti harga spot. Sistem melakukan perhitungan biaya dana setiap 8 jam, jika tingkat biaya positif, posisi long harus membayar ke posisi short; jika negatif, sebaliknya. Rumus perhitungannya sangat sederhana, biaya dana sama dengan nilai posisi bersih Anda dikalikan dengan tingkat biaya dana.

Kontrak perpetual juga terbagi menjadi dua jenis: forward dan inverse. Kontrak forward menggunakan USDT sebagai denominasi dan sebagai jaminan. Sedangkan kontrak inverse (berdasarkan koin) meskipun juga dihitung dalam USDT, jaminan dan perhitungan laba/rugi dilakukan dalam aset koin itu sendiri, misalnya Bitcoin. Ada juga mekanisme perlindungan yang disebut ladder liquidation, ketika posisi Anda memicu margin call, sistem tidak akan menutup semua sekaligus, melainkan secara bertahap mengurangi posisi. Hanya ketika rasio jaminan turun ke tingkat pertama dan tidak cukup untuk menutupi risiko, barulah posisi akan dilikuidasi sepenuhnya.

Mekanisme ini dirancang cukup masuk akal, memberikan fleksibilitas kepada trader sekaligus kontrol risiko yang sesuai. Jika Anda ingin terlibat lebih dalam dalam perdagangan derivatif, memahami perbedaan antara kontrak berjangka dan kontrak perpetual adalah hal yang wajib.
BTC-1,93%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan